RAMADHAN, BULAN ANTI KEKERASAN

Oleh : Jaiman Paiton

makanan 1

Momen puasa bisa dijadikan Bangsa Indonesia untuk melawan kekerasan yang ditebarkan kaum teroris. Stempel Islam yang dijadikan tameng oleh para teroris bisa kita bantah dengan kedamaian yang kita ciptakan pada Bulan Ramadhan 1430 H.

Mengapa Ramadhan penting? Karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, sehingga hitam dan putihnya negeri ini mencerminkan perilaku penduduknya. Wahai Umat Islam Tanah Air, sekarang waktunya kita tunjukkan kepada dunia bahwa Umat Islam cinta damai, Penduduk Indonesia bisa menjadi rahmat bagi alam semesta.

Selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam di manapun berada. Mari kita ciptakan Bulan Ramadhan yang teduh penuh barokah dan cinta damai. Sekedar pinjam istilah Mbah Surip Almarhum “I love you full

Satu Tanggapan

  1. Numapng lewat. Jangan dihapus, Kawan. Untuk kita hayati dan sadari. Perlukah kita banyak-banyak media tetapi isianya sampah dan iklan-iklan jorok obat2an dan perdukungan serta bertabiban janji2 pengumbar napsu birahi, memperpanjang si “burung” lelaki dan menyempitkan “apem” si perempuan misalnya? Ini hanya satu sudut rusaknya media yang membolehkan iklan-iklan seperti itu. Masih banyak lagi.

    Yang jelas disini, anda kita semua harus bicara! Di antara lain:

    http://forumpemirsametrotv.wordpress.com/ atau http://forumpemirsatvone.wordpress.com/ atau http://forumtvdanradio.wordpress.com/ atau http://forumpendengarrri.wordpress.com/ . Selamat berjuang dan menyusun kata-kata.
    Silahkan bikin komentar banyak2 di website berikut ini kawan agar publik mendapat manfaat media itu lebih maksimal da bukan hanya medianya yang mengeruk untung besar dari memainkan emosi publik hanya dihibur dengan liputan-liputan semu tanpa adanya jera oleh oknum-oknum dalam pemerintahan.
    Lihat comment2 mereka limayan bagus2 dan kritis. Dunia global adalah dunia kata-kata, dunia menulis, anda bisa latihan bebas dan aman di sini, itulah makna besar demokrasi, anda yang ogak pakai nama asli bisa juga pakai nama samaran, inilah dunia yang terbuka dan bebas.
    Anda harus katakan bila anda melihat hal-hal luput dari mata media. Buat komentar atau tunjukkan fakta dan apapun di websites di bawah ini. Apakah anda rajin atau tidak memantau radio atau TV pun tidak terlalu penting lagi. Apapun masalah yang menyangkut publik, kepentingan hidup kita semua, atau sudut pandang media yang tidak cerdas tidak jelas, tidak memebri efek jera dan terkesan ngambang, perlu anda tunjukkan dan kalau perlu anda hajar disini juga, di: http://forumpemirsametrotv.wordpress.com/ atau http://forumpemirsatvone.wordpress.com/ atau http://forumtvdanradio.wordpress.com/ atau http://forumpendengarrri.wordpress.com/ . Selamat berjuang dan menyusun kata-kata.

    Oh iya dan ini Anita seorang kawan kita punya sebuah comment/artikel, dia menulis cukup bagus dan mencerdaskan:

    Judulnya, GITU SAJA KOK REPOT. Logika LAKSMANA memang tak jelas dan NGAWUR. Saat ditanya dalam acara Metro Pagi 16 Feb 2011, bertajuk Ancaman vs Wibawa Pemerintah, apakah UU Anti Subversi atau semacam ISA (Internal Security Act) milik Malaysia diperlukan di Indonesia? Perlu, katanya. Ia lalu mengatakan, tetapi UU seperti itu di masa lalu disalahgunakan. Dari dua kalimat tersebut saja logika Laksmana kacau. Laksmana adalah pakar hukum pidana tetapi tak mampu menyusun nalar yang logis.

    Jelas UU Subversi tidak boleh ada lagi, sebab UU seperti itu akan memberi keleluasaan sebuah pemerintah menyalahgunakan kekuasaan atas nama UU itu. Di Mesir saja, misalnya, UU itu barusaja, dan sudah, dilempar ke tong sampah, karena selama ini disalahgunakan juga oleh pemerintahan Husni Mubarak, selama 30 tahun! Dulu di sini sama, disalagunakan oleh Pak Harto selama 32 tahun! Untuk apa kayak strika, bolak-balik?

    Presenter Metro TV pagi itu, maklum lulusan sekolah jurnalistik kelas Lenteng Agung, tolol. Ia tidak mikir untuk apa pertanyaan tolol itu ditanyakan. Semua sudah jelas sedari awal. UU seperti itu adalah warisan negara totaliter negara komunis dan sering kali masih dimanfaatkan rejim-rejim penindas umumnya di negara-negara berkembang. Jadi enggak perlu dan enggak ada gunanya, untuk tidak mengatakan tolol berat, kalau lagi-algi mau kembali ke masa lampau itu? Itu justru akan, lagi-lagi, membantu dan memberikan dukungan kepada pihak-pihak yang memiliki agenda untuk memudahkan jalan bagi kemungkinan dibuat dan disahkannya UU tersebut. Syetan dan nalar mana lagi yang membolehkan?

    Masalah kekerasan baru-baru ini sangat jelas by design (diciptakan). Oleh siapa, tanyalah pada rumput yang bergoyang!!! Tentu bisa merupakan rekayasa untuk seperti banyak kata orang yaitu untuk mengalihkan isu. Melihatnya mudah. Jika kejadian seperti ini terus dibiarkan oleh pemerintah maka itu jelas rekayasa!
    Jadi tak perlu dengan apalagi UU Anti Subversi. Jelas perbuatan dalam kasus kekerasan atas nama Ahmadiyah diklaim sesat adalah perbuatan melanggar hukum, anti kemanusiaan, anti Pancasila, dan melanggar berat HAM, yang dilakukan DENGAN SENGAJA dan TERENCANA. Tambah lagi? Ada yang menggerakkan. Sangat nyata. Lihat! Ada tanda pita biru dikenakan oleh setiap pelaku kriminal itu. Itu jelas murni kejahatan. Kenapa terjadi?

    Ini semua karena aparat hukum yaitu kepolisian adalah sangat lemah. Sebuah negara atau pemerinatah akan berwibawa di mata rakyatnya dan rakyatnya mednapat rasa aman tenteram jika kekerasan dengan kedok ats nama dan alasan apapun, yang dilakukan oleh organisasi massa main hakim sendiri manapun, tidak dibiarkan oleh aparat polisi. Itu kuncinya. Aparat polisi harus menegakkan hukum. Kembali, apakah perlu UU Subversi?

    Tidak perlu, Monyong !!!. Cukup sekali hanya dengan KUHP dan KUHAP. Di Amerika dan Israel, dan harusnya juga di Indonesia, pelaku kekerasan, teroris sekalipun, cukup dijerat hanya dengan Crimnal Code, UU Hukum Pidana (KUHP). Itulah kecerdasaran Amerika dan Israel. Kuncinya sebetulnya ada di tangan penegak hukum terutama polisi.

    Dengan UU biasa, KUHP, Tolol !!! Tapi dengan syarat, ini krusial, polisi menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan benar, polisi harus menjalankan fungsi dengan baik, sementara aparat hukum kunci lainnya (jaksa dan hakim) juga harus berfungsi dengan baik, pasti pelaku-pelaku kekerasan seperti itu gampang sekali dijerat, bahkan dapat dipenjara seumur hidup atau dengan hukuman mati. Mereka sudah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam tindak pidana dalam rumusan di KUHP, karena dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain juga dengan perencanaan. Jadi ada-ada saja kalau harus kembali ke UU Subversi. Selain itu ada juga jalan lain di luar KUHP. Pemerintah SBY harus segera membubarkan organisasi massa yang melanggar hukum. Gitu saja kok repot! (Anita).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: