KAMPANYE PARPOL BIKIN MALU SAJA

Oleh : Jaiman Paiton

artis4

Menjelang pemungutan suara legislatif 9 April 2009, kampanye Parpol makin gencar. Mereka seakan mau show of force kepada khalayak umum bahwa Parpolnya diterima rakyat. Para petinggi Parpol menganggap bahwa mereka mendapat dukungan rakyat. Partai Gerimdra berhasil mendatangkan puluhan ribu konstituen pada kampanye di Gelora Senayan beberapa hari lalu. Partai Golkar berhasil membuat Jakarta menguning, PDI-P memerahkan Gelora Bong Karno dan seterusnya. Mereka yakin bahwa jumlah masa kampanye yang banyak berbanding lurus dengan perolehan suara, benarkan demikian?

Jujur, sesungguhnya rakyat Indonesia paham benar bahwa kampanye adalah omong kosong. Apapun yang dikatakan oleh Caleg di atas pannggung hanyalah isapan jempol, sama dengan yang diucapkan penjual kecap, “Ini kecap nomor satu”.

Nggak percaya? Baiklah. Mari kita simak isi kampanye mereka. Yang paling banyak diucapkan oleh si lidah tak bertulang adalah sembako murah. Apabila sembako bisa dibuat murah maka rakyat terbebas dari kemiskinan. Janji seperti ini sudah didengarkan rakyat puluhan tahun lalu pada awal munculnya sistem Pemilu di negeri ini. Faktanya, rakyat tetap miskin, antri sembako murah, raskin banyak entung, BLT antri panjang, surat Maskin tidak diterima di RS, gizi buruk, penyakit menular dan seterusnya. Progran yang berikutnya adalah pendidikan gratis untuk semua anak Indonesia hingga SLTA. Kenyataanya bahwa hingga saat ini lebih dari 60 tahun Indonesia mendeka, jumlah penduduk yang buta huruf masih banyak, anak yang tidak melanjutklan pendidikan SMP sangat melimpah. angkatan kerja lulusan SD masih membludak, lalu apa lagi yang mau mereka katakan, mau main sulap? Program berikutnya adalah pelayanan kesehatan gratis? Kalau saya ditanya, apakah mungkin mereka bisa merealisasikan pengobatan dan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia? “Pasti mereka sedang melakukan kebohongan publik”. Tapi mereka membuat kontak politik dengan rakyat. Makin tolol saja ulah para Caleg ini. “Rakyat tidak bodoh bung”. Rakyat punya hati nurani, rakyat tahu siapa anda, mana emas mana loyang? Rakyat sudah mendengar janji-janji itu puluhan kali, dan semuanya bohong besar.

Pemandanga memalukan kerap muncul di berita TV tentang kampanye. Orasi umum yang sedianya digelar besar-besaran ternyata hanya dihadiri oleh beberapa puluh orang saja. Mereka hanya mau nonton dangdutannya. Pada saat Caleg berorasi, ternyata mereka pergi. “Apa Nggak malu ya?. Lebih memalukan ternyata massa datang ke lapangan dijemput oleh bus dan mendapatkan kaos. Mereka dijanjikan akan mendapatkan upah capek sebesar 20 ribu dan diantar pulang kembali. Semua kebutuhan makan dan logistik dijamin panitia. Tetapi betapa kecewanya mereka, bahwa para ibu-ibu datang terlambat dan acara sudah bubar, ongkos bus tidak dibayar panitia, terpaksa mereka mengeluarkan uang sendiri dan tidak mendapat makanan apapun, akibatnya mereka kelaparan. Panitia tidak bertanggung jawab, sopir dan awak bus merasa ditipu. Keributan tak dapat dielakkan, untung masih ada petugas polisi yang berjaga Lalu siapa yang bakal bertanggung jawab. Para Celeg melarikan diri cari aman, “Memalukan sekali…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: