Jangan Sedih

Oleh : Jaiman

Jangan bersedih! Sederhana saja, siapapun bisa mengucapkannya. Bahkan kata-kata ini terdengar sederhana dan kurang berbobot. Beda dengan judul buku yang digagas, “Pusaran Energi Ka;bah” “Ternyata Akhirat tidak Kekal” Terpesona di Sidratul Muntaha”.

Boleh saja kita terpesona dengan judul yang gagah dan mentereng. Kalau perlu orang lain tidak paham apa maksudnya. Misalnya buku karangan Agus Mustafa “Terpesona Di Sudratul Muntaha”. Apa maksudnya? Hanya Agus Mustafa yang memahami maknanya, karena dialah penciptanya. Sama juga dengan yang dikehendaki oleh Allah terhadap alam semesta. Apa yang dikehendaki Allah dengan menciptakan alam semesta dengan semua mahkluk yang ada di atasnya.

Bagaimana supaya kita memahami maksud Allah? Bisa jadi sangat sulit, karena kita tidak bia berhubungan langsung dengan Sang Kholiq. Antara mahkluk dengan Tuhan, ada tabir yang tidak bisa ditembus kecuali hanya dengan kehendak pencipta alam semesta. Kemudian Tuhan menunjuk manusia terpilih sebagai Nabi dan Rasul yang bertugas menyampaikan berita dari Tuhan melalui firmanNya dalam kitab suci. Jadi Tuhan dalam berkomunikasi dengan mahkluknya dengan cara yang dimengerti dan mudah bagi mahkluk.

Hal yang sama berlaku juga bagi manusia secara keseluruhan. Apa yang ditulis oleh Dr.’Aidh Al-Qarni dalam sebuah buku yang berjudul “La Tahzan”, Jangan bersedih. Semua orang paham dengan maksudnya. Tidak perlu berpikir panjang untuk mengetahui maksudnya. Anda juga paham benar, apa itu bersedih. Mereka semua mengalaminya. Dengan penyajian materi pendek berbobot, buku ini menjadi the best di dunia. Ini gejala normal, karena banyak orang yang sedang mengalamiya. Apa yang menyebabkan engkau bersedih. Belum cukupkah sebuah rumah lengkap dengan perabot modern dan sebuah mobil mewah terbaru? Belum cukupkan jabatan mapan di sebuah perusahaan multinasional yang cukup ternama? Belum cukupkah keluarga yang hermonis dan anak-anakmu yang menyejukkan di dalam rumah sederhana tanpa mobil dan perabot mewah? Belum cukupkah badan sehat dan nikmat Islam dan iman yang dikuatkan oleh Allah ta’ala kepadamu? Jangan bersedih, selama kamu masih memiliki sepotong roti, segelas air dan sepotong kain yang menutupi tubuhmu. Jangan bersedih karena kamu beriman kepada Allah.

Aidh Al-Qarni memeparkan dengan bahasa yang sederhana saja dikuatkan dengan taburan Ayat-ayat Illahi yang indah dan menyejukkan hati. Mereka menjadi senang dan gembira karena selama ini kita tidak membuka pikiran dengan baik. Kita hanya terpikat pada satu pintu yang berada di depan mata, padahal masih ada 21 pintu lain yang siap membuka dengan bantuan orang lain. itulah pintu-pintu kebajikan yang bersemaian di dalam hatimu. Sebagian menusia hanya memperhatikan pintu di depan mata, tanpa tenggok kanan dan kiri. La Tahzan menjadi media hebat yang bisa membuka pikiran kita yang selama ini hanya memperhatikan pintu di depan mata.

Jangan bersedih, tidak cukup alasan bagimu bersedih, selama iman dan taqwa berada di dada.

“Aku sesuai dengan prasangka hambaKu kepadaKu, maka berprasangkalah ia kepadaKu sesukanya” (Al hadist)

Iklan

2 Tanggapan

  1. kkemajuan umat di masa lalu disebabkanb karena mereka benyak yang rajin membaca dan menulis dan diikuti tajribah sehingga ilmu berkembang. Sekarang umat islam malas membaca apa lagi menulis. Maka umat Islam mundur jauh di belakang.akal pikiran tidak dikembangkan maka hasilnya di dunia Islam hanya menjadi konsumen dan di dunia bukan islam yang menjadi produsen

  2. setuju bahwa kemunduran umat islam skr karena malas membaca, belajar dan berfikir kritis dan cenderung taqlid buta. Akibatnya selalu ketinggalan informasi.Penafsiran ttg adam sudah dikemukakan oleh Mustafa al= Maraghi di mesir tahun 70an dan lalu dikemyukakan oleh hasbi Assidigy dalam tafsir an nur.Ttg subnnatulah juga sdh lama diemukakan oleh Sidi Gazalba bbrp puluh thn yg ll, tetapi masih banyk juga yg tak mengerti. Teologi Asy’ariah juga besar andilnya dalam menghambat kemajuan umat Islam. Sayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: