BURUH VS MAJIKAN, SETERU ABADI?

Oleh : Jaiman Paiton http://www.topspeedhelmet.com

Apa enaknya jadi majikan? Konon kata pegawai begini, “Jadi majiman enak tenan mas, bisa pegang uang banyak, bisa liburan keliling dunia dan kami yang babak belur”. Benarkan demikian? Coba anda dengar bagaimana suara majikan. “You jadi pegawai enak banget. Pagi berangkat, kerja trus pulang dan gajian tiap bulan. Enak benar. Gak kepikiran kegagalan produksi, kres dengan pelanggan, kerugian karena barang rusak, gangguan stabilitas ekonomi dan masih banyak lainnya. Wah, enak bener deh jadi pegawai gak ada kepikiran resiko bisnis”

Sejarah juga membuktikan bahwa dikotomi kaum buruh dan majikan makin mengkristal dengan munculnya golongan buruh dan manjikan. Tidak hanya di situ, pada tataran panggung politik di negara barat muncullah partai buruh dan konservatif yang pada intinya menjadi representasi dari dua kutub yang berseteru.

Di Indonesia juga demikian, perbedaan abadi kaum buruh dan majikan memunculkan asosiasi yang bernama serikat buruh dan asosiasi pengusaha. Akankah perbedaan dua kutub ini akan berlanjut sampai akhir jaman. Bisa ya bisa tidak. Bukankah perbedaab adalah sunatullah? Nah, kalau demikian jangan memaksakan perbedaan ini bersenyawa karena keduanya memang ditakdirkan demikian. Apakah ini adalah bencana? Bukan. Sekali lagi bukan. Perbedaan yang dikelola dengan baik adalah keindahan sejati sebagaimana indahnya lukisan alam semesta yang berwarna warni dari pencipta asal muasal.

Biarkan perbedaan ini menjadi rahmatan lil’aalamin. Memberikan kebaikan bagi isi alam semesta.

sopnsored by http://www.topspeedhelmet.com

Satu Tanggapan

  1. kenyataannya memang demikian bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: