WAHAI RAKYAT : HUKUMLAH PARTAI POLITIK BUSUK

Oleh : Jaiman Paiton

cantik-sd3

Kalau anda raji mengamati perkembangan Pemilu Legislatif di media masa pasti mengetahui bagaimana perkembangan politik yang sedang berkembang di tanah air.

Pemilu telah berakhir dan pemenangnya mulai terlihat nyata. Adalah Partai Demokrat yang baru berusia tidak lebih dari 6 tahun telah menunjukkan kemolekannya di mata rakyat. Rakyat telah memilih. Lebih dari 20% rakyat memberian amanahnya kepada Partai Demokrat, oleh sebab itu kita patut mengapresiasi rakyat sebagai pemegang kedaulatan mutlak negeri demokrasi ini.

Sementara itu ada petinggi partai yang kecewa karena tidak mendapatkan suara sebagaimana yang pernah diyakini, tentu sudah biasa. Yang menjadi tidak wajar adalah manakala mereka melakukan move politik yang menyebabkan rakyat gerah. Coba lihat apa yang dilakukan oleh Wiranto dan Prabowo. Kedua lawan seteru ini bertemu kemudian membuat statemen bahwa Pemilu tidak adil dan kemenagan Demokrat adalah rekayasa. Ada upaya terstruktur untuk memenangkan Partai Demokrat.

Saya bukan kader Demokrat. Saya juga bukan penganut partai fanatik. Yang membuat saya kecewa terhadap mereka berdua adalah pernyataanya bahwa rakyat telah salah, rakyat dianggap bodoh sehingga menjatuhkan pilihan pada Demokrat. Mereka tidak berhak mengklai seperti ini.

Wahai rakyat hukumlah para politisi naif seperti mereka yang tidak bisa berterima kasih. Kalau mereka mendapatkan suara 5%, maka ini adalah hadiah terbaik dari rakyat. Masih mending rakyat bersedia memilih mereka, padahal mereka telah kurang ajar terhadap mamjikannnya. Sekali lagi hukumlah para politisi tolol dan jangan beri kesempatan mereka untuk menduduki jabatan apapun meskipun hanya sejengkal.

Rakyat membuat keputusan yang benar. Mari kita sampaikan selamat kepada rakyat. Mari kita hormati dan hargai pendapart rakyat. Hanya pemimpin bersopan santun yang pantas memimpin negeri kita tercinta.

Satu Tanggapan

  1. Wiranto terlatih untuk bicara, tapi tidak akan pernah jadi pemimpin yang sebenarnya. Dia sudah gagal di pencalonan Presiden Golkar 2004. Akankah Indonesia bersedia dipimpin oportunis macam dia?

    Prabowo tidak terlatih bicara, tapi trampil memimpin pasukan militer … dan di belakangnya ada konglomerat yang juga adiknya. Mungkinkah kita tidak khawatir orde baru jilid2 akan muncul?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: