Rusia ‘hentikan operasi’ di Georgia

Sumber : BBC News Siaran Indonesia

Presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan, dia memerintahkan penghentian aksi militer di Georgia.

Dia mengatakan tujuan operasi, yaitu memulihkan keamanan bagi warga sipil dan pasukan penjaga perdamaian Rusia di Ossetia selatan yang memisahkan diri, sekarang telah dicapai.

Namun, Medvedev menekankan, jika Georgia menyerang, pasukan Rusia akan melancarkan balasan.

Rusia juga mendukung rencana Uni Eropa untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lima hari itu.

Para utusan kini akan mencoba mendapatkan persetujuan dari Georgia.

Kedua belah masih terus saling menuding kesepakatan gencatan senjata, dan para analis memperingatkan bahwa kedua negara masih berbeda tajam mengenai beberapa isu.

Konflik mulai Kamis malam lalu, ketika Rusia membalas aksi militer Georgia di Ossetia Selatan.

Rusia menjadi sasaran kecaman keras hari Senin setelah pasukan negara itu mendesak dari wilayah-wilayah separatis Abkhazia dan Ossetia Selatan ke Gori di wilayah tengah Georgia dan Senaki di barat.

Hari Selasa pagi, juga dilaporkan pertempuran terjadi di dekat Gori, tapi saksi mata belakangan mengatakan, pasukan Rusia tampaknya telah mundur dari kota-kota kecil.

Perundingan

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dalam kapasitasnya sebagai presiden Uni Eropa, menggelar perundingan dengan Presiden Medvedev di Moskow hampir sepanjang hari Selasa.

Dalam konferensi pers bersama, kedua presiden mengatakan, rencana enam butir telah diterima Rusia, dan kini akan dibawa ke Georgia.

Kesepakatan itu mencakup janji untuk menarik pasukan di kedua belah pihak ke posisi pra-konflik, dan rencana untuk memulai pembicaraan tentang status masa depan Ossetia Selatan dan Abkhazia.

Jika Georgia menyetujui rencana tersebut, Medvedev mengatakan “jalur ke normalisasi bertahap” di Ossetia Selatan terbuka.

Namun, dalam konferensi pers tersebut, Medvedev menyebut pasukan Georgia “orang-orang sinting” dan menuduh Presiden Georgia Mikhail Saakashvili berbohong soal kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.

Dan, hanya beberapa jam sebelum konferensi pers itu, puluhan ribu warga Georgia berkumpul di lapangan utama Tbilisi untuk mendengar pernyataan
Saakashvili bahwa Rusia melanjutkan “penghancuran bengsi dan tak berperasaan” terhadap warga Gerogia.

Pernyataan pemimpin kedua negara tidak bisa diverifikasi, tapi para analis mengatakan, retorika panas itu menunjukkan betapa jauh mereka dari kesepakatan.

‘Invasi Rusia’

Di kawasan konflik sendiri, pasukan Georgia mundur ke ibukota, Tbilisi, sementara pemberontak yang didukung Rusia di belahan barat Georgia mengatakan membuka front baru dalam konflik.

Pemberontak di Abkhazia mengatakan, mereka mulai melancarkan operasi melawan pasukan Georgia, yang kini tampak menghadapi tekanan di dua front.

Pemberontak mengatakan, mereka mencoba mendesak pasukan militer Georgia dari sebuah ngarai strategis di bagian barat provinsi.

Di tempat lain, pasukan Georgia ditarik mundur untuk mempertahankan ibukota, Tbilisi untuk mengantisipasi serangan Rusia.

Dalam perkembangan lain, presiden Amerika Serikat George W Bush mengecam keras perkembangan yang dia sebut “invasi” Rusia.

Bush mengatakan, aksi Rusia di Abkhazia dan provinsi lain yang juga memberontak, Ossetia Selatan “tidak bisa diterima di abad ke-21” dan bahwa Moskow bersalah atas “eskalasi dramatis dan brutal”.

Bush mengatakan, ada gelagat bahwa Rusia mungkin mencoba menggulingkan pemerintah hasil pemilihan demokratis di Georgia.

Menurut Bush, aksi Rusia sejauh ini mengancam hubungannya dengan Amerika Serikat dan Eropa.

Rencana 6 Butir kesepakatan

  1. Penggunaan kekuatan dihentikan
  2. Penghentian semua aksi militer selamanya
  3. Akses bebas bagi bantuan kemanusiaan
  4. Pasukan Georgia kembali ke posisi semula
  5. Pasukan Rusia kembali ke posisi pra-konflik
  6. Perundingan internasional soal status Ossetia Selatan dan Abkhazia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: