Teladan dari Kematian, Belajar Dari Kematian Pak Harto

Inna lillahi wa innailaihi rajjiun, Minggu 27 Januari 2008 HM. Soeharto meninggal dunia jam 13:10 WIB di RS Pusat Pertamina, Jakarta. Jendral bintang lima yang lahir tanggal 8 Juni 1921 dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di RSPP selama 23 hari, sejak tanggal 4 Januari 2008. Dr Marjo Subandino selaku ketua tim dokter kepresidenan yang merawat beliau selama lebih dari 3 minggu, sekitar jam 13:30 melakukan jumpa pers di RSPP. Menurut tim dokter, Pak Harto meninggal dunia karena penyakit komplikasi yang menyebabkan kegagalan fungsi beberapa organ tubuh seperti, jantung, paru-paru, ginjal, dan saluran pencernaan. Selama 23 hari masa perawatan kesehatan mantan presiden selama 32 tahun dari 1966 sd 1998 menlami pasang surut. Bahkan beberapa kali beliau megalami koma dan tim dokter melakukan treatmen khusus. Sering pula Pak harto harus ditidurkan secara medis untuk menjaga kondisinya supaya relatif stabil. Tekanan darah yang sangat rentan 110/40 mmHg merupakan kondiri abnormal, sehingga sangat wajar apabila beberapa hari sebelumnya ada isu Pak Harto telah meninggal dunia.

 

Mulai jam 13:30 sampai saat inipun berita TV masih terpusat pada berita ini. Menurut pemberitaan yang direalease beberapa stasiun TV mengatakan jenazah Pak Harto akan dikebumikan di Astana Giribangun, Makadeg, yaitu sebuah kompleks pemakaman yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sekitar tahun 1974. Astana Giribangun adalah salah satu kompleks pemakaman yang terletak di sebuah bukit dengan posisi cukup tinggi. Inilah tempat peristirahat Pak Hato dan Bu ien yang teleh meninggal tahun 1996. selamat jalan Pak Harto, semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima amalan baik dan mengampuni dosa-dosamu.

 

Kematian adalah proses alami, dan semua orang juga akan mengalaminya. Artinya mati adalah salah satu tahapan yang tidak bisa dihilangkan karena manusia tidak suka dengan hal ini. Mulai dari alam kandungan, dilahirkan, menjalani proses masa kanak-kanak, akil balik, dewasa, menjalani kehidupan dan berdharma, lambat laun kualitas hidup menurun karena proses fisik menjadi lebih rapuh, tua,, sakit dan meninggal dunia. Separuh masa ini sangat menyenangkan yaitu dari lahir, tumbuh dewasa sampai dengan masa dharma terbaik lalu mengalami masa menurun yang tidak bisa ditinggalkan, yaitu tua, dan mati.

 

Dua kutup yang berbeda, kelahiran dan kematian menjadi dua kutup yang bertolah belakang, tetapi sejatinya keduanya disambut air mata. Sangat berat ditinggal orang yang sangat dicintai, air mata selalu menjadi tontonan fardhu setiap kali orang-orang tercinta meninggalkan kita. Ini adalah puncak kesedihan, air mata adalah puncak kesedihan. Tidak ada bedanya dengan kelahiran. Peristiwa paling menyenangkan yang ada dalam salah satu siklus kehidupan manusia. Betapa kita berbunga-bunga menyambut kehadiran sang jabang bayi yang munggil. Tangisannya adalah nyanyian paling merdu yang pernah ada dan diciptakan oleh manusia. Betapa tidak, tangisan bayi menjadi daya pesona lura biasa, sehingga rasa sakit selama proses persalinanpun sirna bagaikan tidak pernah ada sebelumnya, yang ada hanya kebahagiaan yang teramat besar. Tetesan air mata menjadi tanda paling hakiki atas bunga-bunga bahagia. Antara kematian dan kelahiran adalah dua kutup yang saling bertolak belakang, tetapi ujud aslinya sama yaitu air mata.

 

Sangat wajar apabila kematian Pak Harto ditagisi oleh keluarga, karena bagi keluarganya sosoknya amat istimewa sama juga artinya kita bagi keluarga. Sesungguhnya ini peristiwa biasa dan tidak perlu menimbulkan ratapan, apalagi disesali dengan tagisan dan penyiksaan diri karena penyesalan. Bangsa Indonesia pernah dipimpin oleh Pak Harto selama 32 tahun adalah kehendak alam, dan saat ini masa depan bangsa Indonesia masih panjang, mencontoh hal-hal yang baik dan meninggalkan keburukan hukumnya wajib bagi kita. Itulah cara terbaik mengenang Pak harto.

 

Paiton, 27 Januari 2008.

Jaiman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: