AL JANNAH, SEBUAH ILUSI

Oleh : Jaiman Paiton

Kadang saya membayangkan seperti apa surga, al jannah yang dijanjikan Tuhan kepada manusia. Pikiran saya melayang lepas membayangkan suatu tepat sangat indah yang pernah diciptakan oleh manusia. Pernah saya lihat sebuah hotel bintang lima super plus-plus yang bertajuk presidential suite dengan tarif puluhan juta rupiah. Semua fasilitas tersedia tanpa batas. Konon menurut cerita orang-orang yang bekerja di sana, “Pokoknya fasilitasnya super mewah, beberapa perabot ruangan berlapis emas, wewangian memenjakan hidung sepanjang hari. Setiap saat pelayang siap membantu apapun yang anda butuhkan”.

Di al jannah saya tidak memikirkan uang belanja, pekerjaan dan seterusnya. Al jannah hanya menyediakan keindahan super VIP. Bagiamana dengan anda? Apakah anda juga pernah memikirkannya? Wajar, semua orang boleh membayangkan al jannah. Apakah seperti ini bayangan anda? Al jannah adalah suatu tempat yang sangat tinggi, sangat istimewa yang di dalamnya menjanjikan kenikmatan yang super hebat. Kalau di dunia orang yang paling kaya bisa menikmati layanan hotel bintang lima prisidential suite, maka layanan hotel ala al jannah masih jauh lebih baik sekian kali lipat. Al jannah tidak bisa dideskripsikan dengan semua ungkapan terindah yang dimiliki peradaban manusia.

Di al jannah ada sungai-sungai eksotik yang airnya mengalir sangat jernih, sejuk dan sangat indah. Air yang ada di sana tidak bisa dibandingkan dengan jenis sungai terindah yang pernah anda jumpai. Air yang jernih mengalir adalah ilustrasi yang ditangkap oleh indera manusia. Anda bisa bayangkan bagaimana seseorang yang haus kepanasan di tengah padang pasir gersang kemudian di depannya tiba-tiba muncul sebuah sungai yang sangat sejuk dan airnya bening sekali.

Di al jannah ada kamar dan dipan-dipan yang berjajar di atas sungai yang airnta mengalir landai. Seperti apakah deretan kamar dan dipan yang digambarkan Tuhan? Adalah sebuah tempat yang sangat indah. Mungkin pikiran anda melayang pada sebuah tempat yang indah di atas bukit nan indah layaknya villa mewah. Ada view sepanjang mata memandang, berwarna hijau, biru dan warna-warna yang semakin indah dioandang dari kejahuan. Saya membayangkan sebuah vila yang megah dan besar, ada taman-taman yang indah dikelilingi oleh tetumbuhan hijau, aneka warna bunga yang menyebarkan aroma wewangian khas al firdaus. Jangan bandingkan dengan parfum termahal yang ditawarkan oleh Kota Paris, atau New York yang harganya sangat mahal. Wewangian bunga kesturi yang jauh lebih harum, lebih segar dari wewangian tarhebat racikan manusia. Di villa al jannah semua tersedia tanpa anda harus bersusah payah. Sebutkan apa saja yang anda inginkan, semuanya tersedia pada jangkauan tangan anda sendiri. Anda tidak perlu bersaing atau iri dengan tetangga, karena mereka juga mendapatkan apapun yang dia inginkan. Apa lagi yang anda inginkan selain janji bertemu Tuhan?

Di Al Jannah ada pelayan-pelayan bidadadi yang pandangannya sopan. Bidadari-bidadari siap melayani anda apapun yang anda inginkan. Anda boleh meminta layanan apapun dari bidadari karena keberadaannya disediakan bagi penghuni al jannah. Apakah anda minta layanan khusus plus-plus seperti yang pernah anda lakukan dengan istri anda? Boleh. Anda boleh melakukan apa saja kepada pelayan dan dengan senang hati mereka melayani anda. Oh my Gad, apakah anda boleh mengajaknya berkencan? Kenapa tidak, silahkan saja kalau anda berkenan, maaf selanjutnya pembicaraan disensor…

AKU MERASAKAN AL JANNAH DI RUMAHKU SENDIRI

Benarkan kita bisa merasakan al jannah di rumah dunia? Pernah saya bayangkan membangun al jannah ala rumah tangga yang kami tegakkan bersama orang terkasih pilihanku.

Jujur, saya tidak bisa membayangkan seperti apa sesungguhnya al jannah yang dijanjikan oleh Tuhan dalam pada sucinya dalam al Kitab yang mulia. Saya membaca dalam ayat-ayat-Nya, Dia janjikan tempat yang indah yang tidak pernah dibayangkan oleh umat manusia manapun. Selama manusia bisa membayangkan dalam wujud nyata di dunia maka semua lebih rendah dari al jannah. Al jannah yang dijanjikan Allah tidak mungkin divisualisasikan manusia walaupun para ilmuwan paling hebat berkumpul saling membantu.

Saya ingin menghadirkan nuansa al jannah. Mohon maaf kalau saya bertindak lancang. Sekali-kali tidaklah hendak hati ini untuk menandingi Tuhan Semesta Alam. Tidak, sekali lagi tidak ada niatan untuk menjadikan al jannah sebagai sebuah permainan manusia kercil dan bodoh seperti aku ini.

Apa yang bisa aku ekspose kepada anda sehingga bisa saya katakan bahwa baithi jannati, rumahku adalah surga hadir di dalam rumah tanggaku? Anda semua boleh berilusi seperti yang anda inginkan. Silahkan….

Satu Tanggapan

  1. kayaknya susah ya untuk mengimplementasikannya, tapi apakah mungkin bisa? bukankah didunia ini merupakan condrodimukonya para manusia, tempatnya manusia diuji untuk mendapatkan hadiah al jannah itu sendiri?
    numpang iklan ya http://hasimpci.wordpress.com/
    tuker link yuk.
    makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: