Ponari si Dukun Most Wanted

Oleh : Jaiman Paiton

ponari

Ponari adalah fenomena menarik untuk dicermati. Bagaimana mungkin anak 10 tahun mengundang perhatian sangat luas karena kemampuannya dalam bidang pengobatan alternatif.

Yang pasti Ponari menjadi the most wanted people saat ini. Setiap hari rumahnya didatangi pasien ribuan yang mengharapkan kesembuhan dari berkah batu ajaib miliknya. Empat orang menjadi korban, tetapi tidak menyusutkan para pencari kesembuhan. Kabar terakhir ketua Komisi perlindungan anak, Seto Mulyadi mendatangi rumah Ponari di Jombang untuk membantu mengembalikan hak-hak Ponari sebagai anak. Praktis setelah memiliki batu ajaib, Ponari tidak bisa sekolah dan bermain layaknya anak seusianya. Mulai bangun tidur sampai malam dia dipaksa melayani pasien yang jumlahnya makin membludak. Apa yang salah dengan pengobatan alternatif? Apakah benar dukun cilik Ponari memiliki kekuatan daya sembuh permanen sebagaimana berita yang berkembang selama ini?

Seorang pakar psikologi UI mengatakan bahwa fenomena pengobatan alternatif Ponari marak karena selama ini proses pengbatan di RS dan dokter dianggap berbelit-belit dan mahal. Penduduk yang berkantong tipis pasti mencari pengobatan alternatif untuk menutupi cekaknya keuangan. Kedua adalah tradisi pengobatan dengan herbal dan non medis masih menjadi pilihan di negara kita merupakan tradisi turun temurun. Pasti kita masih ingat dengan progran Toga yang dipromosikan oleh ibu-ibu PKK saat ini. Model pengobatan ini merupakan pilihan yang disukai oleh penduduk Indonesia termasuk pengobatan tabib, sinse, dukun, kyai dan obat herbal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: