JANGAN MEMINTA JABATAN

Oleh : Jaiman Paiton

desy1

“Jadikan aku pemimpin kaummu, pilihlah aku menjadi anggota DPR, pilihlah aku menjadi bupati, gubernur, dan presiden”. Itulah bunyi slogan kampanye mereka. Coba kita kuliti lebih mendalam. Janji mereka:

Caleg satu : “Kalau saya terpilih menjadi presiden, maka sembako akan murah, petani sejahtera, tidak ada pengangguran”

Caleg dua : “Saudara-saudara, pilih aku. Kalau aku terpilih menjadi pemimpin kalian pendidikan gratis sampai perguruan tinggi, sembako murah, menciptakan 2 juta lapangan kerja baru, setiap tahun membagikan stu juta laptop gratis”

Caleg tiga :”Saudara-saudara pilihlah aku. Kami berni kontrak politik dengan rakyat. Kesehatan gratis, pendidikan gratis, tidak ada penggangguran, rakyat sejahtera”

Coba anda pikirkan sejenak, apakah anda percaya dengan janji-janji mereka? Terlalu naif apabila kita mempercayainya. Mereka mengira bahwa dunia ini mereka yang atur sehingga dengan sombongnya membuat janji yang melampui batas. Coba baca wasiat dari rasul berikut ini:

Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai. (HR. Ath-Thabrani)

Sebenarnya dalam sejarah kenabian, Rasulullah muhammad juga pernah berjanji pada saat kaum Quraisy menanyakan perihal ruh, kisah ashabul kahfi dan Zulkarnain. Pada saat itu rasul mengatakan “Kembalilah esok hari karena aku akan memberikan jawabannya”. Memeng benar pada keesokan harinya rasul menerima wahyu pada detik-detik terakhir, tetapi pada akhirnya rasul menerima teguran berkaitan dengan janjinya.

Begitulah yang terjadi pada orang suci sekelas rasul, bagaimana dengan kita? Yang pasti kita bukan orang suci. Kita sering melakukan perbuatan dosa, maksiat dan kesalahan-kesalahan lain baik kepada Allah maupun manusia. Dosa kita sangat banyak, mungkinkan Tuhan mengabulkan usaha kita yang diucapka dengan penuh kesombongan?

Meminta Jabatan

Rasulullah juga melarang umatnya minta jabatan. Orang yang meminta jabatan bisa jadi karena ada maksud tersembunyi, mungkin ingin medapatkan kekayaan dan wanita. Setelah semuanya digenggaman dia membuat kerusakan dan mengagungkan ego berlebihan. Ingatlah, bahwa Fir’aun adalah manusia yang sombong dan mengagungkan ego pribadi, sampai akhirnya dirinya mengaju Tuhan. Oleh sebab itu rasul berpesan:

Rasulullah Saw berkata kepada Abdurrahman bin Samurah, “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau menuntut suatu jabatan. Sesungguhnya jika diberi karena ambisimu maka kamu akan menanggung seluruh bebannya. Tetapi jika ditugaskan tanpa ambisimu maka kamu akan ditolong mengatasinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sungguh, rasu sangat bijak dalam menasehati sahabatnya. Kalau diselami lebih dalam bahwa rasul melarang kepada Abdurrahman bin Samurah karena Beliau tahu persis, orang yang meminta jabatan karena ada maksud tersembunyi. Inilah orang-orang tamak yang harus dicegah supaya tidak membuat kerusakan di muka bumi. Dengan semikian selamatlah umat manusia dari kedholimannnya.


Rasul juga berwasiat bahwa, apabila seseorang ditawari untuk menduduki jabatan tertentu dan anda mampu maka terimalah dengan ikhlas. Anggaplah bahwa tugas ini adalah amanah dari Allah dan cara anda beramal. Bahwa tawaran datang kepada anda bukan berarti tanpa pertimbangan. Mereka menawarkan suatu jabatan karena orang lain melihat kapasitas anda. Tentu saja penilaian ini yang menjadi dasar bahwa jabatan tertentu layak dijalankan dengan baik oleh anda, maka terimalah. Ingatlah bahwa Allah akan menolong pejabat yang adil dan amanah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: