Mengapa kurva permintaan sloping downward?

oleh jaiman, se mm

Asumsi pertama dalam analisis permintaan adalah konsumen berperilaku realistis. Konsumen selalu ingin memaksimumkan kepuasannya. Konsumen ingin memaksimumkan kepuasan (satisfaction) pada saat mengkonsumsi barang dan jasa. Oleh sebab itu apabila harga suatu barang yang dikunsumsi mengalami kenaikan harga, maka dia akan melakukan switch, yaitu berpindah pada barang penganti atau substitusi. Misalnya harga air minum kemasan merk A naik dari Rp 10000 per galom naik menjadi Rp.15000.
Suatu rumah tangga berpenghasilan sebulan 1000.000. untuk belanja air minum sebanyak 30 galon sebulan. Berarti untuk belanja air minum dia menghabiskan gajinya sebanyak Rp 300.000. apabila harga air minum menjadi Rp 15.000 maka dia hanya bisa membeli sebanyak 20 galon saja. Misalnya diasumsikan kepuasan satu galon air merk A sebesar 100. sebelumnya total kepuasan mengkonsumsi air merk A adalah 3000 satuan. Dengan harga baru Rp 15.000 per galon kepuasan mengkonsumsinya turun menjadi 2000 satuan. Oleh sebab itu dengan perubahan harga, konsumen akan mengalihkan pada barang substitusi sehingga kepuasannya tetap maksimum.
Dengan berkurangnya jumlah konsumen yang membeli air minum merk A, maka kuantitas air minum merk A berkurang. Oleh sebab itu, bentuk kurva permintaan berbentuk sloping downward.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: