Mangan Gak Mangan Kumpul

Oleh : Jaiman

93453nature_71

Mangan gak mangan asal ngumpul”. Pepatah ini sempat memojokkan orang Jawa terkesan malas dan kurang struggle dalam hidup. Lho, bagaimana toh, yang benar itu “Mangan ambek ngumpul”-makan bersama. Maksudnya kita bisa makan dan memberi makan orang lain, sehingga bisa makan bersama, benar kan?

Satu lagi pepatah yang kurang populer, “hujan emas di negeri orang masih enak hujan air di negeri sendiri” Walaupun tidak sama persis tetapi dasar filosofinya sama, yaitu kita tidak perlu pergi jauh meninggalkan rumah untuk mendapatkan sesuap nasi. Kalau di rumah tidak ada nasi untuk dimakan lantas mau apa? Diam saja di rumah mengharap belas kasihan orang lain, ya kalau ada yang berbelas kasihan, kalau tidak matilah kita. Kita harus bekerja di manapun dan kapanpun, bahkan sampai mati. Justru pepatah yang tepat adalah “Beribadahlah seolah besok kamu mati dan bekerjalah seolah kamu akan hidup selamanya” Inilah sejatinya keseimbangan hidup yang diajarkan agama, dunia dan akhirat sama pentingnya. Kesempurnaan hidup kita karena mendapatkan materi dunia cukup dan keikhlasan ibadah kepada Tuhan.

Ikon bisnis raksasa seperti, Carrefour, Giant, Toshiba, Sony, Toyota, Honda, Caterpillar, GE, Citicorp, Mercedez, Boeing selalu berpikir prospect. Bisnis mereka harus going concern atau terus berlangsung Apa yang dipikirkan bukan peluang yang terlihat didepan mata (inward looking) dan peluang “cekak” tetapi selalu berpikir outward looking. Peluang bisnis dan rejeki ada di mana saja, jadi tidak ada alasan nggandoli uang di saku yang berpindah dari kiri ke kanan, sedangkan butiran emas bisa didulang dari tempat lain. Setiap kesempatan bisnis yang ada akan dicermati dengan sungguh sungguh, kemudian dibuatlah business plan, feasibility study, dan yang penting real ection. Hasilnya bisnis mereka berkembang terus dari waktu ke waktu. Sedangkan business yang hanya inward looking hanya menjadi jago kandang. Kemudian pada saat globalisasi menggelinding dengan deras, mereka bertumbangan satu per satu, walaupun skala bisnisnya sangat besar. Anda pernah mendengan IBM yang dulu sangat gagah perkasa dan ide bisnisnya yang smart. Dialah yang pertama-tama mengembangkan cumputer modern. Tetapi karena keangkuhannya tidak memperdulikan perkembangan di luar, akhirnya dia hanya menikmati sedkit saja dari kue busnis global yang berkembang pesat.

Kita yang selama ini dilenakan dengan fasilitas yang serba cukup oleh perusahaan tempat kerja harus berhati-hati. Jangan-jangan perusahaan kita sedang menghadapi ancaman serius, sementara kita tidak menyadarinya. Kemapannan busnis yang kita geluti ternyata berkembang lebih pesat di luaran sana, sementara kita terlena dengan captive market yang semu. Ayo sadar…. Awas ada perrsaingan latin. Lihat internet, baca buku-buku baru, bertanya dan mendekati orang yang sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: