AKUISISI DOT COM PALING SPEKTAKULER DI INDONESIA

oleh : Jaiman.

Dosen Luar biasa Universitas Ciputra, Surabaya

Detik.com didirikan oleh Budiono Darsono Juli 2008. Detik adalah media berita online yang paling banyak pengunjungnya di Indonesia. Saat ini hits detik dot com mencapai 2.5 juta per hari. Tentu ini adalah kunjungan yang sangat besar. Oleh sebab itu tidak heran kalau detik menjadi media iklan online paling diburu di Indonesia

Karena jumlah pengunjungnya yang sangat banyak itulah, halaman detik dipenuhi dengan iklan. Bukankah ini adalah bagian dari tujuan bisnis? Setiap ada peluang harus dimanfaatkan dengan maksimal. Bagaimana dengan pendapat pengunjung? Tentu saja dengan banyaknya iklan para netter mania merasa tidak nyaman. Space iklan yang memenuhi halaman detik adalah kritik paling banyak dilontarkan kepada detik dot com. Toh, demikian detik tetap disukai? Makin dikritik makin ngetop, semakin dibenci tambah melekat di hati

Dari mana detik mendapatkan penghasilan? Iklan. Di depan telah ditegaskan bahwa space iklan (ads apace) di detik cukup besar, bahkan mencapaii 30 persen. Pertama klik detik, anda langsung disambut iklan besar pop up. Di samping kanan atas bermunculan iklan yang bejibun. Pokoknya  detik seperti koran Jawa Pos yang 25% halamannya diisi iklan. Tapi ingat, itu yang menyebabkan detik tetap eksis. Walaupun banyak dikritik detik tidak merubah penampilannya, mengapa? Sekali lagi, iklan adalah nafas detik.com

Dalam beberapa diskusi dan seminar entrepreneurship yang digelar, Budiono memberikan tips sukses detik. Menurut Budiono tips suksesnya adalah ATM, yaitu amati, tiru dan modifikasi. Oleh sebab itu Budiono menekankan kepada entrepreneur muda untuk melakukan tiga tips-nya dan dapatkan “sukses ala detik dot com”.

Agustus 2011 detik.com (PT Agranet) diakuisisi oleh Para Group dengan kapitalisasi mencapai USD560 juta atau 520 milliar rupiah.  Dengan akuisisi ini berarti 100 persen saham detik.com berpindah managemen dan menjadi bagian dari Para Group. Para adalah group bisnis yang dimiliki oleh Chairul Tanjung (CT) yang memiliki media TransTV, Trans7, Bank Mega dan Carrefour Supermarket.

Dibanding dengan akuisisi Youtube oleh Google yang mencapai USD1.65 miliar, akuisisi detik cukup membelakkan mata kita, apalagi untuk ukuran perusahaan dot com di Indonesia, Ini adalah akuisisi spektakuler karena belum ada media dot.com yang nilai kapitalisasinya mencapai angka tersebut.

Hampir setahun sejak diakuisisi detik tidak menunjukkan perubahan yang berarti, tetapi dengan keunggulan backward and forward integration dalam Group Para, detik bisa melakukan face off. Apa yang akan terjadi dengan detik pada masa yang akan datang? Kita tunggu…

Surabaya, 11 Juli 2012

Penulis adalah Dosen Luar biasa Universitas Ciputra Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: