BROMO OUTING 2007

Bromo

Kali ini ada untuk kedua aku bermain ke Bromo bersama teman-teman, tetapi yang beda, kali ini bersama dengan teman kantor YTL Paiton dalam rangka outing Commercian Section tahun 2007. Kami berangkat dari paiton 5 Mei 2007  mengendarai 5 Trooper dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang. Jadi tiap-tiap Trooper dinaiki sebanyak 4 atau 5 orang.

 

 

Jam 7 pagi kami awali perjalanan dari OHC Paiton, dimulai dengan do’a dan cek segala kebutuhan di perjalanan dan peserta yang telah terdaftar. Sayang sekali seorang teman kami,  Pak Hartono yang sedianya berniat ikut harus mengundurkan diri karena suatu urusan. Perjalanan melewati Paiton ke arah Barat terus lewat Kraksaan. Tak lupa teman-teman harus mengisi BBM di Tanjung juga BBM untuk Genset. Sekitar Jam 8 kami sampai di menuju Pajarakan kemudian mampir di lapangan Pajarakan untuk sarapan pagi dari bekal nasi pecel yang telah kami beli dari warung pecel pincul Paiton. Awal yang baik, kami makan dengan lahap dan beristirahat serta konsolidasi sebalum melanjutkan perjalanan panjang. Setelah kenyang, segera kami lanjutkan perjalanan menuju arah barat yaitu Kota Probolinggo, di pertigaan Randu Pangger, sebelum masuk kota kami belok kiri  arah selatan menuju Lumajang.

 

Perjalanan masih berlanjut, sepanjang perjalanan kami saling berkomunikasi karena masing-masing mobil dilengkapi dengan HT. Mobil terdepan biasanya melaporkan kondisi lalu lintas, dan kami memantau serta berkomentar tentang apapun yang kami lihat di sepanjang jalan. Sebelum masuk kota Lumajang kami belok ke kanan entah nama daerah ini, tapi medan jalan mulai menanjak dan sempit. Setelah perjalanan makin jauh dan jalan yang ditempuk naik turun sekitar 10 km, kami belok kiri, masuk ke suatu jalan yang agak sempit. Medan yang kami tempuh kali ini adalah hutan. Jalan hanya bisa dilewati dengan satu mobil saja, apabila kami bertemu mobil dan berpapasan harus ada salah satu diantara kami atau bahkan kami saling meminggirkan posisi sehingga bisa saling lewat. Udara sekitar hutan dingin dan kuping kami merasakan ada pengurangan tekanan udara karena kadar oksigen menurun. Kami masih tetap ceria dan saling berkomunikasi lewat HT.

 

Setelah melewati medan sulit sampailah kami di Ranu Pane, yaitu pos transit bagi pendaki Gunung Semeru. Di situ ada sebuah telaga bagus yang agak luas dengan udara sejuk sekali. Di sini kita juga bisa beristirahat sejenak untuk melepas penat bagi para pendaki. Ada sebuah bangunan dengan ruangan cukup bagus di dalam nya ada petunjuk jalan bagi para pendaki. Di sini juga bisa kita ketahui aneka jenis flora dan fauna khas Semeru. Aku dan beberapa teman mengamati dengan seksama beberapa flora di sana. Ada jenis aneka anggrek juga beberapa fauna burung, harimau dan hewan lainnya. Pemandangan sangat indah apalagi waktu kami datang disambut oleh kabut yang mulai turun di atas Ranu Pane. Kami berulang mengabadikan fenomene ini dengan kamera yang kami bawa. Setelah puas menikmati keindahan Ranu Pane, kami melanjutkan perjalanan masih di sela-sela hutan lindung Semeru Bromo. Perjalanan yang ini berada di ketinggian sekitar 2200 meter di atas permukaan laut, tapi udara tidak terlalu dingin mungkin karena siang itu matahari bersinar cukup panas. Beberapa kali kami berpapasan dengan penduduk sekitar yang sedang mengangkut hasil bumi. Tak putus-putus  kami bersyukur dapat menikmati keindahan ciptaanNYA.

 

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam sampailah kami di Jemplang, yaitu pertigaan menuju ke lembah Teletubbis yang sangat indah. Kami memberi nama bukit itu demikian karena bentuknya mirip seperti di film anak-anak teletubbis yang sangat populer itu..

 

Perjalanan berlanjut, kami menuju bukit tetetubbis dengan menyusuri jalan sangat sempit yang hanya bisa dilewari satu kendaraan, itupun harus yang doubel gardan, karena ketajaman medannnya.

Kami sampai di lembah teletubbis sekitar jam 1 siang dan menyiapkan kebutuhan untuk makan siang dan shalat. Dari Paiton kami sudah menyiapi nasi kebuli yang dibawa Pak Bagir. Supaya makin enak nasi kebuli harus dipanasi. Genset siap dihidupkan dan nasi kebuli yang siap di magic jar segera dicolok ke genset. Sementara menunggu makanan panas, kami bersiap shalat dhuhur. Pak Budhi mengambil kompas mobil yang ada di dasbot mobilnnya untuk mencari arah kiblat. Setelah sholat selesai kami makan. Disela selan santai makan Pak Aris, membola-balik kompas dan bertanya kepada teman lainnya lalu berkomen. Wah kayaknya kiblat kita tadi salah loh. Kontan beberapa diantara kami membolak-baliknya. Wah, iya nich, memang arah kiblat kami tadi salah. Ya tak apa lah, namanya sudah ihtiar dan ternyata salah gak apa apa, shalat juga tak perlu diulang.

 

Makan siang segera kami mulai setelah shalat. Nasi kebuli yang dipanasi rupanya sudah hangat dan nikmat sekali rasanya. Lauknya lengkap, ada daging kambing juga daging sapi bagi yang tidak suka -kambing. Wak benar-benar kami menikmati lunch hari ini. Beberapa dari kami nambah karena makanannya cocok sekali.

 

Setelah sekitar istirahat dan berfoto-foto kami melanjutkan perjalanan menuju Bromo. Kami lewati padang ilalang dan padang pasir dengan medan terjal. Sampailah kami di padang pasir Bromo. Lagi-lagi kedatangan kami disambut kabut turun. Begitu kami sampai disana kabut tebal sekali turun sehingga diantara kami tidak bisa saling melihat posisi. Kami putuskan berdiam saja tanpa menjalankan kendaraan untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Setelah menunggu seperempat jam, kabut hilang dan kami berkumpul kembali. Perjalanan diputuskan ke kawah Bromo dan bukan ke Pananjakan sebagaimana yang telah kami rencanakan. Sampai di lereng Bromo kami disambut dengan para penyewa kuda yang menawarkan jasa naik ke kawah Bromo. Setelah menganjak

 

 

teman-teman lainnya, aku memutuskan naik ke kawa menyewa kuda. Indah sekali perjalanan dengan kuda. Sekitar 10 menit sampailah kami di atas kawa Bromo dan menikmati keajaiban kawah Bromo.

 

Setelah puas dengan pemadangannya dan berfoto kami turun kembali  menuju teman-teman yang berkumpul di bawah. Setelah membeli beberapa oleh-oleh yang ada kami melanjutkan perjalanan pulang karena waktu menunjukkan jam 4 sore.

 

Perjalanan pulang dipacu lebih cepat karena jalannya menurun. Sampai di Tonggas makan Malam sudah tiba. Sekitar jam 17:30. kami makan malam di Restoran Bromo Asri sekalian shalat Magrib. Jam 18:30 kami selesai makan dan melanjutkan perjalanan pulang menuju Paiton. Sekitar jam 7: 30 kami sampai di Paiton dengan selamat. Kami memenjatkan puji syukur kehadirat Allah swt atas kemurahannnya dan kemudahan selama perjalanan kami bertadabbur alam, kami menikmati keindahan ciptaaannya dengan mengucap Maha Suci Allah dengan segala keagungganNYa, amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: