NILAI AMALMU TERGANTUNG NIAT

Oleh :  Jaiman Paiton

Di sebuah milis seorang teman menulis komen, “Mas kalo ane nyolong untuk saya sumbangkan kepada fakir miskin boleh nggak ya?”. Sebuah pertayaan yang nakal tetapi menarik untuk didiskusikan.

Sobat, kalau anda melihat suatu keadaan yang tidak adil menurut persepsi anda, ada kalanya ingin mengambil harta si kikir untuk dibagikan kepada fakir yang tertindas. Saya ulangi lagi bahwa fenomena ini hanya persepsi anda. Apa yang anda pikirkan adalah karena subyektifitas pikiran saja. Apa benar bahwa orang tersebut benar-benar kikir dan menjadi musuh agama? Apakah anda tahu persis apa yang dilakukan oleh si kaya sehari-hari? Anda tidak tahu bukan.

Kalau memang anda tidak tahu secara persis mengapa berprasangka? Alangkah lebih baik anda mencari jalan yang paling baik untuk sesuatu yang baik pula. Jangan berpikir suatu perbuatan baik dari cara yang buruk. Tidak ada dasar hukumnya bahwa perbuatan baik diawali dengan perbuatan jahat. Seorang koruptor yang mensedekahkan hasil korupsinya bakal menghapus dosa-dosanya? Tidak. Tidak bisa diterima amalan seseorang yang disandarkan pada niat buruk. Sesungguhnya Tuhan menilai amalan manusia dari niatnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: