POLITIK MEMBAWA SENGSARA

Oleh : Jaiman Paiton

Politik telah membawa manusia pada kondisi was-was dan rasa takut yang berlebihan. Takut kalah, takut ketahuan berbuat curang dan rasa malu karena tidak terpilih. Tapi sayang mereka tidak malu kepada Tuhan. Suap kiri kanan, janji bohong sana sini, hasut kiri dan kanan. Mereka tidak malu bahwa semua perbuatan mereka disaksikan oleh pemilik alam semesta, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Seorang tetangga calon DPRD Kota Surabaya habis-habisan sampai 120 juta tapi hasilnya kosong. Seteah tidak terpilih menjadi anggota dewan, dia hanya mengurung diri di dalam rumah. Menurut sumber yng dapat dipercaya, uang sebanyak itu didapat dari tabungan, jual barang berharga dan hutang berbunga tinggi. Tidak beda dengan kasus di atas, sorang teman kantor menghabiskan kocek 90 juta untuk calon DPRD Kabupaten Probolinggo. Dia mengatakan “Saya ini contoh buruk pak, jangan ditiru”. Dia menghabiskan dana 90 juta, 40 juta dari tabungan dan jual hewan ternak, sisanya 50 juta dari pinjaman. Lalu apa yang akan mereka lakukan? Menyesal sudah pasti tetapi biarlah menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa, pesta demokrasi adalah pesta semu yang menyisakan penderitaan bagi orang-orang yang ingin bermimpi menjadi pajabat negara.

Tentu kita telah mnyaksikan tragedi anggota DPR yang makan suap berlebihan. Suap menyuap menjadi menu utama sehari-hari hingga beberapa diantaranya tertangkap tangan menerima uang miliaran rupiah. Sungguh ini sangat memalukan, mereka menjadi anggota dewan amoral, tuli dan buta. Nasehata apapun tidak akan bisa mencerahkan pikirannya kecuali ajal. Mudah mudahan Tuhan masih memberikan kesempatanuntuk bangsa Indonesia untuk taobatan nasuha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: