Manajemen Sumber Daya Manusia No.1

Werther (dalam Ndraha, 1997, 6) menyatakan bahwa sumber daya manusia (human resources) adalah “the people who already, willing, and able to contribute to organization goals”. Dalam hal ini yang dimaksud dengan organisasi dalam “organizational goal” tidak hanya terbatas pada suatu bidang melainkan berbagai bidang seperti: industri atau perusahaan, pemerintahan, hukum, sosial budaya, lingkungan dan sebagainya. Masih dalam Ndraha, dikatakan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas tinggi adalah sumber daya manusia yang mampu menciptakan bukan hanya nilai komparatif, tetapi juga nilai kompetitif, generatif dengan menggunakan energi tertinggi seperti intelligence, creativity, dan imagination

            Dalam bidang industri sumber daya manusia adalah asset yang paling penting dan membuat sumber daya lainnya bekerja. Sumber daya manusia penting karena mempengaruhi efisiensi dan aktivitas organisasi serta merupakan pengeluaran pokok perusahaan dalam menjalankan bisnis (Simamora, 1999: 60).

            Sumber daya manusia dalam konteks bisnis adalah orang yang bekerja dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang sering pula disebut dengan karyawan atau employee. Manajemen SDM berkaitan dengan kebijakan (policy) dan praktik-praktik yang perlu dilaksanakan oleh manajer mengenai aspek-aspek sumber daya manusia dan manajemen kerja atau job management (Simamora, 1999, 67). Ada banyak definisi dari manajemen  sumber daya manusia, tiga diantaranya adalah (Syafaruddin, 2001, 6).

  1. Armstrong, mendefinisikan manajemen sumber daya manusia secara sederhana yaitu bagaimana orang-orang dapat dikelola dengan cara yang terbaik dalam kepentingan organisasi.
  2. Kenooy, mengemukakan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu metode memaksimumkan hasil dari sumber daya tenaga kerja dengan mengintegrasikan manajemen sumber daya manusia ke dalam strategi bisnis.
  3. Storey, melakukan pembatasan yang lebih kompleks, manajemen sumber daya manusia adalah pendekatan yang khas terhadap manajemen tenaga kerja yang mampu dan memiliki komitmen tinggi dengan menggunakan tatanan kultur yang integrated, structural dan teknik-teknik personel.

Manajemen sumber daya manusia berbeda dengan manajamen personalia (personnel management). Manajemen sumber daya manusia sifatnya lebih strategis bagi organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan, sedangkan manajemen personalia lebih menekankan pada sistem dan prosedur. Manajemen sumber daya manusia  sering juga dipandang sebagai suatu mekanisme untuk mengintegrasikan kebijakan dan praktik sumber daya manusia ke dalam strategi bisnis  dan organisasi. Selain itu manajemen sumber daya manusia juga dapat diartikan sebagai alat manajerial yang dapat dipergunakan untuk merencanakan, mengelola, dan mengendalikan sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi           

Manajemen sumber daya manusia dapat dipahami sebagai suatu proses, serta dapat pula diartikan sebagai suatu kebijakan (policy) dalam sebuah organisasi. Sebagai proses Cusway (dalam Ndraha, 1997, 7) mendefinisikan manajemen sumber daya manusia sebagai bagian dari proses yang membantu organisasi mencapai tujuannya sedangkan dalam konteks sebagai kebijakan, manajemen  sumber daya manusia dimaksudkan sebagai suatu sarana untuk memaksimalkan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuannya. Dalam konteks yang demikian Guest (dalam Bernardin dan Russel, (1993, 36) memberikan pendapat bahwa kebijakan yang diambil organisasi dalam mengelola sumber dayanya diarahkan pada penyatuan elemen-elemen organisasional, komitmen pekerja, kelenturan organisasi dalam beroperasi serta pencapaian kualitas hasil kerja maksimal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: