Terima Kasih

Saya termasuk rutim melakukan perjalan luar kota setiap minggu menggunakan kendaraan umum. satu kebiasaan yang saya amati dan membuat diri bertanya ialah, mengapa orang Indonesia sangat berat mengucapkan “terima kasih”, walaupun itu kepada seorang kondektur bus yang menarik ongkos bus. Apapun bentuk imbalan dan kerjasama yang telah kita jalani dengan orang lain selayaknya kalau ucapan terima kasih keluar dari mulut kita, mengapa?

Ucapan terima kasih merupan wujud dari rasa syukur yang diutarakan secara lisan. saya takut bahwa negeri ini ternyata didiami oleh manusia-manusia yang tidak bersyukur karena tidak suka mengucapkan terima kasih. hal ini sangat kontras dengan yang saya lihat waktu saya memberikan bantuan ringan kepadanya. seorang bule yang kebetulan bekerja di tempat yang sama, dia mengucapkan terima kasih dengan nada keras sampai beberapa orang di sekitar memperhatikan. rasanya lega, bukan karena saya ingin mendapatkan balas budi, melainkan kepuasan yang alami dirasakan setiap manusia.

Mari memperbaiki level keimanan dan ketakwaan dengan cara yang paling mudah dan ringan, yaitu berucap terima kasih setiap kali melakukan bisnis apapun bentuknya dengan orang lain. bahkan kepada anak-anak kita, patut juga kalau kita teladankan cara berbuat baik kepada orang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: