TIPS MEMULAI BISNIS DENGAN AMAN

Oleh : Jaiman Paiton

Tulisan ini merupakan tips sederhana yang bisa anda praktekkan, mudah dan murah. Bagi anda yang sudah jenuh dengan gaji bulanan dan ingin mengembangkan bisnis mandiri, tips saya ini mungkin bisa membantu. Kalau tips ini dirasa kurang yahut, tidak masalah, minimum saya telah berbagi pengalaman.

Tips ini terutama ditujukan bagi anda yang saat ini sedang menjalani profesi di perusahaan sebagai pegawai.

Sebagai pegawai, kita telah merasakan enaknya mendapat gajian rutin setiap bulan dan tidak perlu memikirkan sesuatu yang berat. Sebagai karyawan kita cukup menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan mendapat jatah gaji bulanan. Rasanya zona ini sangat aman. Zona yang pernah kita mimpikan pada waktu kuliah atau lulus dari kuliah. Zona aman yang kita idamkan berada di genggaman, so be cool man….

Tapi bagi anda yang menginginkan tantangan lebih, maka zona aman, bukan pilihan yang menarik. Zona aman yang kita pertahankan mati-matian dan membanggakan sesungguhnya hanya kamuflase. Zona aman ini sewaktu-waktu bisa menjadi zona merah yang menakutkan, apalagi kalau perekonomian dunia gonjang-ganjing dilanda resesi. Seperti yang terjadi pada akhir tahun 90-an , kemudian berulang lagi tahun 2008 dan seterusnya. Jadi kalau sudah demikian siapa yang bakal menjadi dewa penolong? Bukan perusahaan anda, bukan pula orang lain. Hanya diri anda sendiri yang bisa menyelamatkan. Oleh sebab itu berbuatlan sesuatu yang bisa menyelatkan anda dan keluarga. Apa yang perlu kita lakukan?

Oke saya ingin meyelamatkan diri saya sendiri. Saya ingin mendapatkan penghasilan yang layak untuk menopang ekonomi keluarga. Syukur-syukur kalau bisnis kami bisa berkembang baik dan menjadi sumber perekonomia utama. Ini artinya saya bisa meninggalkan perusahaan dan memulai jalan hidup lain yang lebih baik. Tidak fair kalau anda tetap bertahan diperusahaan sementara pikiran dan tenaga anda terbagi untuk yang lain.

Bagaimana supaya bisnis saya bisa berkembang sementara saya juga bekerja di perusahaan?

¨       Tentu saya pilihlah jenis bisnis yang tidak menuntuk perhatian full time. Dengan adanya teknologi komunikasi canggih saat ini, anda bisa mengalokasikan waktu dengan baik, sehingga semua bisa tertangani dengan baik dan cepat. Cukup dengan telepon anda bisa mengawasi pegawai yang menjalankan bisnis tersebut. Lebih mudah lagi apabila lokasi bisnis anda berada di dekat tempat kerja, sehingga kehadiran anda akan membantu perkembangan bisnis tersebut.

¨       Ada satu hal yang sangat menarik untuk dicermati, yaitu apabila istri/suami berada di rumah, tentu akan menjadi resources yang sangat bermanfaat untuk perkembangan bisnis ini. Mislanya istri anda yang selama ini mengurus anak, bisa anda ajari untuk menjalankan bisnis dengan binbingan yang cukup. Istri anda menjadi tenaga kerja yang tepat untuk memulai bisnis.

¨       Kalau bisnis anda kurang berkembang karena anda tidak bisa full time, berarti anda harus memberikan alokasi waktu yang lebih banyak. Usahakan setiap weekend dan momen penting ambil cuti satu atau dua hari untuk mengurus klien atau meeting dengan kolega. Memang konsekuensinya anda akan mengambil waktu lebih banyak lagi. Dalam bahasa pebisnis, pada saat itu posisi kaki anda berada di dua kapal, yaitu kaki kiri di perusahaan dan kaki kanan di bisnis baru anda.

¨       Setelah bisnis anda berkembang dengan baik dan membutuhkan perhatian anda lebih banyak, maka anda harus segera pamitan dengan sopan. Katakan kepada atasa anda dan kolega bahwa anda keluar karena alasan keluarga atau mengembangkan bisnis. Silahkan tinggalkan kartu nama dan kesan yang baik dan mendalam kepada teman dan perusahaan. Mengapa kesan baik kita anggap penting? Karena ini adalah menjaga dan menciptakan jaringan. Kalau anda seorang pebisnis, siapapun adalah jaringan. Jaringan anda bisa berupa perusahaan atau orang-orang yang bekerja di perusahaan itu.

¨       Saatnya show time. Inilah saatnya anda menunjukkan kualitas kerja dan berkembang dengan bisnis baru anda. Jangan takut mencoba sesuatu yang baru, karena dengan melakukan ini ada kemungkinan anda menjadi the first mover. Kalau anda bisa menciptakan market baru dari ide first mover, maka potensi menjadi leading terbuka luas.

 

 

Selamat mencoba.

Satu Tanggapan

  1. halo, tulisan yang bagus, sorry ngikut thread comment ini sebagai salam kenal… saya Agus Suhanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: