From Paiton With Love

SEANDAINYA BAGINDA NABI SAW MASIH HIDUP

Oleh : Jaiman

Suatu hari saya berandai-andai. “Seandainya Baginda Nabi Muhammad Saw masih hidup dan saya bisa bertemu dengan Beliau. Alangkah senangnya hidup ini”. Mohon maaf, mungkin pengandaian saya berlebih, tetapi ini toh hanya andai-andai saja, jadi gak perlu dipermasalahkan.

Mengapa saya berandai-andai seperti ini? Karena saya ingin mengenal Beliau. Saya ingin mengungkapkan cinta dan kerinduan saya kepada kekasih Allah Swt. Betapa agungnya Beliau yang dipilih Allah Swt. Oleh sebab itulah saya sering berandai-andai bertemu dengan Nabi Saw. Saya ingin ketemu dengan Baginda Nabi lalu mengenalkan diri saya, saya ungkapkan rasa cinta dan kerinduan. “Baginda, ini saya. Nama saya si fulan. Saya ingin dekat dengan Baginda Nabi dan ikut dengan Baginda Nabi”

Jujur, ada maksud tersembunyi dibalik keinginan saya untuk mengenal Baginda Nabi. Saya ingin kenal dengan manusia terbaik di jagad raya. Saya ingin Baginda Nabi Saw tahu bahwa saya rindu dengan Beliau, saya ingin Baginda Nabi mengetahui isi hati saya dan memilih saya sebagai teman. Apa utungnya kenal dengan Baginda? Baginda Nabi Saw adalah manusia baik dan kaya raya. Siapa yang tidak ingin berteman dengan orang baik dan kaya. Beliau dikaruian hak prerogratif syafaat oleh Allah. Nah, saya ingin dekat dengan Beliau saw karena mengharap syafaatnya. Seyogyanya Baginda tidak lupa, mohonlah hadiah syafaat kepada saya dan keluarga saya.

Ya Nabi, Ya Rasul aku rindu, kami semua rindu denganmu. Inilah kami umatmu yang merindukan pertemuan denganmu. Terimalah rasa rindu kami.


Ditulis dalam Hikmah
Tags: ,

MENGUKUR NURANI PEJABAT

Oleh : Jaiman

Pejabat mau naik gaji lagi? Wow, ini benar-benar spektakuler. Semantara tugas-tugas pejabat masih kedodoran di sana sini. Kualitas pelayanan publik tidak menunjukkan perbaikan. Di lembaga pengadilan dan departeman terkait pajabatnya banyak yang “ngobyek” untuk mengkomersialkan layanan kepada masyarakat. Calo dan mafia kasus merajalela. Pantaskah  kenaikan itu untuk mereka?

Sebenarnya Bulan Oktober 2009 lalu, menteri keuangan Sri Mulyani pernah melontarkan statement bahwa pemerintah berencana menaikan gaji pejabat negara pada kisaran 10 persen sampai dengan 20 persen. Kenaikan gaji pejabat ini diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP), tapi sampai sekarang PP tersebut belum keluar. Kapan? Kemungkinan PP kenaikan gaji ini akan dikeluarkan Maret 2010 dan efektif mulai Januari 2010. Jadi pada bulan Maret mendatang para pejabat negara akan menerima gaji rapel mulai Januari.

Mengapa gaji pejabat harus naik? Menurut menteri keuangan, Sri Mulyani, gaji pajabat di Indonesia termasuk rendah, lebih rendah dari pada pejabat di negara-negara lain. Oleh sebab itu wajar saja apabila gaji mereka perlu dinaikkan. Alasan lain adalah untuk mengurangi tindak korupsi para pajabat. Asumsinya bahwa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan korupsi adalah karena kesulitan ekonomi. Kesulitan ekonomi menyebabkan seseorang mencari penghasilan tambahan. Dari sinilak titik awal seseorang melakukan korupsi.

Benarkah gaji pejabat kita lebih rendah dari negara lain? Mari kita tinjau besaran gaji pejabat di negara-negara tetangga. Perdana Menteri Malaysia bergaji RM56.000 per bulan. Dengan kurs 2700, berarti sebulan PM di Malaysia menerima gaji sebesar Rp. 151.200.000. yang mengejutkan adalah gaji Presiden Filipina. Release AFP menyebutkan bahwa gaji Presiden Filipina termasuk sangat rendah yaitu sekitar Rp. 14 juta sebulan. Gaji pajabat negara paling tinggi adalah Singapura. Bayangkan seorang Perdana Menteri Lee Hsien Loong bergaji 1.7 miliar, dan menteri-menterinya sekitar 1,1 miliar. Berapa gaji presiden SBY? Setiap bulan presiden SBY terima gaji total sekitar Rp. 62.740.000 dan para menteri sekitar Rp. 18.000.000. Seperti itulah variasi gaji pejabat diberbagai negara.

Kalau gaji pejabat kita benar dinaikkan sebesar 20% tahun ini, bisakah menjadi instrumen pemberantasan korupsi? Release terbaru yang dikeluarkan oleh lembaga independen Tranparency International (TI) menyebutkan bahwa tahun 2009 ranking Indonesia berada pada posisi 111 dengan score 2,8, yaitu naik 0,2 dari peringkat tahun sebelumnya yang hanya sebesar 2.6. Posisi Indonesia memang masih relatif rendah, yaitu sederajat dengan negara-negara berkembang/miskin seperti Algeria, Mesir, Togo, Mali dan Kepulauan Solomon.

Adakah korelasi antara kenaikan gaji dengan pemberantasan korupsi?  Coba kita simak histori kenaikan gaji pegawai negeri (PNS) yang telah dilakukan oleh pemerintah mulai tahun 2001 sampai dengan 2009. Pemerintah melakukan kenikan gaji sebanyak 6 kali mulai 2001 sampai dengan 2009, yaitu 1 kali pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, satu kali pada pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dan 4 kali pada Pemeritahan Presiden SBY. Bukan hanya itu, pemerintah juga memberikan gaji ke-13 sebanyak 6 kali. Semua kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai dan menekan tindak korupsi aparat

Fakta lain untuk mengetahui korelasi antara kenaikan gaji dengan tindak korupsi adalah data indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia  yang dikeluarkan oleh TI. Inilah data IPK Indonesia milai tahun 2001 sampai dengan 2009. Pada tahun 2001, 2002 dan 2003, IPK Indonesia berada pada score stagnan 1,9. Tahun 2004 dan 2005 IPK naik menjadi 2,2 dua tahun berturut-turut. Tahun 2006, 2007 dan 2008 berfluktuasi masing-masing pada score 2,4,  2,3 dan 2,6. Data terakhir tahun 2009 IPK Indonesia relatif membaik menjadi 2.8, tetapi kenaikannya tertalu kecil, yaitu hanya 0.2.

Kalau disimak dari perkembangan data IPK di atas, korelasi antara kenaikan gaji dengan berkurangnya korupsi teryata sangat rendah. Kenaikan gaji tidak berdampak signifikan terhadap program pemberantasan korupsi, padahal biaya yang dikeluarkan sangat besar.

Bagaimana dengan hukuman yang berat bagi pelaku korupsi? Sama saja, tidak ada bukti otentik bahwa hukuman mati akan membuat orang jera korupsi. Buktinya China terkenal dengan hukuman mati bagi pelaku korupsi, ternyata korupsinya tetap terbesar. Dalam ulasannya di The International Herald Tribune, Jim Yardley menyebutkan bahwa korupsi di China sebagai “boom in corruption”.

HANYA HATI NURANI YANG BISA?

Inilah pejabat yang akan menerima kenaikan gaji tersebut, Presiden, Wakil Presiden, Menteri, Panglima TNI, Jaksa Agung, Gubernur, Bupati, Ketua DPR/DPD, Ketua MPR, Anggota DPR dan Hakim (JP 31/01/10). Seorang anggota DPR dari FPDIP, Eva Kusuma Sundari blak-blakan mengatakan bahwa gaji yang diterimanya sekarang berkisar antara Rp. 50 juta sampai dengan Rp. 58 juta. Dengan gaji sebesar itu konon hanya pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari, dan hanya bisa nabung 5 jutaan per bulan.

Berapa gaji yang cukup? “Kebutuhan manusia tidak terbatas bung!”. Kalau anda bertanya kepada saya “Apa lagi keinginan anda?”. Masih banyak. Walaupun sudah ada mobil, masih ingin yang lebih mewah. Walaupun sudah ada tabungan, masih ingin yang lebih banyak dan masih banyak yang lainnya. Kalau anda selalu berpikir kebutuhan pasti selalu kurang, dan celakanya itu yang ada di benak para pejabat.

Apapun alasannya tarap hidup pejabat pasti lebih baik. Mereka masih bisa memikirkan tabungan, asuransi, rumah mewah dan liburan. Tentu saja berbanding terbalik dengan sebagian konstituen di bawah yang hanya bisa “ngelus dada’ dan hanya berharap kesabaran dan pengertian dari bapak dan ibu yang terhormat. Rakyat masih merasakan sense of crisis. Seyogyanya beliau-beliau masih merasakan kedekatan dengan rakyat pasti hati nuraninya yang berkata. 

Apakah hati nurani mereka masih lunak? Saya tahu, bapak ibu yang terhormat pernah menjadi rakyat biasa yang menjalani perjuangan berat mencari uang. Itulah yang dialami oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Mereka itu adalah petani, nelayan dan buruh pabrik yang bekerja keras dengan tulus ikhlas. Kami taat dengan peraturan, kami membayar pajak sesuai dengan peraturan. Hanya hati nurani yang bisa, yaitu nurani yang bersih dan ikhlas. Sekiranya hati nurani masih ada pada bapak dan ibu pejabat

Oleh : Jaiman

Penulis adalah alumni MM Unair saat ini bekerja di PLTU Paiton


Ditulis dalam Berita, Politik
Tags: , ,

DPR DAN PEJABAT ADALAH AGEN, HARUS DIKONTROL

Januari 29, 2010
1 Komentar

Oleh : Jaiman

Kalau saya menjelaskan prinsip-prinsip teori agensi (the agency theory) mungkin anda akan sakit hati. Sebagai rakyat biasa. anda merasa dibohongi, ditipu atau diperdaya oleh para pejabat di negeri kita tercinta. Tentu anda ingin mengetahui lebih jauh maksud saya. Baiklah mari kita lanjutkan pembahasan kita.

Apa yang dimaksud teori agensi? Teori agensi menjelaskan hubungan antara prinsipal, dengan agen. Prinsipal adalah pemilih usaha atau pemegang saham, dan agen adalah seseorang atau lembaga yang direkrut oleh prinsipal untuk mengelola bisnisnya. Agen adalah orang lain yang dipekerjakan oleh pemilik modal untuk menghasilkan kinerja bisnis terbaik.

Asumsi dasar teori agensi bahwa setiap individu bertindak atas kepentingan pribadi. Setiap individu adalah pribadi yang memprioritaskan kepentingannya sendiri. Prinsipal sebagai pemilik bisnis berkeinginan supaya bisnisnya menguntungkan, menghasilkan profit sebesar besarnya, deviden besar dan kenaikan harga saham. Keinginan agen adalah semua kepentingannya diakomodasikan, misalnya gaji besar, bonus, akomodasi perjalan dinas, mobil dinas plus sopir, perumahan, jaminan kesehatan, dana pension, pembagian saham dan fasilitas entertain lainnya, seperti main golf dan travel liburan.

Permasalahan muncul karena kepentingan antara prisipal dan agen berbeda. Agen yang seharusnya mengemban amanat untuk meningkatkan nilai perusahaan (company value) tidak selalu menjalankan dengan baik. Agen justru melakukan laporan keuangan rekayasa yang tujuannya hanya untuk menyenangkan hati prinsipal. Untuk mendapatkan bonus dan kenaikan gaji, managemen membuat laporan palsu supaya laba membesar. Managemen memanfaatkan kelebihannya dalam hal informasi kinerja perusahaan untuk tujuan pribadi. Apabila prisipal tidak menyadari kondisi ini, dia akan mendapati laporan palsu dan cash flow pepesan kosong, seperti yang terjadi pada perusahaan raksasa minyak, ENRON yang jatuh tahun 2001.

Adakah  relevansinya antara teori keagenan dengan perilaku pejabat di Indonesia? Ada. Coba kita menyelidik lebih mendalam. Mari kita mengingat-ingat ke belakang beberapa bulan lalu. Apa yang pertama-tama dilakukan oleh pejabat negara pada saat menduduki jabatannya? Pada tahun pertama menjabat dia memyusun anggaran belanja yang isinya mengiris hari seluruh rakyat Indonesia. Daftar paling atas kenaikan gaji dan tunjangan-tunjangan, kemudian pembelian pesawat terbang kepresidenan baru, mobil dinas baru, renovasi kantor, pembelian komputer canggih plus multimedia, kunjungan study banding ke luar negeri dan masih ada lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu karena terlalu banyak.

Tuh, benarkan..! Inilah bukti nyata sebagaimana saya paparkan di atas. Teori agensi berlaku umum, termasuk di dalam managemen pemerintahan. Kepentingan pejabat pemerintahan adalah memperkaya diri sendiri dengan cara legal maupun illegal. Cara legal misalnya menetapkan peraturan kenaikan gaji dan tunjangan. Biasanya berdalih untuk meningkatkan taraf hidup pegawai negeri. Di beberapa DPRD kabupaten/kota membuat Peraturan daerah (Perda) tantang pembagian jasa retribusi. Salah satu klausalnya adalah sebagian dari pungutan retribusi menjadi hak anggota dewan dan pejabat pemerintah daerah, seperti yang dilakukan oleh DPRD Kota Surabaya. Bukan hanya itu, sebagian pejabat daerah menjual informasi kepada vendor yang tidak lain adalah perusahaan miliknya juga. Seperti itulah relevansi teori agensi dalam sistem pemerintahan.

Release terbaru yang dikeluarkan oleh KPK menyebutkan bahwa dari seluruh anggota dewan yang berjumlah 560 orang, sebanyak 331 orang belum mengisi laporan harta kekayaan penyeleggara negara (LHKPN), padahal batas akhir penyerahannya tanggal 31 Desember 2009 (JP 25/01/2010). Ini artinya sekitar 60% anggota dewan jelas-jelas melanggar UU No 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ini sangat kontradiksi dengan sikap dewan yang sok suci dan garang di sidang-sidang yang diliput TV. Badan Kehormatan (BK) DPR kok diam saja? Mungkin motto BK DPR diam itu emas, bicara itu perak. Nah, kita semua jadi tahu mana emas, mana perak? Peraturan dibuat sendiri dilanggar sendiri. Sungguh-sungguh keterlaluan.

Mari kita analisis apa sebab anggota dewan yang terhormat tidak mengisi LHKPN? Apakah mereka tidak tahu kalau ada peraturan ini? Tidak mungkin, bukankah yang membuat peraturan adalah mereka sendiri. Jadi dapat dipastikan mereka tahu persis bahwa ada kewajiban mengisi LHKPN. Apakah mereka tidak tahu cara mengisi lembaran LHKPN? Kalau dilihat dari Curriculum Vitae (CV) anggota DPR yang mentereng, tentu tidak mungkin kalau mereka tidak paham cara membuat laporannya. Rata-rata pendidikan mereka S2 ke atas. Anggota dewan kita ini orang pinter-pinter semua. Jadi tidak mungkin kalau tidak tahu caranya membuat laporan. Bahkan KPK menawarkan asistensi kepada anggota dewan yang kurang memahami tata cara membuat laporan tersebut.

Apakah mereka sengaja tidak membuat laporan? Inilah yang selalu dikhawatirkan dalam teori agensi. Satu alasan kuat yang disinyalir menjadi penyebab anggota dewan enggan mengisi LHKPN, yaitu takut dikanai pajak kekayaan. Sekali lagi, ternyata anggota dewan yang terhormat paling suka melanggar UU.

DPR Adalah Agen, Pecat Saja Kalau Bandel

DPR sama dengan agen dan rakyat adalah prinsipal. Kekuatan prinsipal adalah kontrol. Kalau rakyat tidak puas dengan kinerja agen, boleh saja agennya dipecat. Boleh saja anggota DPR dipecat rakyat. Permasalahannya adalah mekanisme pemecatan yang hanya bisa dilakukan lewat partai politik. Celakanya partai politik bukanlah representasi dari rakyat. Jadi dengan demikian kekuatan rakyat sebagai prinsipal telah dirampas secara tidak adil.

Apa agen yang buruk berpengaruh langsung terhadap kinerja pemerintahan? Pasti. Pejabat korup menghancurkan negara. Pejabat yang malas menjadi benalu. Pejabat yang bodoh akan ketinggalan jaman. Apakah potrek buruk pejabat kita seburuk itu? Mudah mudahan tidak selalu.

Bagaimana mencari solusi konflik antara prinsipal dan agen? Solusi preventif akan lebih baik, yaitu kontrol sosial yang kuat terhadap pejabat pemerintah. Saat ini media yang paling efektif adalah media massa. TV dan koran adalah media  paling handal untuk mengontrol pejabat pemerintah. Selama ini pemerintah selalu berdalih tidak tahu kalau ada sekolah yang hampir roboh, penyakit kronis, bayi gizi buruk dan kelaparan. Setelah media massa mempublikasikan baru pemerintah turun tangan. Demo dan pengaduan juga diperlukan walaupun seringkali mental di tengah jalan. Alasannya klasik, “Demo ditungggangi oleh pihak ketiga”.

Peraturan dan prosedur yang baik juga bisa mengurangi perilaku buruk agen. Peraturan perundangan sangat diperlukan untuk menjaga kepenrtingan rakyat agar tidak diabaikan agen. Rasanya peraturan perundangan di Indonesia saat ini lebih dari cukup. Hampir seluruh aktivitas masyarakat telah terlindungi oleh peraturan perundangan. Bagaimana kalau kedua piranti ini masih belum mempan? Hukuman. Inilah cara terakhir, agen yang jelas-jelas melanggar peraturan harus diberikan sanksi tegas. Anggota DPR yang tidak melaporkan harta kekayaannya perlu di recall. Anggota dewan yang tidak membuat LHKPN jelas-jelas melanggar UU. Kita tunggu saja apakah partai politik berani memecat kadernya yang melanggar UU.

Oleh : Jaiman

Penulis alumni MM Unair saat ini bekerja di PLTU Paiton


Ditulis dalam Berita, Management
Tags: ,

DIALOG DPR DAN MASYARAKAT

Januari 28, 2010
1 Komentar

Oleh : Jaiman

Apa bedanya DPR dengan Bonek? Untuk menjawabnya mari kita dengarkan dialog antara anggota dewan dengan masyarakat awam yang dipandu oleh seorang presenter TV:

Seorang anggota dewan kebakaran jenggot dan marah-marah ketika diminta pendapatnya tentang kesamaan antara anggota dewan dan Bonek..

Dewan : “Mas jangan gitu lah, masak sih DPR disamakan dengan Bonek. Kami kan melalui proses Pemilu yang demokratis. Kami mewakili konstituen yang banyak. Tolonglah posisi kami dihargai”. Di tempat lain seorang presenter TV mewawancarai seseorang  yang melintas di jalan

Masyarakat :“Kalau gak mau disamakan dengan Bonek, ya sudah kalau begitu sama dengan taman kanak-kanak saja, gimana?”. Pernyataan masyarakat dikonfrontir lagi degan anggota dewan

Dewan : “Pokoknya saya nggak terima dikatakan sama dengan Bonek, apalagi sama dengan taman kanak-kanak. Saya akan mengajukan somasi”. Kembali presenter minta pendapat ke masyaraka.

Masyarakat : “Bukan maksud kami meremehkan anggota dewan yang terhormat, tapi terus terang saja, sandiwara lakon Pansus Skandal Bank Century tidak menarik. Ceritanya mbulet kayak sinetron kehabisan ide. Tuh, lihat saja, orang-orang pada pindah channel, karena ada cerita sinetron baru”

Mungkin seperti inilah pertentangan dua kutub antara masyarakat umum dengan seorang anggota dewan. Masyarakat sudah muak, bosan dengan sandiwara pejabat yang bertele-tele. Masyarakat yang berharap keadilan tidak mendapatkan dari orang yang serahi diamanah. Ada apa dengan Bank Century? Ada apa dengan proses Pemilu tahun lalu? Apakah ada deal-deal khusus yang mencerminkan politik dagang sapi? Apakah benar bahwa drama Pansus Skandal Bank Century penuh dengan kepura-puraan?. Sarat dengan kepalsuan? Adakah hal ini disadari oleh anggota dewan yang (ingin disebut) terhormat?

Kawan, jujur saya tidak mengikuti perkembangan sidang Pansus Skandal Bank Century dengan ditail. Walaupun ada siaran langsung yang memelototi kerja Pansus dari jam ke jam, menit ke minat. Tidak ada gunanya bagi saya menyisihkan waktu yang berharga untuk tontonan sandiwara.  Masih lebih wise apabila saya melakukan aktivitas yang lebih produktif. Bagi TV yang selama ini kameranya memelototi kerja Pansus siang malam, rasanya perlu meninjau kembali keputusannya.


Ditulis dalam Berita, Politik
Tags: ,

TIPS MENAMBAH IURAN DANA PENSION DENGAN AMAN

Oleh : Jaiman

Bagaimana menata keuangan anda supaya tetap aman sambil nabung di DPLK? Saya ingin berbagi dengan anda, supaya keuangan anda tetap fit dalam jangka panjang, inilah tipsnya:

  • Mulailah mengikuti dana pesnion dengan kontribusi terkecil. Apa tujuannnya? Tast case. Pada umumnya pegawai hanya siap menghadapi kenaikan pendapatan dan sebaliknya menjadi down apabila pendapatannya berkurang. Tidak apa-apa, ini rasional sekali, karena anda mempunyai daftar pengeluaran rutin yang tidak bisa berkontraksi.
  • Jangan menambah list pengeluaran baru apabila anda tidak memiliki tanbahan sumber income. Apa maksudnya? Sudah saya jelaskan di atas tadi bahwa anda memiliki daftar tetap pengeluaran yang wajib anda siapkan dananya. Nah, dana tersebut ditopang dari gaji bulanan, apabila anda menambah daftar pengeluaran baru maka konsekuensinya ada daftar belanja tetap yang anda korbankan. Apakah anda siap dengan mengorbakan satu jenis kenikmatan tersebut?
  • Kalau anda sudah terbiasa dengan income bulanan yang terencana dengan baik, usahakan melakukan pengetatan secara berkala untuk persiapan pension. Mungkin di tahun pertama anda memotong gaji sebesar 5% untuk iuran dana pension. Pada tahun ke dua naikkan kontribusi pension anda menjadi 6% dan seterusnya meningkat terus pada tahun-tahun selanjutnya. Cara mengiur berkala seperti ini tidak terasa bagi anda karena peningkatannya tidak terlalu tajam.

Cara di atas adalah sangat mudah, terutama kalau mind set anda adalah perencanaan keuangan pada masa pension yang baik dan mapan.

Selamat mencoba

Penulis adalah Alumni MM UNAIR


Ditulis dalam Keluarga, Management, Tips

SWADESHI UNTUK MELAWAN AC-FTA

Oleh : Jaiman

Penulis Adalah Alumni MM Unair, saat ini bekerja di PLTU Paiton, Probolinggo

Apa yang harus kita lakukan untuk membendung dampak negatif ASEAN-CHINA Free Trade Area (AC-FTA)? Harus melawan. Kita harus melawan invasi produk China. Kedatangan produk China memang luar biasa. Dibukanya kerjasama AC-FTA ibarat air dam yang selama ini dibuka cukup terkendali, tetapi tahun ini bendungan itu akan mengalir sangat deras bagai tanggul bendungan yang jebol karena daya dorong air yang luar biasa besar. Bahkan mungkin serbuan produk China ini seperti tsunami yang melumatkan apa saja yang dilalui.

Bagaimana cara melawan tsunami produk China? Meniru gaya India pada era Mohandas Karamchard Gandhi yang lebih dikenal dengan nama Mahatma Gandhi (1869-1948). Apa yang dilakukan oleh Gandhi? Ajaran Swadeshi, yaitu membuat sendiri dan pakailah produk buatan sendiri. Pendek kata kita mencintai produksi dalam negeri. Sekilas ajaran Gandhi terdengar biasa, tetapi filosofinya mengandung ajaran kemandirian dan perlawanan sejati sehingga akhirnya Inggris tidak berkutik.

Akhir-akhir ini pemerintah sangat kurang dalam hal promosi produk dalam negeri. Selama ini kita banyak larut dalam pemikiran motif ekonomi murni yang mempertimbangkan faktor harga sebagai variable tunggal. Semua diukur dari harga sehingga faktor kualitas nyaris terlupakan.

Hampir semua jenis produk di Indonesia dirambah oleh produk China. Kalau anda kurang yakin, coba datanglah ke pasar Glodok, Pasar Turi, ITC, Pasar Kapasan, Pasar Wonokromo, Jembatan Merah Plasa bahkan ke pasar tradisional manapun. Kalau anda melihat produk murah yang dijual di sana, hampir semuanya buatan China. Peralatan rumah tangga, mainan anak, germen, elektronik, sepatu dan sandal, aksesoris mobil dan seterusnya. Semua jenis produk yang dijual berlebel China. Semua produk ini dibadrol murah. Bagaimana dengan produk high tech? sama saja. Komputer, ponsel, elektronik juga sama. Semua berasal dari China, lalu mau apa kita?

Inilah yang harus kita lakukan. BERDIKARI, berdiri di atas kaki sendiri. Inilah gaya Swadeshi Indonesia. Inilah slogan yang pernah populer tahun 60-an oleh Presiden Soekarno. Pada masa revolusi tahun 60-an, Ir Soekarno, Presiden RI Pertama adalah pencetus ide Berdikari Soekarno adalah pelopor terdepan dari penindasan kolonialisme oleh Dunia Barat. Soekarno menentang keras bentuk kesewenwng-wenangan Dunia Barat yang mengintervensi negara berkebang. Bahasa kasarnya, Barat adalah imperialis dan kolonialis yang harus diperangi.

Apa relevansinya dengan kondisi saat ini? Kalau dikatakan sama persis tentu tidak benar, tetapi kalau dampak yang ditimbulkan dari AC-FTA sama dengan kolonislisme mungkin ada benarnya, benarkah?

Memang diakui bahwa produk China harganya sangat murah. Bahkan saking murahnya bisa dikatakan hanya bayar ongkos bahan dan transport saja. Memang sih kualitasnya rata-rata dibawah standar, tetapi untuk produk tertentu tidak terlalu buruk. Misalnya elektronik dan ponsel. Siapa yang berani menjual ponsel harga di bawah  satu juta dengan teknologi dual card selain varian dari China? Siapa yang berani menjual mainan anak seharga lima ribuan selain China?

SAATNYA CINTA PRODUK INDONESIA

Siapa yang bisa jual ponsel dibawah sejuta dengan teknologi dual card plus,TV dan bluetooth selain varian dari China? Tidak ada. kalau anda ingin mendapatkan fasilitas seperti di atas buatan Jepang atau Eropa anda harus menyiapkan kocek minimal dua kali atau bahkan tiga kalinya. Inilah yang menjadi faktor klasik mayoritas pelaku ekonomi KITA yaitu harga murah.

Apakah bisa kita mengubah mind set bahwa mencintai produksi dalam negeri seperti perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme? Bisakah pemerintah bersatu dengan rakyat dan menggelorakan “Kami melawan invasi produk China. Kami bersatu berdikari untuk kebesaran nama Indonesia”. Memang tidak mustahil, tetapi sulitnya pasti kelihatan di depan mata. Seolah kita akan mendirikan bangunan di atas lautan es. Seperti orang menghibur diri dari kegelisahan dan ketakutan. Apakah paradigma ini impian nyata?Sekali lagi paradigma ini memang masih samar, sementara musuh kita bagai badai yang siap menerjang setiap saat.

Usaha nyata apa yang diperlukan? Promosi cinta produksi dalam negeri. Ada sebuah iklan di TV yang dangat lekat di benak saya oleh CEO Maspion Group, Alim Markus dan artis gaek Titik Puspa. Dengan lantang mereka mengatakan “Cintailah produk-produk Indonesia”. Bagi saya iklan ini beda dan sangat kreatif. Alim Markus ingin membuat kesan kuat bahwa Mapion dan produk turunannya adalah  buatan Indonesia, buatan Bangsa sendiri yang patut kita cintai dan pakai. Kalau bukan kita siapa lagi?

Saatnya kita mencintai produk dalam negeri. Saatnya kita peduli dengan saudara-saudara kita yang bekerja di perusahaan-perusahaan dalam negeri karena multiplier effect yang jelas dan nyata untuk anak cucu bangsa. Mari kita cintai produksi Indonesia, sekarang 


Ditulis dalam Berita, Ekonomi, Management
Tags: ,

MANAGEMEN KONFLIK DALAM KELUARGA

Oleh :  Jaiman

Dengan pengalaman berkeluarga selama satu dasawarsa tentunya boleh dong saya bercerita tentang pengalaman saya selama berkeluarga. Yang hendak saya ceritakan di sini adalah tentang managemen konflik dalam keluarga pada saat saya dan pasangan saling berjauhan. Wah, menarik nih….? Ya sangat menarik, terutama bagi anda yang baru meniti jalan rumah tangga. Pengalam saya juga bermanfaat apabila anda dalam jangka waktu tertentu harus berpisah dengan suami/istri untuk tuntutan kerja. Misalnya suami anda adalah seorang engineer di sebuah perusahaan tambang minyak offshore yang pulang sebulan sekali, dua bulan sekali, sebulan dua kali, seminggu sekali dan seterusnya. Hal yang sama juga dialami oleh profesional yang sering melaksanakan business trip dan long journey karena profesi anda harus meninggalkan keluarga dalam jangka waktu tertentu.

Jujur, dalam rumah tangga akan selalu ada konflik. Pasti ada konflik, apakah kadarnya prinsip atau yang remeh remeh, sesuatu yang berat atau ringan-ringan saja. Konflik selalu ada. Oleh sebab itu anda dan pasangan harus memahami management konflik yang jitu supaya kleuarga anda bisa tenteram saling mengasihi. Anda bisa bayangkan bagaimana suatu keluarga yang harmonis, rukun, tenteram. Anda, pasangan anda, anak-anak dan siapapun yang tinggal di bawah atapnya terasa di dalam miniatur al jannah.

Bagaimana cara mengatasi konflik dengan pasangan? Banyak pasangan yang mengawali perkawinan dari pacaran. Konon pacaran adalah model orientasi yang cukup efektif untuk mengenali calon pasangan. Dengan berpacaran yang cukup, dua individu mulai saling menyesuaikan, mengenali kemistri individu untuk dijadikan bahan persenyawaan jangka panjang bernama rumah tangga. Proses orientasipun berragam, ada yang cepat menyesuaikan lalu melangkah cepat ke pelaminan, ada yang relatif lambat sehingga proses pacaran berjalan tahunan. Ada beberapa teman saya yang menjalani masa pacaran sampai lima tahun baru melaju ke pelaminan. Setelah menjadi suami iantri tidak lama kemudian cerai. Ada juga yang proses pacarannya sangat singkat, hanya enam bulan setelah dikenalkan oleh masing-masing keluarga. Setelah menjadi suami istri, punya anak dua, e…. cerai juga. Tentu saya cerai adalah pilihan yang sulit dan berat. Pilihan yang tidak disukai, toh diambil juga karena pertimbangan masing-masing individu sangat beragam. Ya sudahlah, karena jalan itu adalah pilihan mereka Harus kita hormati.

Apakah perceraian dapat dihindari? Bisa. Bahkan saya katakan sangat mudah untuk menghindari perceraian. Bagaimana caranya? Kendalikan egomu. Ego adalah bagian dari isi dadamu yang mudah meledak-ledak menjauhkan akal dari hati nurani. Ego selalu bersekutu dengan nafsu untuk melawan akal sehat bertindak baik, menjauhi amarah dan kesombongan. Karena itu, kendalikan egomu agar akal sehatmu tidak melempem. Masalah perceraian memang menarik dan akan saya sajikan dalam segmen di lain kesempatan. Ok, mari kita lanjutkan kajian kita tentang management konflik rumah tangga.

Apa yang dimaksud dengan konflik dalam rumah tangga? Apapun bentuk dan sifatnya yang bisa menimbulkan terjadinya perbedaan pendapat antara anda dan pasangan adalah konflik. Contoh paling sederhana adalah selera makanan. Anda adalah penggemar masakan jawa, sedangkan pasangan anda penggemar masakan china. Dimana sumber konfliknya? Sewaktu-waktu sangat mungkin timbul perbedaan pendapat apabila anda akan menentukan restoran mana yang anda pilih pada saat hendak makan bersama keluarga. Mungkin anda mengusulkan dinner di Resto Dapur Desa. Apakah pasangan anda berkenan? Belum tentu, karena seleranya adalah chiness food. Wah bisa timbul pertengkaran dong? Ya, hal ini terjadi apabila anda mengambil keputusan secara sepihak alias tangan besi. Keputusan anda dianggap otoriter dan bisa ditentang oleh pasangan dan anak-anak anda.

Bagaimana cara menghindari pertentangan? Musyawarahlah. Jadi  tips pertama untuk meredam konflik dalam rumah tangga adalah musyawarah. Putuskan segala sesuatu dengan melibatkan anggota keluarga supaya mereka bisa menerima dengan lapang dada. Walaupun pendapat mereka tidak berdalih dan diabaikan dalam musyawarah, tetapi mereka punya pendapat yang perlu dihargai oleh individu lain. Nah, dengan musyawarah keputusan menjadi keinginan bersama. Perbedaan pendapat bukan untuk saling menindas yang lemah melainkan menjadi forum apresiasi yang produktif. Apakah anda selalu bermusyawarah untuk memutuskan segala sesuatu di dalam keluarga anda? Kalau belum, sekarang waktunya.

Kedua adalah keterbukaan. Biasakan anda dan pasangan saling terbuka dengan masalah harian sampai dengan masalah yang strategis jangka panjang. Masalah harian misalnya menu masakan harian, mengantar anak sekolah, merawat taman, membersihkan kamar tidur dan seterusnya. Kelihatannya remeh, tetapi bisa menjadi rumit apabila dibiarkan liar tanpa kendali. Lebih baik apabila anda dan pasangan membuat daftar menu selama seminggu ke depan atau bahkan sebulan dan dikomunikasikan dengan suami/istri dan anak-anak. Baik juga membuat jadwal mengantar sekolah anak, misalnya siapa yang mengantar si bungsu dan siapa si sulung dan seterusnya. Bagaimana dengan masalah-masalah non konvensional yang berpotensi menjadi konflik puncak. Apa contohnya? Dalam perjalanan rumah tangga selalu ada kemungkinan orang ketiga yang muncul tanpa disadari. Di kantor atau di jamuan lunch dengan kolega mungkin anda bertemu seorang wanita cantik, menarik dan anda tertarik dengan dia. Ini sangat wajar karena andapun memang  sosok yang menarik dan sopan. Wanita mana yang tidak kesengsem melihat penampilan, sikap dan gaya bicara anda yang elegan? Saling ketertarikan yang wajar dan semua orang juga akan seperti anda. Apa yang anda lakukan? Apakah anda ingin kencan dengan dia? Kisah asmara memang menjadi fitrah manusia. Di depan mata penampilan menarik dan moleh menjadi daya tarik mutlak. Terbayang dibenak anda, “Alangkah bahagianya apabila bisa mendampingi dia” masih ada lagi bisikan nakal “ Saya ingin bercinta denganya”. Godaan-godaan ini makin kuat, terutama apabila anda tidak membagi cerita ini kepada orang lain. Siapa yang akan anda ajak bicara?. Teman, sesama kolega. Sesama teman lelaki yang sama seleranya?. Jangan, kalau anda mau mencari solusi, bicarakan dengan pasangan anda. Berceritalah dengan baik dan terbuka. Terbuka dalam batas-batas yang wajar. Misalnya katakan kepada istri anda, “Tadi aku ketemu dengan kolega di kantor, namanya, Rini, orangnya cantik dan menarik. Tapi cuma kolega kok tidak lebih dari itu” kalatakn juga siapa dia, single atau married, dan lebih baik lagi apabila istri anda perlu kenal dengan dia. Mengapa perlu kenalan? Untuk menghindari terjadinya keinginan anda untuk selingkuh karena istri anda kenal dengannya.

Ketiga kalimat sakti. Apa yang dimaksud kalimat sakti? Ucapkan kalimat yang meng-encourage pasangan anda. Katakan “I love you” pada pasangan setiap kali anda mengakhiri pembicaraan telepon. Ucapkan “I miss you” untuk penutup sms anda dengan pasangan. Katakan “be carefull” untuk mengentarkan pasangan yang hendak melakukan perjalanan. Sudahkan anda melakukan ini kepada pasangan? Kalau belum saat ini juga lakukan, anda akan mendapatkan nikmatnya sejatinya cinta dengan pasangan.

Penulis Tinggal di Surabaya, Saat ini bekerja di PLTU Paiton


MALAYSIA PERLU BELAJAR DARI INDONESIA

Oleh : Jaiman Paiton

Kita boleh berbangga sebagai Bangsa Indonesia yang beragam ras, agama, suku, dan golongan. Walaupun keragaman kita sangat banyak, kita memiliki derajat toleransi tinggi. Kita sudah terbiasa dengan saling mengucapkan selamat hari raya antar umat beragama. Anak-anak kita sudah memahami arti keragaman beragama, sehingga perayaan hari besar agama bisa dirayakan dengan damai. Anak-anak kita terbiasa membantu temannya yang beragama lain merayakan hari besar kegamaan. Jangan heran kalau ada umat Nasrani yang ikut merayakan idul qurban di sebuah gereja di Surabaya Barat. Jangan heran apabila ada gereja yang memberikan buka puasa gratis pada saat bulan Ramadhan. Jangan heran kalau Satgas NU menjaga gereja-gereja pada malam natal dan seterusnya. Luar biasa, ternyata kita bisa menjaga keragaman beragama dengan baik. Ini semua adalah hasil dari pendidikan demokrasi yang makin dewasa di Indonesia

Keterbukaan demokrasi yang makin matang di negeri kita telah menciptakan kerukunan umat beragama yang solid. Benarkan demikian? Ya, ini adalah proses panjang dari setiap peristiwa-peristiwa buruk yang pernah terjadi pada masa silam, lalu mendewasakan pola pikir Rakyat Indonesia. Ada pelajaran yang sangat berharga dari rentetan peledakan bom oleh teroris hingga keberhasilan polisi menangkap para pentolannya. Misalnya pada saat penangkapan gembong teroris Doktor Asahari, Noordin M Top dan gerombolannya, Rakyat Indonesia sepakat bulat bahwa perbuatan mereka adalah kejam, tidak berperikemanusiaan. Terorisme adalah perbuatan orang tak bermoral dan tidak beragama, Dalih Islam sebagai tameng dikutuk keras oleh rakyat Indonesia. Pengamal kekerasan adalah manusia biadab dan tidak beragama. Rakyat tidak terpancing sama sekali dengan sentimen agama untuk membuat kerusakan. Agama tidak mengajarkan terorisme dan vandalieme. Artinya Bangsa Indonesia telah dewasa dalam beragama dan menjunjung tinggi oleransi.

Ujian berat saat ini sedang melanda negara tetangga kita, Malaysia. Dengan dalih rebutan jargon ‘Allah” telah menyebabkan perusakan beberapa tempat ibadah di Negeri Jiran. Keputusan Pengadilan Negeri bulan Desember 2009 yeng memperbolehkan penggunaan kata “Allah” oleh umat beragama lain disambut dengan vandalisme tempat-tempat ibadah non muslim, seperti gereja dan kuil. Sangat disayangkan, ternyata sebagian rakyat Malaysia tidak dewasa menyikapi hal ini. Manurut penuturan PM Malaysia Dato Seri Najib Razak, “Dipastikan sebuah gereja dibakar, itupun hanya bagian administrasi saja”. Tapi menurut sumber lain menyebutkan bahwa ada sembilan gereja yang dipastikan menjadi korban vandalisme sampai dengan Senin 18 Januari 2010..

Banerkan vandalisme di Malaysia hanya masalah kecil? Mengapa Pemerintah AS mengluarkan travel warning bagi warga negaranya? Akhir-akhir ini masalah rasialisme mulai bermuculan di negeri Jiran. Vandalisme bukan masalah sepeleh. Ini masalah serius yang tidak bisa ditanggani sambil lalu. Bahkan bisa jadi aksi vandalisme dengan latar belakang ras dan agama bakal muncul lebih besar pada waktu-waktu yang akan datang. Apakah travel warning AS berlebihan? Tidak semudah itu AS mengeluarlkan travel warning kalau masalahnya hanya remeh, karena AS memiliki dalih kuat untuk melindungi warga negaranya. Ini bukan hal kecil sebagaimana yang dikemukakan oleh PM Najib Razak. Ada sesuatu lebih krusial yang tidak terekspose, karena pembatasan informasi yang berlebihan oleh pemerintah.

Kalau diruntut ke belakang, bisa jadi fenomena ini adalah akumulasi dampah kebijakan pemerintah yang rasis. Perlawanan pernah dilakukan oleh Etnis India pada tanggal 25 Nopember 2007 yang menggelar demo melawan kebijakan rasialisme. Tapi sayang Pemerintah membungkam media massa dan menghabisi demonstran dengan pentungan polisi.

Sesungguhnya masalah pertentangan agama dan ras di Malaysia sudah lama ada, seperti api dalam sekam. Keberpihakan pemerintah pada ras Malayu telah menyebabkan kecemburuan berlarut-larut yang bisa meledak siap saat. Konon tahun 1990 policy keberpihakan ini dicabut, tapi tetap saja bahwa prakteknya sama dengan kebijakan rejim ORBA tentang pencantuman suku non-pri di kartu identitas.

Bagaimana meredam konflik tersebut? PM Malaysia sempat mengatakan bahwa peristiwa vandalisme yang terjadi di negerinya berlatar belakang politik. Kerusuhan ini adalah upaya dari lawan politiknya untuk mendelegitimasi pemerintahannya menjelang Pemilu legislatif..   Ada pihak-pihak yang sengaja memancing di air keruh untuk menimbulan citra negatif terhadap pemerintahannya. “Kalau memang masalah penyebutan istilah “Allah” adalah pemicu konflik antar umat beragama kanapa munculnya tahun 2010 pada saat menjelang pemilu legislatif?”. Seandainya analisis Najib Razak adalah benar, apakah masalah ini akan dibiarkan sampai bisa meredah dengan sendirinya? Tetap saja perlu penanganan serius untuk meminimalkan korban yang lebih banyak.

Kalau Pemerintah Malaysia mau mengaca pada pemerintah RI dalam mengatasi konflik umat beragamana pasti ada hikmanya. Kita pernah mengalami beragam konflik umat beragama. Peristiwa konflik Poso tahun 1998, peledakan gereja pada malam natal tahun 2000 dan penyerangan terhadap pengikut aliran Ahmadiyah tahun 2008. Semua bisa diselesaikan secara baik-baik dengan melibatkan tokoh-tokoh agama dan moderator dari pemerintah. Bagaimanapun pemuka-pemuka agama adalah figur setral. Perannya untuk meredam konflik sangat efektif. Dengan memahami karakter umat beragama tersebut pemerintah bisa memainkan peran moderator dalam memfasilitasi konflik agama dan ras.


Ditulis dalam Berita, Motivasi
Tags: ,

ANDA BISA, KUNCINYA JANGAN MENYERAH

Januari 18, 2010
1 Komentar

Oleh : Jaiman Paiton

Seorang pemuda loper koran lulus doktor bidang ilmu komunikasi Kamis 14 Januari 2010. Dialah Bapak Basuki Agus Suparno (39 tahun) yang lulus doktor bidang ilmu komunikasi dengan predikat sangat memuaskan. Basuki adalah lulusan doktor ke 42 untuk ilmu komunikasi di Universitas Indonesia, Depok.

Tentu saja ini bukan kasus kebanyakan, mengapa? Karena Basuki adalah pribadi yang teramat sederhana dengan semangat baja. Sepanjang hidupnya Basuki pernah menjadi loper koran dan pengasong di kereta api. Luar biasa, bukan?

Apa kuncinya? Kerja keras dan percaya diri. Seandainya Basuki tidak memiliki semangan pantang menyerah, mustahin predikat tersebut dapat diraihnya.

Sebenarnya Basuki.adalah sedikit dari sekian kisah keberhasilan yang diraih dengan susah payah. Hal yang sama juga pernah dialami oleh Miyuki, seorang gadis remaja Jepang yang dilahirkan dalam kondisi prematur, dirawat di inkubator selama 6 bulan kemudian dinyatakan buta oleh dokter yang merawatnya. Bagaimana perasaan sang ibu dengan kondisi anaknya mengalami kondisi buruk? Anda bisa membayangkan bagaimana seorang ibu yang merawat anaknya yang buta dan lemah fisik. Shock, tapi tidak lama. Sang ibu segera menyadari bahwa anaknya harus mandiri seandainya sewaktu-waktu nanti dia harus pergi. Wal hasil dengan pendidikan keras sang ibu, Miyuki berhasil mandiri, bisa menyiapkan sarapan pagi, naik sepeda, ganti baju dan berangkat pulang sekolah sendiri. Bagaimana mungkin ini terjadi padahal dia buta? Bisa saja kalau mau berlatih.

Kisah yang lain adalah seorang pemuda asal Australia bernama Nick Vocijik. Nick terlahir dalam kondisi cacat. Tidak punya tangan, kedua kakinya kecil, pendek dan tidak normal hanya sepanjang, 25 cm. dengan kerja keras dan pendidikan kasih sayang luar biasa dari orang tuanya, Nick menjadi seorang pemuda yang tangguh. Dia dapat berenang, selancar air dan bermain golf. Bagaimana mungkin dia tidka punya tangan dan kedua kakinya cacat? Bisa saya karena Nick seorang anak yang happy dan belajar. Apa semboyan dia “Kalau saya gagal, saya coba lagi, gagal, coba lagi sampai bisa.” Ada satu pesan Nick yang patut kita renungkan, “Saya bersyukur karena memiliki orang tua yang baik dan sayang kepada saya, teman dan kolega yang baik dan penolong. I love a life, I am happy, I am not worry” Bagaimana dengan anda?

Kita semua bisa, anda bisa, pasti bisa. Jangan menyerah


Ditulis dalam Berita, Hikmah, Motivasi
Tags: , ,

AL JANNAH HAK ALLAH MUTLAK

Oleh : Jaiman Paiton

Suatu hari saya coba menghitung-hitung berapa kali saya melakukan sholat jamaah di masjid dan di kantor. Saya renungkan sesaat, kemudian saya bandingkan dengan beberapa teman-teman saya di kantor atau di rumah. Dalam hati ada perasaaan bangga. “Saya telah melaksanakan sholat jamaah lebih banyak daripada si fulan ini dan itu. Berarti saya lebih baik daripada dia”. Ada rasa meremehkan si fulan ini, mungkin imannya rendah, mungkin si fulan itu munafik saja. Sesaat kemudian saya tersentak, “Astaqfirullah, Astaqfirullahal azdim…..  Mohon ampunanMu ya Allah. Saya telah melakukan sesuatu yang salah. Saya menilai diri saya sendiri lebih baik daripada orang lain”.

Apakah rasa lebih baik, lebih alim dari orang lain tidak dibenarkan? Kalau saya memang lebih baik daripada si fulan mungkin tidak masalah, tetapi masalahnya adalah tidak ada jaminan bahwa saya lebih baik daripada orang lain. Pendapat saya adalah berdasarkan apa yang saya lihat, saya dengan dan saya rasakan. Sedangkan daya pendengaran, penglihatan dan daya rasa saya sangat terbatas. Bahkan bisa dipastikan bahwa daya penglihatan dan pedengaran manusia hanya sebatas pada yang ada di sekitar saja, padahal kejadian yang ada di dunia ini teramat banyak di luar jangkauan saya.

Terlintas lagi di pikiran saya, Allah Swt akan menghadiarkan Al jannah nan indah kepada saya karena telah menjalankan perintahnya. Benarkan demikian? Tidak ada jaminan. Bahwa Allah memerintahkan manusia berbuat baik, berbuat adil, mencintai sesama manusia, saling menolong adalah untuk manusia. Sekali lagi, bahwa perbuatan baik yang anda lakukan bukan untuk Allah. Allah tidak bertambah kekuasaanya dengan perbuatan baik semua umat manusia dan sebaliknya, Kekuasaan Allah tidak berkurang secuilpun seandainya semua manusia di muka bumi membuat kerusakan. Sekali-kali Allah tidak membutuhkan amalan manusia, justru yang membutuhkan perbuatan baik adalah manusia itu sendiri.

Apakah al jannah adalah hadiah bagi orang sholeh dan sholeha? Tidak selalu. Yang pasti Al jannah adalah milik Allah ta’ala Tuhan Semesta Alam. Karena Allah adalah Sang Pemilik, maka Dialah yang berhak menentukan siapa-saiapa yang akan dipilih. Memang Allah menentukan indikator yang harus dipenuhi oleh umat manusia untuk mendapatkan tiket tersebut. Secara umum siapa saja yang memenuhi kriteria Al Jannah bakal mendapatkan tiketnya. Walaupun demikian, Sang Pemiliklah yang paling berhak memilih siapa-siapa yang dikehendaki. Kekuasaan Allah mutlak. Sholat anda yang lima waktu berjamaah, ditambah sholat rowatib, ditambah puasa ramadhan, puasa senin kamis, zakat dan sedekah dan haji. Bahkan disela-sela malam anda melaksanakan sholat tahajjud.

Adakah jaminan pasti masuk Al jannah karena amalan-amalan tadi? Terlalu kecil. Amalan kita tidak sanggup sama sekali untuk menebus tiket Al jannah walaupun seumur hidup anda gunakan untuk beribadah. Mengapa? Karena nikmatnya Al jannah adalah sesuatu yang luar biasa. Mari kita lihat FirmanNya dalam Al Baqarah ayat 25 berikut:

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya (QS Al Baqarah 2:25)

Subhanallah, Maha Suci Engkau Ya Allah, sekiranya kami telah dholim dan khilaf, maka mohon ampunanMu untuk kami. Sekiranya kami telah mentaatiMu, tolonglah supaya kami kuat dan selalu istiqomah di jalanMu. Tidak ada kekuatan di alam semesta ini yang dapat menandingiMu dan kami umat manusia adalah lemah.


Ditulis dalam Keluarga, hadist
Tags: ,
Halaman Berikutnya »