Dukun Ponari Layak Masuk MURI

Oleh : Jaiman

ponari

Apa yang anda lakukan kalau saat ini memiliki uang sebanyak satu miliar? Gimana, binggung kan? Ok, tentu saja ini berandai-andai, tetapi kalau memang benar seperti yang terjadi pada anda apa yang akan anda lakukan? Fenomena ini unik karena terjadi pada keluarga Ponari, si dukun tiban dari Jombang. Keluarga Ponari termasuk sederhana, atau bahkan tergolong Gakin (keluarga miskin). Ini terlihat dari rumahnya yang kecil dan terbuat dari banbu.

Nasib berkata lain, sejak Ponari terkena seantero nusantara sebagai dukun tiban paling dicari, keluarga ini mendapatkan berkah uang ratusan juta. Bahkan beberapa media masa memberitakan keluarga Ponaru telah mengantongi pundi-pundi uang lebih dari 1 miliar rupiah lebih. Bayangkan, pasien Ponari setiap hari mengalir bagai air bah. Lebih dari 5000 orang yang siap antri setiap harinya untuk mendapatkan air obat yang dicelup dengan batu ajaib milik Ponari.

Saya juga berpikir, kalau saja orang tuanya mendaftarkan Ponari sebagai dukun cilik paling berpengaruh tahun 2009, pasti management MURI akan mengabulkannya.

Pengobatan POnari memang sangat murah. Setiap pasien yang hendak berobat cukup membeli kupon nomor urut yang dijual di kantor desa seharga Rp. 5000,-. Kemudian pasien ini datang ke rumah Ponari untuk mendapat giliran. Kalau sehari jumlah pasien yang mendaftar sebanyak 5000 berarti uang yang masuk di panitia minim Rp 25.000.000,-. Setelah pasien mendapatkan air obat, mereka dipersilahkan mengisi kota amal yang disediakan panitai dengan besaran seikhlasnya. Kalau saja setiap orang mengisi kotak amal sebanyak Rp. 10.000, berarti uang yang masuk sebanyak Rp 50.000.000 per hari.

Seorang teman yang tinggal di Mojokerto bercerita, untuk mendapatkan pengobatan tidak bisa langsung datang kemudian mendapatkan nomer antri, melainkan harus menunggu cukup lama. Pasien luar kota juga rela menginap semalam di beberapa rumah tetangga Ponari. Tentu saja mereka sangat senang mendapatkan rejeki nomplok.

Cerita lain lagi, beberapa pasien luar pulau tidak ketinggalan, supaya tidak menginap, mereka juga rela membeli nomer urut antrian dengan harga puluhan kali lipat. Kupon antri yang harganya Rp. 5000 bisa bernilai Rp 400.000. daripada menginap mereka akhirnya merelakan nomor antian dari calo-calo yang berkeliaran.

Fenomena apalagi yang akan terjadi dengan Ponari. Yang mengherankan, bahwa penutupan praktek dukun Ponari adalah keinginan pihak keamanan setempat. Keluarga Ponari tidak pernah meminta secara resmi tentang hal ini. Ini dikatakan orang tuanya waktu berkunjung di sebuah stasiun tv swasta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: