YOUR BIG DREAM

Oleh : Jaiman Paiton

276405Joshua Tree, Mojave Desert

Pagi itu Pak Guru bersama beberapa santri duduk melingkar di bawah sebuah pohon rindang di pinggir persawahan yang asri. Sang Guru membawa sebuah piala kaca berukuran cukup besar diletakkan di depannya. Setelah semua santri duduk melingkar dengan rapi, Beliau berucap.

“Wahai anak-anakku, tentu kalian tahu ini adalah sebuah piala. Dengan piala ini kita bisa memasukkan beberapa benda di dalamnya. Tolong aku ambilkan beberapa batu berukuran sebesar kepalan tangan”.

Beberapa santri langsung menebar, dalam waktu beberapa saat mereka kembali membawa beberapa batu dikumpulkan di hadapan Sang Guru. Sambil tersenyum Sang Guru  memasukkan batu satu-persatu ke dalam piala sampai penuh, lalu Sang Guru berkata.

“Wahai anak-anakku, apakah wadah ini sudah penuh?”. Seorang santri spontan menjawab,”benar, sudah penuh Guru”. Kemudian Sang Guru meminta tiga santrinya mengumpulkan kerikil. Setelah kerikil terkumpul di hadapan sang Guru, kemudian Beliau memasukkan ke dalam piala sambil mengoyang-goyangkan piala perlahan-lahan. Kerikil-kerikil tersebut masuk diantara sela-sela batu sampai menempati seluruh rongga piala. Kemudian Sang Guru bertanya lagi,

“Apakah piala ini telah penuh?”. Kali ini tidak ada seorang santripun yang bicara, mereka saling memandang. Tiba-tida seorang dari mereka menjawab,

“Mungkin belum Guru”.

Sang Guru melanjutkan perkataannya,

“Sekarang carikan pasir beberapa gengggam, kumpulkan di hadapanku”. Setelah beberapa saat para santri menghilang, mereka kembali membawa pasir di tangan, maka terkumpullah seonggok pasir dihadapan Guru. Dengan tangannya sendiri, Sang Guru menggambil pasir tersebut kemudian dimasukkan ke dalam piala sambil mengoyang-goyangkan dengan perlahan. Pasir mulai masuk di antara sela-sela kerikil dan batu. Beberapa menit kemudian semua pasir telah masuk ke dalam piala. Setelah itu Sang Guru angkat bicara lagi,

“Apakah piala ini sudah penuh?”. Suasana hening, tidak ada seorang santripun yang bicara, mereka saling menunduk. Tiba-tiba seorang di antara mereka angkat bicara.

“Guru, saya akan kembali untuk menjawab pertanyaan ini”.

Setelah ditunggu beberapa saat, santri tersebut kembali dengan membawa ember berisi air, kemudian berkata, “Ruang-ruang kosong di dalam piala ini akan diisi oleh air ini  Bapak Guru”.

Hikmah di balik kisah ini sangat syarat dengan pesan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Satu hari terdiri dari 24 jam, seminggu terdiri dari 7 hari, setahun 12 bulan dan seterusnya. dengan bilangan waktu yang sudah ditentukan, seharusnyalah kita isi dengan sebaik-baiknya.

  1. buatlah rencana-rencana besar yang hendak kita raih dalam hidup. Inilah mimpi yang hendak anda wujudkan sepanjang hidup kita. Big dream anda tidak banyak, tetapi hal ini harus ada supaya tujuan hidup kita bermakna besar.
  2. impian-impian tambahan sebagai pendaping big dream juga diperlukan. Impian suplemen di sini ibaratnya kerikil-kerikil yang jumlahnya cukup banyak dan mengisi ruang-ruang kosong yang ada diantara big draeams.
  3. rutunitas harian juga diperlukan. Kalau anda seorang pagawai kantoran pasti memiliki rutintas kerja yang harus anda penuhi sebagai bagian dari komitmen pribadi. Rutinitas adalah pasir-pasir yang mengisi ruang-ruang yang terselip diantara big dream dan keinginan jangka menengah.
  4. atmosfir hidup yang sangat ketat menyebabkan pikiran kita panas, gerah dan capai. Manfaatkan waktu di luar rutinitas untuk menyegarkan pikiran dan jiwa dengan aktivitas yang menghibur. Pulang kerja anda bisa gunakan berkumpul dengan keluarga. Jangan biarkan gangguan luar masuk pada momen-momen tersebut dengan hadirnya tv, play station, chating dan seterusnya. momen seperti ini digambarkan dengan air yang mengisi semua ruang-kosong diantara batu besar, kerikil dan pasir.

2 Tanggapan

  1. ok

  2. Kisah yang menarik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: