ANDA BISA, KUNCINYA JANGAN MENYERAH

Oleh : Jaiman Paiton

Seorang pemuda loper koran lulus doktor bidang ilmu komunikasi Kamis 14 Januari 2010. Dialah Bapak Basuki Agus Suparno (39 tahun) yang lulus doktor bidang ilmu komunikasi dengan predikat sangat memuaskan. Basuki adalah lulusan doktor ke 42 untuk ilmu komunikasi di Universitas Indonesia, Depok.

Tentu saja ini bukan kasus kebanyakan, mengapa? Karena Basuki adalah pribadi yang teramat sederhana dengan semangat baja. Sepanjang hidupnya Basuki pernah menjadi loper koran dan pengasong di kereta api. Luar biasa, bukan?

Apa kuncinya? Kerja keras dan percaya diri. Seandainya Basuki tidak memiliki semangan pantang menyerah, mustahin predikat tersebut dapat diraihnya.

Sebenarnya Basuki.adalah sedikit dari sekian kisah keberhasilan yang diraih dengan susah payah. Hal yang sama juga pernah dialami oleh Miyuki, seorang gadis remaja Jepang yang dilahirkan dalam kondisi prematur, dirawat di inkubator selama 6 bulan kemudian dinyatakan buta oleh dokter yang merawatnya. Bagaimana perasaan sang ibu dengan kondisi anaknya mengalami kondisi buruk? Anda bisa membayangkan bagaimana seorang ibu yang merawat anaknya yang buta dan lemah fisik. Shock, tapi tidak lama. Sang ibu segera menyadari bahwa anaknya harus mandiri seandainya sewaktu-waktu nanti dia harus pergi. Wal hasil dengan pendidikan keras sang ibu, Miyuki berhasil mandiri, bisa menyiapkan sarapan pagi, naik sepeda, ganti baju dan berangkat pulang sekolah sendiri. Bagaimana mungkin ini terjadi padahal dia buta? Bisa saja kalau mau berlatih.

Kisah yang lain adalah seorang pemuda asal Australia bernama Nick Vocijik. Nick terlahir dalam kondisi cacat. Tidak punya tangan, kedua kakinya kecil, pendek dan tidak normal hanya sepanjang, 25 cm. dengan kerja keras dan pendidikan kasih sayang luar biasa dari orang tuanya, Nick menjadi seorang pemuda yang tangguh. Dia dapat berenang, selancar air dan bermain golf. Bagaimana mungkin dia tidka punya tangan dan kedua kakinya cacat? Bisa saya karena Nick seorang anak yang happy dan belajar. Apa semboyan dia “Kalau saya gagal, saya coba lagi, gagal, coba lagi sampai bisa.” Ada satu pesan Nick yang patut kita renungkan, “Saya bersyukur karena memiliki orang tua yang baik dan sayang kepada saya, teman dan kolega yang baik dan penolong. I love a life, I am happy, I am not worry” Bagaimana dengan anda?

Kita semua bisa, anda bisa, pasti bisa. Jangan menyerah

Satu Tanggapan

  1. siip.., kadang saya sering mrasa malu sendri jika membaca kisah2 sprti ni…

    thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: