REFLEKSI BERSYUKUR

Oleh : Jaiman Paiton

Kawan, ada sebuah kisah menarik dari Negeri Sakura yang dapat menginspirasi kita semua. Jujur, saya terkesan sekali dengan kisah ini, sebuah perjuangan hidup seorang ibu dan anaknya untuk menghargai karunia hidup dari Tuhan. Pikiran baik dan berpikir positif bahwa Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, kalau kita bersyukur niscaya ada jalan untuk mensyukuri hidup, walaupun dengan keterbatasan fisik. Sekali lagi saya katakan, kisah ini luar biasa dan saya yakin anda akan mendapatkan induksi energi positif setelah membaca tulisan ini..

Dia bernama Miyuki, seorang bayi perempuan munggil yang lahir sebelum waktunya. Akibat dari proses kelahirannya yang prematur 7 bulan, Si munggil Miyuki harus menjalani perawatan inkubator selama 6 bulan. Sebenarnya kelahiran Miyuki adalah proses diluar kehendak, karena pecahnya air ketuban dan terlambat mendapat pertolongan dokter. Anda bisa bayangkan dengan berat badan sekitar 500 gram, seorang bayi pasti memerlukan perawatan ekstra cure untuk memulihkan kesehatannya. Setelah menjalani masa sulit selama 3 bulan, bayi Miyuki mulai menunjukkan perbaikan, tetapi kondisi fisiknya belum membaik. Berita buruk datang dari tim dokter, si mungil Miyuki dinyatakan buta. Sang ibu langsung shock dan lemas, “dunia menjadi gelap”. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Terbayang masa depan anaknya yang suram dan penuh penderitaan. Lama ibu Miyuki tergeletak di lantai, semua inderanya tidak merasakan apa-apa.

Tuhan telah memberikan hidup kepada buah hatinya dan karunia hidup ini harus disyukuri. Sangat berat beban yang ditanggung sang ibu dan si mungil. Dengan kekuatan ekonomi pas-pasan akhirnya dia memutuskan merawat si bayi Miyuki dengan penuh kasih sayang dan penuh tanggung jawab.

Pada suatu hari sang ibu sedang berjalan-jalan di taman sambil menggendong si mungil Miyuki yang lemah. Tiba-tiba seorang ibu melintas sambil memalingkan pandangan ke bayi mungil itu sambil berkata, “Kasihan anak ini, masa depannya suram. Dia akan menjadi beban orang lain”. Kawan, anda pasti tahu apa yang dirasakan hati seorang ibu yang mendengar ucapan seperti ini? Dia marah. Dia ingin tunjukkan kepada perempuan naif itu kalau Miyuki tidak akan demikian, “Anda tidak tahu apa-apa tentang masa depan. Jadi jangan membuat justifikasi. Silahkan pergi”. Seorang ibu yang luar biasa, dan tentu saja dia bukan kasus kebanyakan

Setelah melalui proses pendidikan yang keras dan “kejam”, Miyuki dapat mengarungi hidupnya lebih baik. Dia menjalani takdir Tuhan lebih baik dari yang pernah diperkirakan kebanyakan manusia. Saat ini Miyuki menjalani hidup sebagai anak remaja yang mendalami ilmu keperawatan. Dia dapat mengurus dirinya sendiri, mandi, menyiapkan sarapan pagi, membersihkan baju seragam dan berangkat sekolah sendiri.

Kawan, sekali lagi harus saya akui bahwa kisah ini sangat luar biasa. Sangat jarang kita menemui seorang ibu yang menerima takdir Tuhan dengan demikian tulus dan menjadikan dirinya sayang dengan hidup. Hidup adalah karunia Tuhan yang harus disyukuri. Bagaimana dengan anda?

Refleksi Syukur Kita

Kawan, mungkin anda juga pernah melihat, mendengar atau mengalami sendiri fenomena yang luar biasa. Ada kalanya anda mengalami cobaan hidup sangat berat. Problem ekonomi keluarga, penyakit, hubungan sosial dengan tetangga dan mungkin masih banyak lainnya. Saking beratnya cobaan itu seakan-akan pundak anda tidak sanggup lagi untuk memikulnya. Apakah masalah anda kemudian selesai? Ya, masalah anda bisa selesai karena anda berpikir, bekerja keras dan berdo’a kepada Allah. Allah tahu bahwa anda mampu memikul suatu beban sehingga ujian itu diberikan kepada anda. Allah ta’ala Maha Pengasih dan Penyayang, bisa jadi itu semua sebagai ujian atau teguran supaya kita senantiasa ingat kepada Allah ta’ala.

Dalam Al Qur’anul karim, Allah ta’ala berfiaman dalam urat Ibrahim,

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim. 14;7).

Seberapa besar keyakinan anda pada janji Allah? Janji Allah pasti dipenuhi. Seberapa dalam dimensi syukur anda akan janji Allah? Sekali lagi, Allah pasti memenuhi janjiNya. Jangan ragu. Yakinlah di dalam kalbu bahwa Allah akan menambah nikmat kepadamu apabila bersyukur. Jangan hanya yakin di dalam kalbu, anda perlu melafalkan dengan lisan dan memenuhinya dalam perilaku sehari hari.

Saya membaca sebuah pesan menarik dari seorang penasehat kebijaksanaan asal Australia bernama Rhonda Byrne. “Mulai sekarang juga, bersyukurlah untuk apa yang sudah anda miliki. Ketika anda memikirkan hal-hak yang anda syukuri dalam hidup, anda akan takjub pada begitu banyak pikiran yang mendatangkan lebih banyak hal yang anda syukuri”. Sedangkan Wallace Walther berpesan, “Bersyukur setiap hari adalah salah satu syarat mendatagkan kekayaan”. Kawan, rasanya tidak keliru kalau saat inu juga kita membiasakan diri bersyukur mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, bahkan di dalam tidurpun anda selalu bersyukur. Bangun pagi kita ucapkan “Alhamdulillah…” mulai tapakan kaki pertama ke lantai, kemudian langka ke dua kita ucapkan hamdallah kembali, langkah ketiga dan seterusnya. Tidak terasa setiap pagi anda meniggalkan rumah dengan ucapan syukur ratusan kali. Mari kita mulai dari sekarang !!!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: