BISNIS DAN SEDEKAH

Oleh : Jaiman Paiton

Sabtu dan minggu bersama keluarga. Inilah saat paling menyenangkan bagi kita. Bermain dan bercengkerama dengan sibuah hati adalah momen yang paling berharga. Sedemikian berartinya momen ini, tidak ada materi lain yang bisa disandingkan dengan kebersamaan dengan keluarga.

Sebuah tantangan muncul silih berganti antara menemani keluarga dengan bisnis dan nilai kepuasan lain. Aku ingin memanfaatkan momen luang ini untuk bisnis yang menjanjikan sejumlah nilai rupiah dan ikhtiar untuk membantu sesama. Sorry, agak religius. Kayak ceramah subuh Mas.

Seorang teman mengatakan “Bisnis tidak hanya menggiurkan karena sejumlah nilai uang, tapi bisnis akan membantu sejumlah orang yang ada di sekeliling kita. Bayangkan kalau ada lima orang yang bekerja kepada anda, kemudian masing-masing dari mereka memiliki keluarga, istri dan satu anak. Ini berarti anda sudah membantu lima belas orang. Anda sudah meringankan beban hidup lima belas jiwa, bukankah ini luar biasa?”

Saya berpikir lagi, “Aku kira pendapat teman saya benar. Dengan membuka bisnis saya bisa membantu orang lain. Bukan hanya itu, apabila kelima keluarga tadi bisa bersedekah dan membantu tetangganya, bukankah aku patut bersyukur?. Kalau kemudian anak-anak mereka bisa menempuh pendidikan sampai ke jenjang ideal, tentu aku juga patut bersyukur”. Akhirnya kuputuskan aku hendak membuka bisnis dengan tujuan yang lebih mulia daripada hanya pundi-pundi rupiah.

Bisnis apa, mulai  dari mana?

Pertanyaan yang selalu dipikirkan oleh siapa saja yang akan memulai usaha. Cerita bisnis sesungguhnya beragam. Misalnya Kolonel Sanders yang menciptakan KFC bermula dari hobby masak, kemudian menciptakan resep yang digemari oleh semua orang di seantero jagad. Sauchiro Honda Juga demikian, berawal dari kegemarannnya pada mesin dan teknik dia memulai bisnisnya dari bengkel sederhana yang akhirnya menjelma menjadi pabrikan mobil raksasa di Jepang. Larry dan Sargei pencipta search enggine paling top, Google mengawali bisnis dari kemampuan akademisnya di bidang matematika logika super cerdas. Saat ini Google masih digdaya di jajaran top one search enggine paling berpengaru. Bob Sadino lain lagi, dia memulai bisnis karena tekanan ekonomi keluarga yang berat, menuntut dia melakukan bisnis serba apa adanya. Bob sukses dan bisnisnya merambah bidang makanan sampai  properti. Mereka semua orang hebat dan memberikan manfaat kepada banyak orang. Luar biasa, hebat sekali.

Bisnis apapun oke, bisa berkembang kok. Kuncinya ketekunan, inovatif, dedikasi, pantang menyerah, integritas dan komitmen. Ini artinya bisnis bisa diawali dari mana saja, bisa dari hobi, kemampuan akademis, atau bahkan keterpaksaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: