KEGAGALAN

:Oleh : Jaiman Paiton

365114nature_32

Gagal juga hasil usaha. Seburuk apapun hasilnya, gegal menjadi bagian dari sunatullah yang harus diterima.

Hidup adalah usaha, dan setiap usaha menuai hasil. Berhasil atau gagal menjadi kadar kehidupan manusia. Tidak bisa kita mengelak kegagalan karena parasnya yang buruk. Gagal adalah tangga pertama yang harus dilewati oleh sebagian besar umat manusia sebelum mendapati hasil jerih payahnya. Kegagalan bisa menjadi tungku pembakaran, sehingga sebentuk piala terlihat indah menggagumkan di tangan kolektor sejati.

Gagal adalah hasil kerja

Seberapapun kau benci kegagalan, dia menjadi bagian dari hidupmu. Jangan membenci kegagalan, karena suatu saat perihnya gagal berganti dengan keberhasilan yang gilang gemilang.

Sama juga dengan hitam dan putih, keduanya silih berganti dalam kehidupan manusia. Dengan usaha keras kegagalan yang nyata berganti menjadi terang benderang berbalut senyum dan puji syukur Illahi.

Keberhasilan adalah usaha

Jangan pernah berpikir engkau mendapati keberhasilan dengan berpangku tangan karena berlian yang indah berkilauan pernah menjalani kepayahan karena asah yang merasuk sampai tulang sumsum. Jangan kau lihat indahnya berlian dari kilauan, tetapi di sana menempel juga proses asah tangan tangan-tangan perkasa bercucur keringan. Tangan tangan itu digerakkan oleh semangat yang hebat dan kasih sayang tulus ihklas.

Sementara yang lain berkata “saya sudah berusaha keras, tetapi tidak berhasil”. Katakan bahwa Tuhan Maha Adil, Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Tuhan tidak berpaling dari hamba-hambanya yang berusaha dengan otot, otak dan kalbunya. Tuhan mendengar semua panjatan do’a yang dibisikkan dengan suara lembut lagi mendayu. Tuhan Pasti menepati janjinya, karena Dia Maha Kuasa dan Adil.

Kalau saat ini kamu belum mendapatinya, berusahalah lebih baik. Jangan bersedih dan putus asah. Tuhan benci dan marah dengan hambaNya yang putus harapan. Putus harapan hanya milik kaum fasik yang meninggalkan sifat-sifat mulia. Bulankan engkau bukan golongan mereka yang pasik?

Ada yang berkata “Tuhan meninggalkan kami”. Sekali-kali Tuhan tidak pernah meninggalkan hambanya yang mengikuti kehendakNya. Milikilah sifat Asma’ul Husna bagian dari perbuatan dan sebutan kalbu. Temukan Tuhan di setiap saat kehidupanmu. Niscaya Kau dapati behagia itu sama hebatnya dengan keberhasilan.

Berhasil Bukan Segalanya.

Berhail dan gagal sama dengan sekeping mata uang. Keberadaannya menjadi milik Sang Tunggal yang tidak bisa dipisahkan oleh nafsu-nafsu. Suatu kali kau dapati permukaannya berlabel senyum keberhasilan, pun demikian suatu saat yang lain sisi buruknya muncul seperti pil pahit sebagai pengobat rasa sakit jiwa yang letih.

Jangan menepuk dada karena keberhasilan, jangan pula menangis membabi buta merasakan pedihnya kegagalan. Hanya kerja keras dan pertolongan Tuhan yang dapat merubah kegagalan menjadi sinar kilau bak berlian.

Ibrah dan Hikmah

Pada saatu forum, Nabi Muhammad saw., berucap kepada para sahabat “Besok kita akan kedatangan ahli surga”.

Di dalam Hati AbuHurairah, (yaitu seorang sahabat Nabi saw., yang paling dekat) berkata “semoga aku adalah orang yang dimaksud oleh Beliau”. Pagi sekali Abu Hurairah datang ke masjid untuk menunaikan shalat subuh. Abu Hurairah sbalat tepat di belakang Rasulullah Muhammad saw. Setelah shalat dia tetap di masjid dan tidak meninggalkan tempat walaupun orang lain sudah pergi.

Beberapa saat setelah itu datang seorang berkulit hitan berpakaian camping lalu mengucapkan salam. Setelah itu orang tersebut berkata kepada Nabi. “Wahai Nabiyullah, do’akan aku supaya mati syahid. Lalu Nabi saw., berdo’a kemudian orang tersebut berlalu. Setelah dia pergi, Abu Hurairah bertanya kepada Nabi saw., “Apakah orang tersebut yang tuan maksud wahai Rasulullah?”. Kemudian Nabi saw., menjawab, Ya, dialah orangnya. Dia adalah budak dari bani fulan’.

(disarikan dari sebuah hadist)

Ibrah apa yang dapat kita petik dari cerita ini? Dengan segela kerendahan hati saya ingin menyampaikan bahwa baik atau buruk, mulia atau hina, tidak dapat dilakukan secara baik oleh manusia, apalagi kalau hanya dilakukan secara kasat mata. Apa yang terlihat di depan mata tidak dapat dijadikan variable justifikasi baik dan buruknya seorang manusia.

Demikian juga dengan keberhasilan dan kegagalan. Ukurannnya relatif dan dipengaruhi oleh relatifitas waktu. Siapa yang dapat menjamin bahwa Superstar bola Ronaldo akan tetap berjaya dan bertabur penghargaan. Siapa yang mengira David Beckham pamornya makin suram seiring dengan berlalunya waktu. Siapa dapat menjamin bahwa Panser Jerman menjadi juara Dunia Bola untuk selamanya? Semua kondisi ini berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Intinya, Tuhan tidak akan meninggalkan hambaNya yang berusaha keras untuk mendapatkan keberhasilan. Keberhasilan tidak datang secara tiba-tiba dari langit, melainkan harus diusahakan dengan sungguh sungguh. Waktu menjadi faktor penting, maksudnya keberhasilan didapatkan seiring dengan berjalannnya waktu dan bukan barang instant. Sesuatu yang didapatkan secara instant sama dengan proses karbitan, di mana masil yang dicapai bukan sejatinya hasil nyata, melainkan bungkus luar yang diisi dengan sebagian saja dari standar yang dibutuhkan.

“Easy come easy go”. Sesuatu yang didapatkan secara tidak benar dan jalan pintas, maka cepat pula lenyapnya. Keberhasilan sejati didapat dengan kerja keras dan waktu panjang, sehingga kelanggengannya bisa dipertahankan.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Ada yg bilang kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, betul ga ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: