Jakarta Aman Flu Babi, Masyarakat Tetap Waspada

JAKARTA–MI: Masyarakat Jakarta masih aman dari flu babi, sehingga tidak perlu merasa khawatir dan panik. Namun harus tetap waspada. Sampai sekarang belum ditemukan adanya penyebaran virus swine influenza (flu babi) di DKI.

”Belum ada ditemukan pasien akibat terkena flu babi. Hingga kini Jakarta masih aman dari virus itu,” kata Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Pemasaran Sosial dan Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Tini Suryanti  menjawab wartawan di Jakarta, Senin (27/4).

Tini mengatakan kekhawatiran warga Jakarta terhadap penyebaran virus flu Singapura belum  hilang, kini muncul lagi flu babi. Penyebaran virusnya memang masih di Meksiko dan negara bagian Amerika Serikat lainnya.

Tini menjelaskan flu babi pola penyebaran virusnya hampir sama dengan flu burung yaitu dari hewan. Jika flu burung virus ditularkan unggas, sedang flu babi dari hewan babi. Karena itu, kendati Jakarta masih aman dari penyakit ini, pihaknya tidak mau terlena harus meningkatkan kewaspadaan.

Tini mengungkapkan pihaknya telah meminta Kepala Dinas Kelautan, Peternakan dan Ketahanan Pangan DKI agar segera melakukan pengecekan rutin terhadap rumah potong hewan babi dan peternakan babi di Kapuk, Jakarta Barat.

”Dinas Kelautan, Peternakan dan Ketahanan Pangan DKI memiliki tim investigasi flu burung. Nanti tim investigasi ini yang akan mengecek peternakan babi dan rumah potong hewan babi. Apakah ada virus tersebut atau tidak,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Dinas Kesehatan DKI juga telah melakukan sosialisasi tentang virus H1NI, penyakit flu babi, soal gejala, dan pengobatannya ke Puskesmas kecamatan dan kelurahan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi perluasan penyebaran virus di pemukiman warga.

Jika ditemukan pasien flu babi, kata Tini, segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut di Puskesmas dan bisa langsung diketahui penyakit tersebut. Maka pihaknya akan segera melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari korban meninggal.

Menurut Tini, tindakan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Pihaknya juga mengajak seluruh warga Jakarta agar menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan melakukan pola hidup bersih, hindari kontak langsung dengan hewab babi, menjauhi tempat-tempat penampungan, dan peternakan babi.

Bagi warga yang suka mengonsumsi daging babi, Tini menganjurkan agar memasak daging hingga tingkat kepanasan 80 derajat. Jangan makan daging babi yang hanya dibakar atau dipanggang, karena virus lebih mudah penyebarannya.

”Jangan dulu makan daging babi bakar atau panggang, karena keduanya virus belum mati dan lebih mudah penyebaran virus tersebut,” ujarnya. Bagi pemilik peternakan dan rumah potong hewan babi, Tini mengimbau agar setiap minggunya dilakukan penyemprotan disinfektan untuk mensterilisasikan lingkungan sekitar dan hewan-hewan tersebut. (Ssr/OL-03)

Sumber MI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: