RIGHT OR WRONG, OUR COUNTRY

Oleh : Jaiman Paiton

Secara pribadi saya sangat prihatin dengan ulah pejabat dan cendekiawan negeri ini. Coba kita lihat yang telah mereka lakukan. Mereka sering berantem, banyak omong, menyalahkan orang lain, bahkan menghina dengan kata-kata yang kotor. Tayangan debat tokoh yang harusnya membuka wawasan dan pencerahan bagi publik justru menjadi ajang “debat kusir” yang tidak mendidik sama sekali. Dari debat ini, akhirnya rakyat tahu kualitas keilmuhan tokoh yang pernah dikaguminya. Pernah juga ada tayangan debat di TV swasta yang hampir saja menyebabkan kontak fisik antar pendukung, seperti preman yang tidak berpendidikan. Anda tahu siapa mereka? Tenyata mereka adalah pejabat negara yang biasanya dipanggil “yang terhormat”.

Terakhir muncul sebuah buku kontraversi bertajuk “Membongkar Gurita Cikeas-Di Balik Skandal Bank Century”. Jujur, saya belum baca isinya, tetapi sepertinya kita makin terbawa arus retorika semu yang menjauhkan diri dari kerja dan berkarya nyata. Kita hanya jadi juara ngomong, juara membual dan sedikit kerja. Kapan negara ini menjadi makmur? Kapan negeri tercinta ini dapat bersaing dengan negara-negara tetangga yang sudah menghasilkan karya nyata. Coba lihat China yang sudah membuat kereta paling cepat di dunia, padahal mereka mulai dari bawah lalu meroket menembus angkasa menyalip Amerika dan Eropa, Jepang, India, Malaysia dan negara manapun

Benar atau salah ini negara kita. Seperti yang pernah dikutip seorang tentara pemberani Amerika bernama Stephen Decatur, Jr “Right or wrong, our country” Kita mesti bangga dengan negeri sendiri. “Ini negeri kita bung, baik atau buruk Indonesia adalah negeri kita”. Benar kita bilang benar, salah kita bilang salah, tetapi akankah kita larut dalam kekerdilan diri karena masih ada korupsi dan makelar kasus?

Berita yang berlebihan bisa berbahaya bagi generasi muda negeri ini. Ingat, generasi mudah negeri ini banyak yang berprestasi, tapi mereka dilupakan. Prestasinya dianggap remeh, padahal mereka sangat hebat. Saya khawatir mereka menjadi minder dan tidak pede sehingga takut berinovasi, takut bersaing dengan orang asing. Salah atau benar, ini negeri kita Bung, “Ayo berkarya. Jangan terlalu banyak membual”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: