BANAR DAN SALAH, DUA KUTUB YANG TERPISAH

Oleh : Jaiman Paiton

Bolehkan kita mencuri, curang atau melukai orang lain karena terpaksa? Tidak. Tidak ada dalil apapun yang memberikan pembenaran pada perbuatan jahat sekalipun dalihnya adalah menolong orang lain.. Misalnya ada seseorang mencuri sepeda motor lalu tertangkap tangan. Setelah ditanya oleh polisi dalam investigasi mengatakan bahwa dia mencuri karena tidak punya uang dan belum makan dua hari, atau untuk kebutuhan istrinya yang mau melahirkan.

Coba kita simak lebih jernih. Mencuri jelas-jelas perbuatan jahat. Tidak bisa kita memberikan toleransi kepada siapapun yang melakukan perbuatan buruk dan jahat. Tidak ada justifikasi bahwa perbuatan jahat bisa ditoleransi. Perbuatan jahat adalah jahat. Kejahatan sekecil apapun tidak bisa dijadikan hujjah untuk menutupi noda hitamnya. Kejahatan adalah hitam, dan kebaikan kesucian hati.

Ada seseorang membuat hujjah. “Sebenarnya kami telah berbuat baik puluhan tahun, lalu lenyap ditelan angin karena khilaf, apakah ini adil?”. Pertanyaan yang seolah-olah benar, tetapi sejatinya dua hal yang terpisah. Kejahatan adalah kejahatan dan berbuat baik adalah kewajiban. Jadi sekecil apapun kejahatan yang anda lakukan tetap namanya kejahatan dan harus diberikan pinalti.

Sama juga dengan anda yang bekerja sebagai pegawai di perusahaan. Tidak ada toleransi bagi perbuatan jahat, seperti korup dan menerima suap. Setiap perbuatan curang adalah pelanggaran terhadap integritas. Pelanggaran terhadap integritas adalah pelanggaran besar dan serius, oleh sebab itu siapapun yang melakukan pelanggaran wajib dihukum. Tidak boleh mencampuradukkan antara prestasi dengan pelanggaran aturan. Sekalipun seorang pegawai berbakat, kalau melakukan pelanggaran terhadap kode etik bisnis, harus diberikan sanksi. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi.

Mengapa hal ini perlu saya luruskan? Karena beberapa legenda yang dianggap sebagai cerita teladan memberikan ilustrasi menyesatkan. Saya katakan menyesatkan karena mencampur adukkan antara perbuatan jahat dengan kebaikan. Misalnya legenda Robinhood, yang merampok kemudian hasilnya dibagikan kepada penduduk yang miskin. Di Jawa Barat ada legenda Si Pitung, yang suka merampok orang kaya pelit untuk dibagikan kepada penduduk miskin dan kelaparan. Sekali lagi, intisari dari legenda ini tidak bisa dipertanggungjawabkan karena perbuatan jahat dan baik tidak bisa disandingkan. Dosa dari perbuatan jahat tidak bisa terhapus oleh perbuatan baik dari hasil kejahatan. Seorang pencuri adalah jahat, kalaupun dia bagikan hasil curiannya kepada fakir miskin, tetap saja dia adalah orang jahat.

Satu Tanggapan

  1. semoga negeri ini bertindak dengan benar….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: