Tips Meredam Komflik dalam Keluarga

Oleh : Jaiman Paiton

93453nature_7

Hampir pasti semua kelaurga pernah mengalami kondisi konflik. Ada konflik yang ringan kemudian berlalu dengan cepat, ada juga konfliks yang besar sehingga menimbulkan korban dan biaya sangat besar.

Mengapa ada konflik dalam rumah tangga? Sejatinya konflik ada dalam setiap manusia yang melakukan interaksi. Bahkan batin kita juga sering mengalaminya dimana terjadi pertentangan antara kehendak hati dengan nafsu bisikan setan. Kalau saja diri sendiri saja bisa menimbulkan konflik, bagaimana kalau kita melakukan interaksi dengan banyak orang? Tentu saja akan muncuk konflik yang bervariasi.

Lantas bagaimana tips mengendalikan konflik supaya tidak meruncing atau menyebar luas? Berikut beberapa tips untuk menerdam konflik dalam rumah tangga.

1. Menyadari bahwa setiap masalah yang muncul dalam keluarga berpotensi menjadi masalah besar. Bahkan kadang-kadang kita kurang paham, dan menganggap masalah tertentu ringan-ringan saja tiba-tiba menjadi persoalan rumit. Kalau suatu masalah menjadi besar, dibutuhkan usaha, waktu dan biaya lebih.

2. 2 Semua anggota keluarga terbuka dan jujur terhadap masalah yang terjadi. Misalnya seorang istri cemburu dengan suaminya karena mendengar isu bahwa suami selingkuh dengan teman kantor. Permasalahan seperti ini harus dibicarakan secara terbuka antara suami-istri, istri mula-mula jujur menyebutkan sumber berita sehingga masalahnya bisa terkuak lebar. Demikian juga suami tidak perlu marah-marah karena berita ini. Kalau masalahnya dibuka keseluruhan, maka masalhnya akan clear dan rampung.

3. Hilangkan prasangka buruk. Prasangka baik akan menyelematkan daripada prasangka buruk. Dalam otak bawah sadar manusia seringkali dipenuhi dengan prasangka-prasangka buruk terhadap orang lain. Prasangka buruk yang menguat akan menjadi keyakinan dan sangat buruk dampaknya terdapat hubungan terhadap suami-istri dalam keluarga. Prasangka baik justru menjadi kekuatan dasyat untuk menguatkan hubungan harmonis dalam keluarga. seorang istri berprasangka baik terhadap suami dan anak-anaknya, semua akan baik-baik saja dan membahagiakan, demikian juga sebaliknya.

4. Dialog dan berkomunikasi intesif dengan anggota keluarga. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh keluarga untuk memperkuat komunikasi diantara mereka. kalau anak-anak masih kecil atau duduk di bangku SD komunikasi bisa dilakukan setiap saat pada waktu sarapan pagi atau sore hari pada saat kumpul. Kalau anak-anak sudah menjelang dewasa atau memasuki bangku kuliah, harus diciptakan moment tertentu karena mereka biasanya punya acara padat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: