Kendalikan Rasa Percaya Diri

Oleh : Jaiman

Malu sekali, ternyata rasa riya’ku masih cukup besar. Hal ini masih terjadi pada saat saya mengisi ceramah subuh ringkas di masjid dekat rumah.

Mengapa muncul riya’? sangat sulit menghilangkan riya’sampai titik nol karena kemunculannya sangat tiba-tiba, yaitu pada saat kesadaran iman kita naik turun seiring waktu. Rasa riya’ muncul dari dalam hati. Mula-mula hanya setitik rasa percaya diri yang tumbuh tak terkendali, hingga ada perasaan rasa bisa dan lebih baik dari orang lain, kemudian pada puncaknya membanggakan diri seraya mengharapkan pujian. Sekali lagi mengharapkan pujian, berarti riya’ yang nyata.

Lebih berbahaya apabila sifat riya’ berkembang liar dan tidak dapat dikendalikan. Akibatnya fatal, yaitu sombong dan membanggakan diri dipadu dengan ego pribadi yang sangat dominan bisa menuhankan diri sendiri. Inilah yang terjadi pada Fir’au. Sombong dan egonya bersenyawa, hingga mencapai puncaknya ketika dia mendeklarasikan diri sebagai Tuhan manusia. Dia menyatakan dirinya Sang Penguasa yang patut disembah oleh manusia lainnya

Tuhan mencela sifat sombong manusia, karena sifat ini hanya milik Tuhan Sang Maha Pencipta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: