IKHLAS ITU MUDAH

Oleh : Jaiman

brewster171920x1440

Realitasnya dalam hidup ini ada variasi yang tidak selalu sama dengan keingian kita. Bahkan variasi yang terjadi adalah dua keadaan yang sangat bertolah belakang. Apa yang kita inginkan tidak sama dengan yang terjadi, akibatnya kita menjadi marah, iri, benci dan seteruanya. Sekali lagi ini adalah sunnatullah, ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang kalah, ada yang menang, ada yang senang ada yang susah, ada sehat ada sakit dan seterusnya. Bagi kita yang penting adalah menyadari bahwa keadaan ini tidak perlu disesali. Kita harus ikhlas bahwa apa yang terjadi juga kehendak Allah ta’ala yang tidak bisa ditolak. Ikhlas menjadi penting supaya, hidup kita menjadi barokah. Lalu bagaimana caranya?

Ikhlas pada dasarnya penyerahan total kepada Allah SWT. atas amal ibadah yang kita lakukan dan tidak mengharap balasan dalam bentuk apapun termasuk pujian. Ikhlas meniadakan pujian dari manusia dan balasan apapun selain Allah SWT. Seorang ulama terkenal dewasa ini, A A Gym, mengatakan bahwa ikhlas sama dengan kita buang air. Berapapun kita melakukannnya tidak akan mengingat dan menyebutnya. Bahkan ikhlas akan menyehatkan qalbu kita dari penyakit hati, yaitu riya’ dan sombong. Buang air adalah sistem ekskresi yang harus ada dalam pola hidup manusia dan kalau sistem ekskresi ini tidak ada justru menjadi penyakit yang membahayakan.

Pada masa generasi Nabi SAW, para sahabat menjadi manusia yang ikhlas, sehingga rela menyerahkan harta dan jiwanya setiap ada seruan jihad. Seorang sahabat, Abdurrahman Bin Auf selalu antusias mendengar seruan jihad dari Nabi saw dan selalu berada pada barisan terdepan. Jadi pantaslah apabila Nabi SAW memberikan jaminan surga kepada para sahabat yang ikhlas melaksanakan jihad fisabilillah.

“Saya ikhlas tapi juga senang kalau dipuji”. Ini manusiawi dan Allah tidak melarangnya, mengapa? Ini normal dan manusiawi sekali asal tidak menyebabkan tumbuhnya riya’ dan sombong. Ini sah-sah saja karena Allah dalam surat Al Baqarah, ayat 271, Allah ta’ala berfirman,:

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Baqarah, (2) :271)

Jadi ikhlas itu mudah saja, kalau orang lain menyebut dan memujinya tidak ada masalah karena memang pantas mendapat pujian. Dan bagi kita, silahkan memuji setiap perbuatan baik sebagai bentuk apresiasi sesama, dan supaya orang lain juga ingin melakukannnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: