Bodoh, Tapi Berbakat

Oleh : Jaiman Paiton

106427roll-tide-20856

Menurut cerita, dahulu Tomas Alfa Edison bukan anak cerdas, malah sering dicemooh teman-temannya sehingga dia memutuskan keluar dari sekolah dan belajar di rumah. Dengan belajar ala “home school” pikirannnya berkembang bebas memikirkan sesuatu yang belum dipikirkan orang lain, dan terciptalah karya monumental yang membuka harapan umat manusia yaitu listrik dan bola lampu.

Ini nyata, perjalanan hidup manusia tidak ada yang dapat diduga, seperti yang aku alami. Waktu SD saya memiliki seorang teman satu kelas bernama Umbar. Rumahnya dekat dengan rumah orang tuaku. Sayangnya walaupun kami bertetangga aku kurang akrab dengannya karena keluarganya agak kurang gaul dengan tetangga. Entah apa sebabnya, tetapi tetangga semua memang kurang appreciate dengan sikapnya yang agak tertutup. Umbar adalah sulung dari empat bersaudara. Ekonomi orang tuanya sangat pas-pasan karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Berdagang bakso, kikil, soto, lontong sayur, menyewakan kuda bendi telah dilakukannya. Walau begitu banyak profesi yang dijalani, tingkat ekonominya tidak mengalami penigkatan sama sekali. Di kalangan tetangga, sering kali dijadikan bahan olok-olok, tetapi tetap saja dia tak peduli dan berganti-ganti profesi sesuai dengan kata hatinya.

Maraknya bisnis sampah daur ulang (rongsokan) menarik hatinya untuk menekuni bisnis ini. Dengan modal sepeda pancal tua dan sebuah rengkek bekas tempat jualan jualan dawet, maka dimulailah profesi baru sebagai pencari rongsokan. Rupanya bisnis ini cukup menjanjikan, beberapa tahun kemudian dia memanfaatkan halaman rumahnya untuk menampung rongsokan teman-temannya. Dewi furtuna berpihak padanya, bisnis ini berkembang pesat, sehingga segala jenis barang rongsokan mulai dari plastik, kertas dan besi tua menumpuk di halaman rumahnya yang cukup luas.

Menyadari bisnis ini menjanjikan, dia berpindah ke ibu kota Kecamatan Krian yang lokasinya mendekati jalan raya. Dengan lokasi dekat jalan raya, barang dagangannya dapat diangkut dengan mudah dan cepat ke pabrik kertas Pakerin, dan Tjiwi Kimia. Sementara itu besi tua dijual ke pabrik baja Jatin Steel dan Ispatindo di Sepanjang. Menyadari usianya yang mulai rentah, dia telah menyiapkan keempat anaknya untuk menjalankan dinasti bisnisnya. Umbar sebagai anak sulung dapat menjalankan visi orang tuanya dengan baik. Behkan dengan sentuhan talenta bisnis turunan, dia melebarkan bisnisnya ke wilayak lain seputar Krian dan sekitarnya. Adik-adiknya dididik menjadi pengepul rongsokan, sehingga ketiganya dapat mandiri dan menggeluti bisnis ini hingga mencapai sukses.

Saya masih dibuat terkagum-kagum dengan kiat bisnisnya, dengan akumulasi kekayaannya yang makin melimpah, dia ekspansi pada bisnis tanah. Wilayah Watoetoelis yang sawahnya sangat subut menjadi incaran dinasti Umbar. Sampai sekarang, Umbar telah memiliki lebih dari 50 petak petok D (girik) yang tersebar di wilayah kecamatan Watoetoelis. Kalau satu petak petok D luasnya mencapai 1 hektar, maka total tanah yang dimilikinya saat ini mencapai lebih dari 50 ha. Hitungan ekonomis harga satu petak petok D mencapai 100 juta, sehingga total kekayaannya yang diwujudkan dalam bentuk tanah sekarang sekitar 5 miliar rupiah.

Angin keberuntungan terus berkibar pada dinasti bisnisnya, wilayah Watoetoelis yang dekat jalan raya terus berkembang seiring dengan dilebarkannya jalur ekomoni Krian-Mojosari. Perumahan mulai menjamur di sekitar jalur ini, karena sekitar Krian dan Mojosari telah berkembang pesar sebagai sentra perdagangan dan industri. Harga tanah melonjak berlipat lipar. Saat ini tanah di sekitar jalan raya tersebut dipatok sekitar Rp. 400.000 per m2. dengan luar tanah mencapai 50 ha atau, 500.000 m2 berarti kapitalisasi tanah Umbar mencapai 200 miliar. saya baru menyadari bahwa teman saya yang dulu saya remehkan menjadi konglomerat dengan pundi-pundi rupiah cukup menggunung. Selamat kawan…

Suatu saat aku akan bertemu dengannya untuk menanyakan kabarya, apalagi kami sudah tidak pernah bertemu sekitar 20 tahun. Selamat kawan, kamu sangat hebat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: