PORNO !!!

Apa itu porno? Bukankah kita sering mendengarnya, “wah pikiranmu porno”. “Eh jangan buka baju, itu porno” dan masih banyak jargon-jargon bernada porno sering kita dengar.

 

Porno dan tidak porno, apa istilah yang tepat untuk penebar porno dan pikiran intelek bermakna porno? Apakah porno hanya menjadi istilah mengumbar aurat, mempertontonkannya di hadapan massa dan khalayak umum, ada film porno, majalah porno, adegan porno juga pikiran porno? Kalau porno hanya diidentikkan dengan aurat, lalu masalahnya melebar, aurat siapa? Lalu pertanyaan merembet kepada batasan aurat. Aurat laki-laki itu apa, aurat perempan itu apa? Syarat sahnya porno juga belum lengkap kalau tidak melibatkan tempat. Tempat umum itu apa? apakah semua tempat terbuka yang bisa dilihat oleh semua orang adalah umum. Wah kalau dikupas lebih mendalam jadinya cukup ruwet.

 

Siapa yang lebih porno? Para model, artis, bintang film dan penyannyi adalah selebriti yang sering disebut sebagai biang pornografi dan porno aksi, sehingga kalau kita lihat berita TV, koran, radio, merekalah yang paling banyak komen dan membuat justifikasi. Walaupun bukanlah mereka yang paling tahu dan paham. Mereka bukan orang yang berkompeten kok dengan istilah itu. Atau kalau mereka bicara ini porno, ini tidak porno itu hanya pemahaman sempit sebatas pada perilakunya masing-masing. Ada interest yang melekat dengan statement itu. Lihat saja waktu mereka bicara batasan pornografi. Seni itu adalah keindahan, jadi kalau pose bikini saya di majalah X itu bukan pornografi melainkan seni fotografi, atau seni model dan lain-lain istilah asal.

 

Dapat dimaklumi mengapa mereka mengalihkan perhatian pada obyek lain, karena kesehariannya mereka dekat bahkan bersinggungan langsung dengan aurat dan mendapatkan uang dari keindahan auratnya. Misalnya seorang bintang sinetron ditanya ”Bagaimana pendapat anda tentang RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi?” ”Sesungguhnya yang porno itu siapa sih, koruptor itu atau kami para artis? Nah, begitulah kalau menanyakan suatu hal kepada yang bukahn ahlinya. Kalau tanya porno pada akademisi yang membidangi pornografi dan sosiologi. Tapi ya itulah, para wartawan menanyakan pada artis, ok lah masih untung tidak tanya kepada penghuni rumah sakit jiwa, he he he.

 

Masih menjawab pertanyaan siapa yang lebih porno? Mari kita fokuskan pada istilah porno. Porno ya porno, urusannnya adalah aurat yang dipamerkan kepada publik melalui tempat-tempat umum, media massa elektronik dan cetak sehingga menyebabkan keresahan di masyarakat dan ada pihak yang dirugikan dengan penyebarannya. Porno bukan koropsi, atau kolusi atau pembunuhan. Sudah jelas bahwa porno itu ya porno bikan yang lain. Kalau ada  artis berceloteh siapa yang lebih porno gambar bugil atau korupsi? Ini adalah pernyataan naif yang tidak paham dengan porno. Sekali lagi porno ya porno, korupsi ya korupsi, pembunuhan yan membunuh bukan lainnya.

 

Siapa yang lebih jahat dan buruk? Semuanya buruk. Kalau pertanyaannnya seperti ini artinya kita tidak ingin mencari jalan keluar dan cara yang lebih baik untuk masa depan. Pornografi buruk, korupsi buruk, pembunuhan juga buruk, menebang hutan buruk, berbohong buruk Jadi perbuatan buruk ya buruk bukan dengan membuat perbandingan antara pornografi dan korupsi, wah kayaknya korupsi lebih buruk, kan makan harta rakyat sangat banyak rakyat yang dirugikan secara material juga negara, ini artinya  korupsi adalah biang kesalahan terbesar sehingga pornografi tidak terlalu besar makna kesalahannnya. Oh kalau begitu yang menjadi biang kerusakan adalah korupsi bukan pornografi. Nah ini adalah statement menyesatkan, karena tidak melihat masalah dengan jernih dan cenderung tendensius.

 

Pornografi merusak, korupsi juga merusak, keduanya sumber kerusakan. Lalu berapa besar kerusakan yang ditimbulkannnya? Walaupun cukup sulit untuk membuat kalkulasi pengaruh dari masing masing variable ini, tetapi cukup mudah untuk mendapatkan opini bahwa keduanya berpartisipasi kolektif merusak tatanan yang baik.

 

Porno itu porno, koruptor itu korup, pencuri itu mencuri, menjual narkoba itu pnjahar. Semua ini perbuatan jahat dan tidak perlu dibanding-bandingkan mena yang lebih jahat, karena kejahatan yang besar dimulai dari yeng kecil.

 

Surabaya, 19 Maret 2007.

Jaiman

Iklan

5 Tanggapan

  1. boleh deh asal tahu aja. gitu

  2. Setujuuuuuu…….
    Orang Indonesia itu sukanya berkelit. Jelas-jelas porno malah ngalihin tema pembicaraan…

  3. […] PORNO !!! 3 June 2008 by jaiman1 on Jaiman1’s Weblog …  itu porno ? Bukankah kita sering mendengarnya, “wah pikiranmu porno ”. “Eh jangan buka baju, itu porno ” dan masih banyak jargon-jargon bernada porno sering kita … […]

  4. Aah..is my good

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: