Dua ratus tahun Presiden Lincoln

Gedung teater Ford di Washington, tempat Presiden Abraham Lincoln dibunuh tahun 1865, kembali dibuka setelah menjalani retorasi benilai $50 juta.

Hampir tidak ada sisa barang aslinya, namun gedung itu direstorasi dengan hati-hati dengan mempergunakan foto-foto pembunuhan presiden yang diambil oleh juru foto Perang Saudara terkenal Mathew Brady.

Teater ini sekarang selain sebagai tempat penghormatan, juga merupakan tempat hiburan dan satu juta pengunjung mendatanganinya setiap tahun.

Pembangunan kembali gedung ini tidak hanya terjadi disaat Amerika memperingati 200 tahun kelahiran Lincoln tanggal 12 Februari 2009, tetapi juga disaat presiden Amerika ke 16 ini kembali terkenal karena sering dikutip dan dipuji oleh presiden ke 44 Barack Obama.

Presiden Obama mempergunakan kitab suci yang digunakan Lincoln saat diambil sumpahnya sebagai presiden dan mengulangi kembali sebagian perjalanan pelantikan kereta Lincoln dari ke ibukota untuk pelantikannya pada bulan Januari.

Dia juga memiliki kesamamaan bersejarah dengan pengalaman Lincoln yang memimpin negara yang sedang dalam krisis dan menyatukan bangsa yang terpecah.

Dalam pidato pembukaan kembali teater ini hari Rabu, Presiden Obama memuji keyakinan Lincoln bahwa bangsa yang terpecah bisa disatukan kembali.

“Karena meski banyak aspek yang memecah kita – Utara dan Selatan, hitam dan putih – dia memiliki keyakinan mendalam bahwa kita, di dalam hati, adalah satu bangsa satu negara,” ujar Obama.

Dia mengatakan teater itu merupakan “ruang terpuji” tempat kecintaan Lincoln terhadap pendidikan dan seni akan berkembang.

Dalam beberapa dekade setelah pembunuhan Lincoln, teater ini mengalami berbagai perubahan.

Namun banyak pengunjung tidak sadar bahwa yang mereka lihat adalah tiruan panggung dan balkon kepresidenan tempat Lincoln ditembak oleh aktor John Wilkes, bukan yang asli.

“Saya pikir fakta bahwa ini merupakan tiruan tidak akan mengganggu nilai sejarahnya,” ujar Direktur Masyarakat Teater Paul Tetreault.

“Pertama, ini tiruan yang benar-benar luar biada sehingga anda akan merasa seperti berada di tempat Lincoln ditembak.”

‘Mereka menembak presiden’

Balkon khusus kepresidenan, dengan kursi kosong, kain berwarna merah, putih dan biru serta foto Abraham Lincoln, mendominasi ruang auditorium itu.

Tampak pigura foto itu memiliki goresan kecil yang berasal dari ujung taji sepatu Booth saat dia melompat dari balkoni itu.

“Anda bisa melihat betapa situasinya malam itu sangat dramatis,” ujar Tetreault.

“Tembakan terdengar, terjadi pergumulan di balkon presiden dan John Wilkes Booth melompat ke panggung. Dia memegang pisau dan berteriak: ‘Sic semper tyrannis (matilah sang tiran), dan lari keluar.

“Dan kemudian anda mendengar teriakan dari balkon presiden, ” Ya Tuhan! Mereka menembak suamiku. Mereka menembak presiden!”

Teater ini ditutup beberapa bulan setelah insiden itu dan diubah menjadi gedung kantor.

Tiga dekade kemudian lantai teater itu roboh menewaskan 22 pegawai dan melukai 68 orang lain.

Gedung itu diperbaiki dan terus menjadi perkantoran hingga tahun 1920, ketiga geung itu benar-benar ditinggalkan.

Gedung ini dibuka kembali sebagai teater tahun 1960 an, ketika itu restorasi pertama dilakukan dan renovasi yang sekarang dijalani berhasil mengembalikan kembali replika yang dibuat tahun 1960 an.

Hantu Lincoln

Saat berpidato dalam pembukaan resmi Teater Ford semalam sebelum ulang tahun Lincoln yang ke 200, Menteri dalam negeri Amerika mengatakan: “Percaya tidak percaya soal hantu Lincoln di Gedung Putih, perlu diingatkan bahwa sejumlah presiden di masa lalu pernah merasakan kehadirannya.”

John F Kennedy mengaku melihat dewan Lincoln di dalanm pikirannya dan presiden Barack Obama, sejak lama mempelajari kehidupan dan kepemimpinan Abraham Lincoln.

“Kekaguman Barack Obama terhadap Lincoln tidak hanya berpusat pada fakta bahwa mereka sama-sama berasal dari Illinois, tetapi juga karena dia kagum pada kebijakannya di era kekacauan yang dalam,”

Sebagian besar dana restorasi bernilai $50 juga dihabiskan pada teknologi untuk memperbaiki sistem suara teater dan penampilan teater itu secara umum.

Bagian lobby dan loket karcis diperluas dan musium bawah tanah akan dibuka dalam beberapa bulan ini.

Sementara banyak proyek-proyek seni terkena dampak kelesuan ekonomi, Masyarakat Teater Ford bisa mengumpulkan dana yang dibutuhkan dalam proyel renovasi selama 18 bulan itu dari penyumbang individu.

Para pengumpul dana mengatakan hubungan proyek ini dengan Lincolnlah yang menarik sponsor.

“Saya pikir ini adalah gedung yang indah dengan sejarah luar biasa,” ujar Tetreault. “Dan kami berhasil mengembalikan kegembiraan ke teater ini – itu yang diinginkan oleh Abraham Lincoln.

“Dia tidak menginginkan satu tugu peringatan di tempat dia ditembak – dia akan menginginkan tugu peringatan terhadap kecintaannya pada seni. Dan menurut saya dia suka dengan yang telah kami capai.”

Sumber:BBCIndonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: