TV TIDAK MENCERDASKAN BAYI

605438view-from-makapuu

Sebuah studi menunjukkan, TV tidak akan membantu kemampuan berbahasa dan kemampuan visual motorik anak. Berdasarkan studi yang meneliti dampak TV terhadap anak-anak ini, menonton TV tidak akan membantu meningkatkan IQ anak sebelum berusia 2 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa bayi berusia 3 tahun yang menonton TV tidak mendapatkan keuntungan dari segi kemampuan berbahasa atau kemampuan visual motorik dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menonton TV. Tetapi, menurut para peneliti, menonton TV juga tidak membahayakan perkembangan anak-anak tersebut.

“Berlawanan dengan klaim pemasaran dan persepsi orangtua yang mengira kalau menonton TV baik untuk perkembangan otak anak, tidak ada bukti mengenai hal itu,” ujar Peneliti Evans Schmidt, PhD, dari the Center on Media and Child Health di Harvard Medical School, dalam news release-nya.

“Dalam studi ini, menonton TV secara tersendiri tidak menunjukkan hasil nyata dalam perkembangan kemampuan kognitif,” ujar Schmidt.”Menonton TV dengan adanya campur tangan keluarga, mungkin bisa membantu perkembangan kognitif.”

TV tidak membantu proses belajar bayi

Walaupun American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk meniadakan acara menonton TV bagi anak-anak bi bawah usia 2 tahun, para peneliti menemukan kalau sebagian besar bayi di Amerika menonton TV antara 1-2 jam sehari.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics, peneliti menganalisis informasi mengenai 827 anak-anak. Para ibu melengkapi kuesioner mengenai kebiasaan menonton anak-anak saat berusia 6 bulan, 1 tahun, dan 2 tahun. Tetapi tidak termasuk bahan tontonan anak di TV.

Saat berusia 3 tahun, kemampuan berbahasa dan kemampuan visual motorik anak dievaluasi dengan menggunakan dua standar tes, termasuk Peabody Picture Vocabulary Test III yang dikaitkan dengan IQ. Hasil awal menunjukkan kalau peningkatan frekuensi menonton TV berkaitan dengan semakin rendahnya hasil tes, tetapi dampak ini menghilang setelah mengontrol faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan mental anak, seperti usia ibu, pendidikan, pendapatan dalam rumah tangga, dan status perkawinan.

Walaupun studi ini menunjukkan kalau dampak menonton TV pada usia awal tidak mempengaruhi perkembangan anak, para peneliti menekankan perlunya studi lanjut. Studi-studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa menonton TV lebih membawa dampak yang merugikan terhadap bayi.

“Menonton TV pada bayi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, gangguan konsentrasi, dan penurunan kualitas tidur,” ujar peneliti Michael RIch, MD, MPH, Direktur Center on Media and Child Health.“Orangtua perlu memahami bahwa bayi dan anak kecil yang mulai merangkak jalan tidak mendapatkan keuntungan dari menonton TV pada usia awal.”

Sumber :MI

Satu Tanggapan

  1. kalo tayanganya ga bermanfaat yah lebih merusak lagi..

    apalagi film2 di tempat kita ini udah banyak yg edan & ga mendidik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: