SBY BAKAL PRESIDEN PERIODE 2009-2014

Oleh : Jaiman Paiton

sby

Mari kita cermati peta politik pasca pemilu legislatif beberapa hari lalu?

Apakah SBY akan tetap menggandeng JK dalam Pemilu presiden? Perolehan Demokrat yang mengusung SBY sebagai presiden adalah 21% dan ini sudha cukup untuk Demokrat memajukan calonnya secara mandiri. Tetapi masalah nya tidak sesederhana itu. Kalau SBY terpilih lagi sebagai presiden, maka dia mengharapkan bahwa pemerintahan berikutnya harus lebih solit. Dia tidak bisa digertak oleh partai lain untuk melakukan ini dan itu karena kalah suara di perlemen. SBY pasti trauma dengan model koalisi masa lalu yang didasarkan pada kepentingan sesaat. SBY sering ketakutan mengambik keputusan karena harus mendapatkan dukungan dari Golkar.

Di satu sisi ada PKS yang sudah melontarkan ancamannya akan keluar dari koalisi yang telah dibangun saat ini apabila SBY masih menggandeng JK. Apa tujuan PKS? Ada kemungkinan PKS mengincar posisi Wapres dengan SBY. Mengapa PKS yakin bahwa koalisi dengan SBY akan efektif? Misalnya SBY gandeng PKS, maka suara di perlemen adalah 30%. Dengan tingkat keterpilihan SBY sekitar 42% enurut survey beberapa lembaga survey, maka SBY hanya butuh tambahan suara 9%. Suara 9% akan dapat diperoleh dari massa PKS yang sangat loyal sekitar 8,5%.

Bagaimana dengan Golkar? Orang Golkar pasti tahu bahwa JK tidak marketable. Hasil survey lembaga independen menunjukkan bahwa tingkat keterpilihan Jk hanya kurang dari 5%, bahkan lebih rendah dari hamangkubuwono X yang mencapai 5%. Bagaimana peta selanjutnya akan terbentuk? Masih sangat samar.

Bagaimana dengan posisi Megawati? Megawati buka kandidat yang marketable. Dengan tingkat keterpilihan sekitar 15%, sangat sulit bagi Mega untuk maju sebagai Presiden, apalagi kalau head to head dengan SBY. Bisa diyakini 90%, dia akan tumbang.

2 Tanggapan

  1. ok sepakat

  2. Yang tampaknya sudah siap membentuk koalisi adalah Demokrat, PKS, PAN, dan mau tak mau adalah Golkar. Kalau ditotal sudah lebih dari 48% kursi DPR, dan itu sangat kuat.

    Soal PKS, sepertinya Anis Matta kemarin bilang, kalau Demokrat hendak menggandeng Golkar, harus ada perubahan kendali kepemimpinan eksekutif – jangan dualisme seperti sekarang.

    Masalahnya, apakah Golkar bersedia menerima term baru? Apakah Sby siap dengan seorang capres yang punya naluri bisnis seperti JK?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: