ATASAN HARUS HARGAI BAWAHAN

Sumber : Kompas

Jangan sembarangan bicara keras-keras atau berjalan-jalan dari meja ke meja dan menyapa rekan kerja yang sedang sibuk. Ditambah dengan fakta betapa messenger dan email telah mendominasi pola komunikasi di tempat kerja, suasana lingkungan kerja dewasa ini dirasa minim akan sikap saling menghargai satu sama lain.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Workplace Intelligence Unit dan lembaga konsultan Forward Thinking di AS menyimpulkan bahwa sekitar separo dari karyawan merasa kurang dihargai oleh pemimpin mereka. Jajak pendapat dilakukan atas 360 kaum profesional termasuk kalangan manajemen senior, dan secara umum menyoroti merosotnya nilai-nilai saling menghargai antarsesama dalam lingkungan tempat kerja.

Sebagian besar karyawan menilai bahwa orang yang datang terlambat dalam meeting berarti tidak menghargai orang lain, dengan 4 dari 10 menilai, orang-orang seperti itu –atau yang suka membatalkan pada menit-menit terakhir– tidak menghargai waktu.

Sepertiga karyawan menegaskan bahwa saat ini mereka melihat, lingkungan kerja tidak memperlihatkan “respect” antara satu orang dengan yang lainnya, dan menurut mereka hal itu merupakan masalah utama dalam di tempat kerja dewasa ini.

Survei menemukan, pada dasarnya sebagian besar orang senang berbuat saling membantu sesama rekan kerja di kantor. Namun, ketika bicara tentang bentuk komunikasi paling lazim di tempat kerja saat ini, jawabannya adalah email –melampuai jawaban “tatap muka langsung” dan “pembicaraan via telepon”.

Direktur Forward Thinking dan salah satu pendiri Workplace Intelligence Unit Ann Brewin mengingatkan, minimnya peristiwa tatap muka langsung di tempat kerja bisa menggerogoti kualitas komunikasi dan interaksi antarkaryawan dan pemimpin dengan anak buah.

“Interaksi sehari-hari merupakan bentuk pembelajaran informal yang jauh lebih efektif dibandingkan dengan implemetasi bentuk-bentuk pelatihan formal,” ujar dia.

Sebesar 44% karyawan merasa bahwa menganggu konsentrasi kerja orang lain misalnya bicara keras-keras di telepon atau ngobrol dengan teman di bangku merupakan masalah besar.

Masalah lainnya, banyak karyawan merasa bahwa kantor tempat mereka kerja tidak memiliki cukup ruang untuk pertemuan-pertemuan informal, sementara 16% berpikir bahwa kolaborasi antaranggota tim kerja mereka tidak bagus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: