SAYA MENIKMATI JADI ORANG MISKIN

Oleh : Jaiman Paiton

Siapa sih yang ingin miskin? Siapapun orang yang anda tanya pasti tidak ingin hidup miskin. Tetapi realitasnya bahwa miskin dan kaya adalah sunatullah. Miskin dan kaya adalah dua kutub yang berbeda dan saling beseberangan tetapi keduanya harus ada. Kutub utara dan kutub selatan diciptakan Tuhan sebagai bukti bahwa demikianlah kehendak Tuhan bahwa miskin dan kaya adalah inheren dengan kehidupan duniawi. Pada hakekatnya adanya sebutan orang kaya karena ada yang miskin, so kalau nggak ada orang miskin otomtis nggak ada orang kaya, ok?

Kemiskinan adalah realitas, tetapi  pada dasarnya semua orang tidak ingin hidup miskin. Jadi mereka hidup miskin ada keterpaksaan. Miskin adalah kondisi yang tidak diinginkan.

Sebuah program televisi swasta melakukan test case terhadap dua keluarga yang miskin dan kaya. Keduanya ditukar nasibnya dan mencoba merasakan bagaimana hidup dalam kondisi yang berbeda sama sekali. Keluarga yang sebelumnya sangat miskin ditukar nasibnya dengan sebuah keluarga kaya. Mereka tinggal di rumah mewah dalam waktu tiga hari dan melakoni keseharian sama persis dengan yang dilakukan keluarga kaya. Demikian pula dengan keluarga si kaya. Mereka harus menjalani hidup sebagaimana orang miskin, pergi ke kali cuci baju, tanam sayuran di kebun, menggembala kambing, cari kayu bakar di hutan dan seterusnya.

Apa yang mereka rasakan? Ternyata mereka melakoni hidup yang sangat susah. Bukan hanya si kaya yang tiba-tiba menjadi miskin. Si miskin yang tiba-tiba menjadi kaya juga demikian. Selama tiga hari mereka sangat tersiksa dengan cara hidup aneh yang tidak dikenal sebelumnya. Sempat juga mereka melontarkan ucapan, “lebih baik saya kembali ke rumah saya sendiri walaupun jelek”, mengapa?  Inilah sunatullah, ketikan manusia mencoba melawan kehendak Tuhan, yang terjadi adalah ketidak seimbangan. Mereka jangan dipaksa mengikuti kehendak manusia karena yang dipilihkan Tuhan adalah yang terbaik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: