Seks Is Beautiful, Seks Is Painful

Oleh : Jaiman

Penyalahgunaan seksual sudah terjadi pada awal peradaban manusia, di mana cikal bakal manusia, Nabi Adam juga melakukannya. Ini sinyalemen kuta bahwa seks adalah kebutuhan manusia yang sangat tinggi prioritasnya. Pakar ekonomi boleh mengatakan kebutuhan manusia akan terpuaskan pada derajat tertentu, kemudian naik pada derajat yang lebih tinggi. Mula-mula dari kebutuhan primer, makan, pakaian, papan, kemudian kebutuhan skunder, hiburan, aktualisasi diri dan seterusnya, lalu bagaimana dengan seks?

Seks tetap seks, manusia dan hewan membutuhkannya, bahkan seks tidak mengenal titik kepuasan. Kalau seseorang telah terpenuhi hasrat seksnya bukan berarti dia akan terpuaskan dan menuju pada derajat seks yang lebih tinggi. Manusia membutuhkan seks, kapanpun dan di manapun. Pernah dengan kisah pemilik Ayam bakar Wong Solo yang beristri empat? Pernah tahu seorang pemuda Madura menikahi empat gadis dalam waktu yang hampir bersamaan? Para pebisnis “nikmat” juga memanfaatkan peluang ini dengan membuka jasa esek-esek sesuai kebutuhan, mau kelas mura meriah atau sepuasnya, puasss… puasss… puasss, he he he kata Tukul. Tapi yang patut diingat bahwa seks is beautiful and painfuly sama dengan dua keping mata uang, satu sisi indah dan menyilaukan sedangkan sisi lainnya sangat mengerikan.

Pernah lihat video mesuk ala anggota DPR? Inilah sisi buram dari seks, kalau keliru memperlakukannnya bisa menjadi pisau yang menusuk tubuh kita sendiri, bahkan orang-orang yang kita cintai..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: