AL JANNAH HAK ALLAH MUTLAK

Oleh : Jaiman Paiton

Suatu hari saya coba menghitung-hitung berapa kali saya melakukan sholat jamaah di masjid dan di kantor. Saya renungkan sesaat, kemudian saya bandingkan dengan beberapa teman-teman saya di kantor atau di rumah. Dalam hati ada perasaaan bangga. “Saya telah melaksanakan sholat jamaah lebih banyak daripada si fulan ini dan itu. Berarti saya lebih baik daripada dia”. Ada rasa meremehkan si fulan ini, mungkin imannya rendah, mungkin si fulan itu munafik saja. Sesaat kemudian saya tersentak, “Astaqfirullah, Astaqfirullahal azdim…..  Mohon ampunanMu ya Allah. Saya telah melakukan sesuatu yang salah. Saya menilai diri saya sendiri lebih baik daripada orang lain”.

Apakah rasa lebih baik, lebih alim dari orang lain tidak dibenarkan? Kalau saya memang lebih baik daripada si fulan mungkin tidak masalah, tetapi masalahnya adalah tidak ada jaminan bahwa saya lebih baik daripada orang lain. Pendapat saya adalah berdasarkan apa yang saya lihat, saya dengan dan saya rasakan. Sedangkan daya pendengaran, penglihatan dan daya rasa saya sangat terbatas. Bahkan bisa dipastikan bahwa daya penglihatan dan pedengaran manusia hanya sebatas pada yang ada di sekitar saja, padahal kejadian yang ada di dunia ini teramat banyak di luar jangkauan saya.

Terlintas lagi di pikiran saya, Allah Swt akan menghadiarkan Al jannah nan indah kepada saya karena telah menjalankan perintahnya. Benarkan demikian? Tidak ada jaminan. Bahwa Allah memerintahkan manusia berbuat baik, berbuat adil, mencintai sesama manusia, saling menolong adalah untuk manusia. Sekali lagi, bahwa perbuatan baik yang anda lakukan bukan untuk Allah. Allah tidak bertambah kekuasaanya dengan perbuatan baik semua umat manusia dan sebaliknya, Kekuasaan Allah tidak berkurang secuilpun seandainya semua manusia di muka bumi membuat kerusakan. Sekali-kali Allah tidak membutuhkan amalan manusia, justru yang membutuhkan perbuatan baik adalah manusia itu sendiri.

Apakah al jannah adalah hadiah bagi orang sholeh dan sholeha? Tidak selalu. Yang pasti Al jannah adalah milik Allah ta’ala Tuhan Semesta Alam. Karena Allah adalah Sang Pemilik, maka Dialah yang berhak menentukan siapa-saiapa yang akan dipilih. Memang Allah menentukan indikator yang harus dipenuhi oleh umat manusia untuk mendapatkan tiket tersebut. Secara umum siapa saja yang memenuhi kriteria Al Jannah bakal mendapatkan tiketnya. Walaupun demikian, Sang Pemiliklah yang paling berhak memilih siapa-siapa yang dikehendaki. Kekuasaan Allah mutlak. Sholat anda yang lima waktu berjamaah, ditambah sholat rowatib, ditambah puasa ramadhan, puasa senin kamis, zakat dan sedekah dan haji. Bahkan disela-sela malam anda melaksanakan sholat tahajjud.

Adakah jaminan pasti masuk Al jannah karena amalan-amalan tadi? Terlalu kecil. Amalan kita tidak sanggup sama sekali untuk menebus tiket Al jannah walaupun seumur hidup anda gunakan untuk beribadah. Mengapa? Karena nikmatnya Al jannah adalah sesuatu yang luar biasa. Mari kita lihat FirmanNya dalam Al Baqarah ayat 25 berikut:

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya (QS Al Baqarah 2:25)

Subhanallah, Maha Suci Engkau Ya Allah, sekiranya kami telah dholim dan khilaf, maka mohon ampunanMu untuk kami. Sekiranya kami telah mentaatiMu, tolonglah supaya kami kuat dan selalu istiqomah di jalanMu. Tidak ada kekuatan di alam semesta ini yang dapat menandingiMu dan kami umat manusia adalah lemah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: