Negeri Ini Tidak Bersyukur

Oleh : Jaiman Paiton

735785fresh-fruit1002

Ucapkan terima kasih setiap kali mendapat bantuan orang lain, kapanpun dan apapun bentuknya. Ingat, bahwa orang lain pantas menerima ucapan terima kasih karena kemurahan hatinya. Begitulah wujud rasa syukur kita yang paling sederhana, yaitu berterima kasih pada saat mendapatkan manfaat dari pertolongan pihak lain sehingga pantas kiranya mengucapkan “terima kasih” kepada dia. Sederhana saja kalau kita telah diringankan beban oleh orang lain, pantaslah kalau mengucapkan terima kasih. Anda membayar tiket bus kota, ucapkan terima kasih, kita hendak menyeberang jalan kemudian kendaraan yang lewat memberikan kesempatan, ucapkan terima kasih dan masih banyak yang lain. Di dalam kendaraan umum, rumah sakit, kantor, pasar, jalan dan sebagainya.

Ucapan terima kasih adalah indikator paling sederhana dan mudah untuk mengetahui apakah seseorang atau kelompok orang bersyukur atau tidak. kalau anda merasa bersyukur tetapi sangat berat mengucapkannya, berarti belum disebut besyukur. Memang paling mudah untuk mengetahui, apakah suatu bangsa atau golongan umat bersyukur kepada Tuhan bisa dilihat dari perilaku kesehariannnya. Kalau penduduknya berterima kasih kepada sesama, tentu hal yang sama juga berlaku terhadap Tuhan. Kalau ditelisik lebih mendalam, maka sebagian umat manusia di negeri ini tidak bersyukur. Saya agak ngeri melakukan perbandingan dengan akronimnya, karena kondisinya menjadi berbalik 180 derajat. Kalau suatu golongan umat tidak bersyukur, berarti menyandang perdikat kufur.

Lho, saya berterima kasih, tetapi saya ucapkan di dalam hati. Sunngguh, hanya Tuhan yang tahu isi hari manusia, tetapi kalau dengan senang hati anda lahirkan dalam bentuk ucapan lisan, bukankah akan lebih baik.

Secara psikis, ucapan terima kasih kepada seseorang bermakna ganda, yaitu pertama, apresiasi kepada orang lain, bahwa anda memberi pengakuan bahwa orang lain telah berjasa pada saat itu. Kita mengakui bahwa orang lain telah meringankan sebagian beban yang saya jalani hari itu, dan mereka yang berjasa pantas mendapatkan penghargaan. Kedua, ucapan terima kasih adalah wujud raya syukur kita semua kepada Tuhan Yang Maha Bijaksana. Bahwa Tuhan menciptakan manusia berjenis-jenis dengan segala variasinya ditujukan supaya diantara mereka saling mengenal dan bekerja sama dalam kebaikan. Dengan demikian, manusia-manusia yang mengakui kehendak Tuhan adalah manusia yang melaksanakan kehendak Tuhan.

Lawan dari bersyukur adalah kufur, yaitu mengingkari terhadap jasa atau peran pihak lain yang membantu kita dalam suatu aktivitas. Orang yang kufur berarti dia mengingkari kekuatan Tuhan, kehendakTuhan atas makhluk di alam semesta.

Benarkah negeri ini menjadi rusak karena penduduknya tidak bersyukur? Adalah Tuhan akan menambah nikmat yang diberikan kepada umat manusia seogyanya mereka bersyukur, dan sebaliknya apabila mereka ingkar, maka siksa Tuhan amat pedih. Apa maksud firman Tuhan ini? Pertama-tama saya ingin menyampaikan bahwa makna firman Tuhan di atas berlaku general, yaitu berlaku umum untuk segenap umat manusia yang mendiami bumi. Siapapun yang berterima kasih kepada Tuhan akan mendapatkan kenikmatan berlebih. Kalau Tuhan sedah berkehendak bahwa suatu negeri bersyukur kemudian, rezekinya mengalir tidak putus, maka negeri tersebut menjadi makmur sejahtera. Kalau suatu negeri menjadi makmur sentausa, maka yang terjadi adalah penduduknya merasakan rumah bagai surga (baitti jannati).

Bagaimana dengan bagsa kita? Dengan logika berpikir sederhana, saya hendak memohonkan ampunan kepada Tuhan karena negeri yang berpenduduk mayoritas muslim tidak mendapati kebahagiaan sebagaimana yang dijanjikan Tuhan. Manusia-manusia yang menghuni tidak mengucapkan terima kasih, di muka bumi banyak melakukan kerusakan dan pengkiranan terhadap kehendak Tuhan. Lantas pantaskan kita menyebut diri sebagai bangsa yang berterima kasih? Pantaskan Tuhan memberikan presikat khoiru ummah? Hanya ampunan Tuhan yang dapat menghapus kutuk dan siksa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: