ALLAH TIDAK BUTUH AMALANMU

Oleh : Jaiman Paiton

Allah Mahakaya, Mahapemurah, Mahasegalanya. Apapun bisa dilakukan Allah Swt. tanpa bantuan siapapun dan kapanpun. Bahkan dunia dan isinya yang menurut pandangan manusia sangat berharga, bagi Allah tidak bernilai sedikitpun.

Dikisahkan, suatu Hari Rasulullah Muhammad Saw. sedang berjalan melintasi gurun gersang bersama beberapa sahabat. Tiba-tiba Baliau berhenti di tepi jalan untuk menghampiri seekor bangkai domba yang terkapar di tepi jalan itu. Dengan tongkatnya, Rasul mengangkat bangkai domba tersebut sambil berkata “ sepuluh dirham, siapa mau beli?” Semua sahabat terdiam tidak ada yang menanggapi ucapan Rasul, bahkan mereka terheran-heran. Karena tidak ada sahabat yang berminat. kemudian Rasul berkata lagi “Lima dirham, siapa mau bayar?”. Sahabat masih terdiam dan semakin heran dengan apa yang dilakukan Rasul. “Satu dirham, ada yang mau bayar?”. Tetap tidak ada suara. Kemudian seorang sahabat menjawab “ Wahai Rasulullah, jangankan dengan satu dirham, walaupun engkau berikan kepada kami dengan cuma-cuma, niscaya kami tidak akan ada yang berkenan”. Lalu Rasul Saw. berkata “Demikianlah Allah melihat dunia dan isinya”

Dunia yang selama ini kita kejar mati-matian ternyata bagi Allah sama dengan seekor bangkai donba. Apa artinya seonggok bangkai? Apa yang kita inginkan dari seekor bangkai domba? Tidak ada kecuali kita hanya ingin membuangnya sejauh-jauhnya supaya tidak menjadi kotoran yang menimbulkan bau busuk dan  merusak keindahan alam semesta.

Berkali-kali Allah menegaskan bahwa sekecil apapun amalan baik yang kita kerjakan mendapat balasan dariNya, pun demikian kalau kita melakukan perbuatan buruk, sekecil apapun juga dicatat oleh Allah sebagai perbuatan dosa. Keduanya tidak pernah luput dari pantauan Allah karena kuasaNya tidak dibatasi ruang dan waktu. Manusia tidak bisa sembunyi dengan cara pergi ke atas gunung, hutan belantara, masuk ke perut bumi atau pergi ke raung angkasa. Tetap saja Allah akan mengetahui semuanya tanpa batas, bahkan apa yang kamu niatkan di dalam hati, Allah pun mengetahuinya.

Saat ini mungkin kita masih ragu dengan pahala yang dijanjikan, karena tidak bisa dinikmati di dunia. Tetapi memang itu kehendak dan kuasa Allah seperti kuasanya bumi dan isinya yang selalu mendapatkan rezeki cukup dari Allah. Allah membuka pahala melimpah, gunakan sebelum menyesal. Contoh gampang dan sederhana, shalat dua rakaat fajar sebelum subuh berpahala lebih besar dari pada dunia dan isinya. Kita tahu isi dunia ini sangat besat, ada tumbuh-tumban dan buahnya, sayur mayur, tambang, peternakan, laur dengan segala binatang di dalamnya. Perut bumi dengan segala jenis bahan tambang, wanita dan kenikmatan lainnya. Hanya dengan lima menit shalat fajar, Allah memberikan pahala lebih besar dari dunia. Wah, seberapa besar pahala ini?

Kasihan bagi mereka yang tidak mengerti dengan hal ini. Sepanjang hidup hanya digunakan untuk mengumpulkan harta sebanyak banyaknya, bersenang-senang dengan harta dan wanita seolah-olah semuanya adalah kebahagiaanya yang  sesungguhnya. Untuk mendapatkan harta dunia yang melimpah, akhirnya cara apapun dilakukan asalkan mendapatkan harta. Korupsi, kolusi, suap, tipudaya, merampok, memalak, menggarong dilakukan untuk mendapatkan harta materi. Di dunia boleh saja dia berbangga di hadapan manusia karena mendapatkan tepuk tanggan dengan sambutan karpet merah di atas panggung sambil menebarkan senyum kepada semua hadirin. Anggur merah plus wanita cantik melayani dengan sopan seolah dia menjadi pahlawan yang kembali dari medan perang. Akhirnya banyak orang yang menyebut namanya sebagai orang yang berhasil dan patut diteladani.

Pada akhirnya waktu membuktikan bahwa semua materi yang dikumpulkan adalah hasil korupsi dan illegal logging. Senyumnya yang menebar di hadapan hadirin setiap saat, kini menjadi pandangan sendu ke bawah tanpa senyum, bahkan tangan yang biasanya melambai-lambai di depan kamera TV kini tertangkup di belakang punggung karena borgol polisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: