SPBU dapat Kompensasi Subsidi

ashley121920x1440

JAKARTA–MI: Pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab PT Pertamina (Persero) untuk membayar kompensasi kepada SPBU setiap kali ada penurunan harga BBM.

“Pembayaran kompensasi tersebut Purnomo akan diambil dari alokasi subsidi BBM dalam APBN tahun berjalan,” ujar Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, Senin (12/1).

Upaya mengendalikan permintaan demand, mungkin saat ini pengendalian dari BBM ini tidak dari sisi demand tetapi suplai karena pada harga rendah ini banyak konsumen yang akan beli.

“Kompensasi mungkin kita rubah tidak berupa kompensasi oleh dividen Pertamina yang disetujui oleh Menneg BUMN. Kemungkinan akan menjadi bagian dari subsidi saja nanti,” ujar Purnomo.

Mengubah alokasi kompensasi dari pemotongan dividen Pertamina dengan menjadikannya bagian dari subsidi menurut Purnomo tidak akan berpengaruh terhadap arus kas APBN. Karena hanya merubah sumber pembayarannya saja.

Selain itu, alasan pemerintah mengambil alih secara langsung penggantian kompensasi karena berkaca dari lambannya proses pembayaran oleh Pertamina kepada pengusaha SPBU.

“Kalau seperti sekarang kelamaan menunggu kasihan SPBU, kompensasi akibat penurunan harga 15 Desember lalu saja sampai sekarang belum dibayarkan oleh Pertamina. Kalau SPBU milik Pertamina dan yang besar-besar mungkin tidak masalah, tapi kasihan SPBU kecil,” ujar Purnomo.

“Untuk penurunan harga BBM, akan berlaku efektif 15 Januari 2009. Sehingga Pertamina dan SPBU masih punya dua hari untuk menyelesaikan sehingga tidak ada kelangkaan,” tegasnya.

Sementara Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Achmad Faisal menyatakan Pertamina akan berkomitmen membayar kompensasi kepada SPBU.

“Mohon bersabar, nanti pasti kami bayar,” ujar Faisal singkat. Kewajiban pembayaran kompensasi Pertamina kepada SPBU untuk penurunan harga tanggal 1 dan 15 Desember 2008 senilar Rp8 miliar.

Sementara menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Evita H Legowo, penjaminan kompensasi untuk SPBU oleh Pemerintah ini sebagai bagian dari upaya menghindari terjadinya kembali kelangkaaan BBM saat perubahan harga.

“Begini SPBU kan bisa mebeli di Pertamina dengan harga yang baru tapi pengusaha bisa menebus satu atau dua hari sebelumnya. Upaya ini salah satu cara untuk mencegah kelangkaan agar pengusaha tidak ragu untuk menebus kadang mereka berpikir rugi dong punya stok banyak tapi diual dengan harga murah. Jadi sekarang kita berusaha agar SPBU tidak ragu dalam menebus DO dan menyediakan stok untuk masyarakat,” ujar Evita.

Sementara untuk menghitung jumlah kompensasi tersebut, pemerintah akan berpatokan pada catatan permintaan pasokan (DO) dari SPBU.

“Ada batasan DO sesuai dengan prosedur yg belaku di Pertamina, misalnya SPBU hanya mengambil 1 DO 8 KL atau 16 KL. Dari sini kita Cuma untuk berapa hari dan berapa banyak biaya kompensasi,” ujar Evita.

Sistem kredit 2 hari
Terkait sistem pembayaran yang harus dilakukan SPBU saat membuka DO, pemerintah memberikan tenggat waktu hingga 2 hari kepada SPBU untuk pembayaran saat terjadinya penurunan 15 Januari 2009 lusa.

“Jadi misalnya kalau SPBU membuka DO tanggal 14 maka ia bisa membayar kepada Pertamina 2 hari setelahnya, atau tanggal 16 Januari 2009,” ujar Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Senin (12/1). (JJ/OL-02)

Sumber :MI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: