Isu-isu Seputar Payroll (2)

oleh : Jaiman, SE, MM

Skill Payroll Officer

Seorang payroll officer membutuhkan skill yang handal, agar dapat menghasilkan laporan payroll yang akurat dan realible. Pada dasarnya payroll juga memiliki kebijakan zero error, sama dengan yang dilakukan oleh Departeman operation yang menetapkan zero defect.

Buku ini diawali dengan menyajikan empat pilar payroll, di mana empat komponen ini menjadi unsur pokok sebagai penyangga aktivitas payroll supaya berjalan dengan efektif. Keempat peyroll tersebut adalah, 1) SDM, 2) pajak 3) asuransi dan pensiun 4) akuntansi. Mengapa kami sajikan dengan cara seperti ini? Penulis menyadari bahwa keunikan payroll harus diurai dengan cara yang paling sederhana, semua kerumitan yang bisa disederhanakan akan kami paparkan dengan grafik, gambar, tabel, atau flowchart sedemikian rupa, sehingga pembaca tidak perlu membayangkan sebagai aktivitas rumit.

Dengan cara demikian payroll menjadi menarik, apalagi bahasannya disambungkan dengan sisi asuransi, & pensiun, dan keuangan yang jarang disadari oleh para praktisi manajemen sumber daya manusia. Kami berharap dengan membaca buku ini, kesadaran kita untuk menghargai aktivitas lain semakin baik, karena mungkin apa yang kita pikirkan selama ini tidak fair. Semua aktivitas di dalam perusahaan berpengaruh besar dan tidak ada yang mubazir. Semua aktivitas penting, dan apresiasi layak kita berikan kepada mereka.

1.2. Profesi Payroll Officer

Payroll officer berperan penting dalam implementasi payroll yang baik. Tidak cukup hanya mampu mengoperasikan payroll, input data, proses, laporan, dan menyimpan data sesuai dengan spesifikasinya. Pemahaman kontekstual berperan penting, yaitu  memahami siklus payroll pada espek-aspek doniman yang membentuk bangunan payroll secara utuh. Pada bahasan selanjutnya, buku ini akan mengupas lebih detail aspek kontekstualnya sebagaimana kami maksud.

Sama saja dengan profesi yang lain, seorang payroll officer memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai dengan standar operasional prosedur  (SOP) di perusahaan.

Kreteria yang harus dipenuhi oleh seorang payroll officer yaitu:

  1. Integritas, yaitu kejujurannnya untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya
  2. confidential
  3. memahami proses payroll secara utuh, yaitu semua tahapan payroll dipahami dengan baik mulai dari data input, proses dan reporting. Pada umumnya profesi payroll officer didukung oleh perangkat lunak berupa payroll system sesuai dengn kebutuhan. Seorang payroll officer harus memahaminya.

Di Eropa dan Emerika profesi payroll memiliki asosiasi sama ddengan akuntan, lawyer, aktuaris, dokter. Asosiasi membuat standar operating prosedur untuk meningkatkan skill payroll officer. Secara berkala asosiasi melakukan sertifikasi terhadap anggotanya untuk menjamin bahwa semua payroll yang berakreditasi dapat menjalankan profesinya sesuai dengan standar profesi.

Di Indonesia payroll payroll belum memiliki asosiasi yang menampung para payroll officer. Bahkan forum diskusi yang khusus menampung para pelaku payroll belum ada. Oleh sebab itu, standar operating prosedur baku untuk profesi payroll juga tidak ada. Hal ini sangat jauh dari profesi Akuntan dan memiliki Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) atau Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ke depan profesi payroll bisa distandarisasi sehingga, para pelakunya memiliki kualifikasi handal dan profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: