POTENSI PAD DARI BISNIS ESEK-ESEK

Oleh : Jaiman

Kawan, tolong tulisan saya jangan dijustifikasi dulu sebagai pembenaran terhadap praktek prostitusi atau dukungan terhadap bisnis esek-esek dan pornoaksi. Saya hanya meneropong masalah ini seperti seorang pencari bakat atau seorang enterpreneur. Seorang pancari talenta biasanya memiliki naluri inovasi, melihat potensi bisnis dari sesuatu yang tersembunyi dan terlupakan oleh kebanyakan orang. Demikian juga dengan apa yang akan saya paparkan berikut ini, yaitu potensi Pandapatan Asli daerah (PAD) dari bisnis penjaja seks komersial PSK kota-kota besar di Indonesia.

DPRD kota Batam beberapa hari lalu melemparkan ide untuk mengenakan retribusi daerah sebesar 10% kepada PSK yang ada di kota itu. Dengan jumlah bar dan resto sebanyak 40 buah, masing masing bar menyediakan 30 orang PSK dan per orang berpotensi memberikan kontribusi Rp. 150.000 dikalikan dengan sebulan 30 hari, lalu dikalikan setahun 12 bulan. Total potensi pendapatan PSK Kota Batam setahun sebesar Rp. 6.5 miliar. Nilai yang sangat signifikan untuk sebuah pemerintahan kota.

Kawan, tentu saja Kota Batam adalah sebagian saja dari fenomena gunung es yang ada di Indonesia. Anda tahu bahwa di setiap kota besar semacam Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Denpasar pasti memiliki fasilitas hiburan sejenis bar, nite club atau lokalisasi yang nyata-nyata menyediakan PSK. Di Surabaya ada Dolly, Jakarta ada Kramat Tunggak, Denpasar banyak bar yang menyebar merata di semua sudut kota. Berapa potensi pajak dari kegiatan mereka? Pasti sangat besar. Sampai saat ini memang tidak ada data resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah kota-kota besar di Indonesia mengenai jumlah PSK, tetapi kalau dilakukan pendataan secara serius jumlahnya mencapai ribuan. Bulan Oktober 2009 pemerintah kota melakukan sosialisasi dan pengajian kepada PSK dan mucikari yang dihadiri oleh 2000 orang. Jumlah itu mungkin hanya sepuluh persennya saja dari keseluruahn PSK yang ada. Jadi dengan jumlah PSK yang mencapai 20 ribu potemsi retribusinya pasti sangat besar.

Mari kita hitung berapa potensi PAD Surabaya dari PSK. Jumlah PSK Kota Surabaya dewasa ini kira-kira sebanyak 20 ribu orang, setiap bulan berpotensi memberikan kotribusi Rp. 100.000, lalu dikalikan dengan setahun 12 bulan. Jadi total potensi retribusi PSK setahun adalah Rp.24 miliar rupiah. Dengan uang sebanyak itu, akan banyak fasilitas yang dapat dibangun. Kalau saja uang itu benar-benar ada dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas umum di Kota Surabaya. Kondisi yang sama juga ada di Jakarta dan Bandung, tentu saja dengan asumsi paparan saya ini bebas dari nilai dan norma.

Mohon maaf kalau tulisan saya mengusik ketenangan anda.

Salam peace

Penulis adalah pemerhati sosial tinggal di Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: