Bahagia, Mimpi Anak Bangsa

Banyak orang keliru memaknai kebahagiaan. Kebahagiaan diartikan dengan enak, yaitu kondisi di mana seseorang mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan kenikmatan (materi) yang setiap saat dengan jumlah sangat melimpah. Misalnya Mr. Bill Gate yang dibobatkan sebagai orang terkaya beberapa tahun oleh Majalah Forbes. Dengan jumlah harta milyaran USD, pasti tidak ada kesulitan bagi dia untuk hidup mewah di hotel berbintang, membeli pesawat pribadi, bersantai berlama-lama di pantai dan tempat eksotik lainnya. Kalau berminat Mr. Bill Gate bisa berwisata ke bulan dengan menyewa pesawat ulang alik milik Rusia dengan biaya 10 miliar rupiah sekali jalan. Betapa melimpahnya harta Bill Gate.

 

Dengan kekayaan super banyak seperti itu, sebagian besar orang menilai bahwa Bill Gate adalah orang yang bahagia. Bill Gate pasti sangat bahagia dengan kekayaan tersebut. Kebahagiaan berbanding lurus dengan jumlah harta kekayaan, semakin banyak kekayaan yang dimiliki semakin bahagia hidup seseorang.

 

Mengapa demikian? Sebagian besar penduduk dunia ini hidup dalam kondisi kekurangan ekonomi. Sebagian besar mereka tidak memiliki cukup harta sebagaimana yang  dialami di negeri besar seperti Indonesia. Konon 25% rakyat indonesia hidup dalam kondisi miskin. Mereka berpenghasilan kurang dari USD300 per tahun. Dengan uang sekecil itu mereka harus bertahan hidup, sementara berita yang dilihatnya di media massa dan TV, cerita sinetron dan selebriti yang memamerkan harta benda dan kemewahan. Pera pejabat di Jakarta tidak kalah gilanya, mereka menghamburkan uang APBN untuk kepentingan kunjungan kerja dan fasilitas kerja. mobil, laptop, hp, ruang kerja, dan penampilan yang sama sekali bertolak belakang dengan penderitaan rakyat yang makin mendera dari waktu ke waktu. Bagi mereka janji adalah hutang yang akan dibayar pada saatnya tiba. Mereka dulu percaya bahwa wakil rakyat yang dipilihnya akan memperjuangkan nasib mereka yang buruk hingga menjadi lebih baik. Tetapi harapan mereka tidak pernah tiba.

 

Sebaliknya, yang terjadi adalah korupsi merajalela di kalangan wakil rakyat. Mereka menerima suap miliaran rupiah untuk jasa pengesahan undang-undang, padahal hal itu adalah kewajiban yang harus ditunaikan dengan baik untuk memenuhi janjinya. Tetap saja mereka buta mata, buta hati sebagaimana Tuhan firmankan dalam Kitab Suci Al-Quran, mereka telah buta mata dan hati untuk menerima kebenaran, biarkan mereka melakukannya sampai pada saatnya Allah ta’ala akan menjatuhkan hukuman yang sangat berat”. Bukan hanya uang, perbuatan maksiat seksual bebas, saling sebar fitnah juga menjadi menu harian Mereka menerima suap, lalu berdalih gratifikasi, perjalanan dinas, uang transport dan seterusnya mengumbar dusta.

 

Setiap heri berita ini mereka saksikan di media massa. Mereka terlalu muak dengan berita ini, tetapi tetap saja mereka tidak dapat mengelak dari kenyataan bahwa orang orang terhormat yang seharusnya menjadi teladan, tidak lebih hanya serigala culas yang selalu membodohi rakyat.

 

Cerita Buruk

Kalau cerita negeri ini dibeber semua di atas lembaran-lembaran kertas, entah berapa tebal kertas yang harus disediakan untuk memuat cerita ini.

 

Kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia ke kantong anggota DPR yang terkutuk sebanyak Rp. 31,5 miliar untuk uang sumpel mulut anggota DPR yang membahas RUU Bank Sentral.

 

Kasus jaksa Urip (the six billions man) Tri Gunawan yang menerima siap dari kasus ditutupnya kasus penyalagunaan dana bantuan likuiditas BLBI oleh konglomerat Syamsul Nursalim. Masih banyak cerita buram lainnya, mengerikan…

 

 

Untuk negeriku tercinta… Indonesia..

Right or wrong, it’s my country

 

Paiton, 15 Juli 2008.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Kapan negeri ini mikirin rakyatnya ya pak, sekolah saja mahalnya bukan main.

  2. Right or wrong is my country but…..
    if if it’s wrong……say it WRONG.
    Ya kan Mas ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: