Sukses, Mengapa Kita Tidak Sepakat?

Dalam keseharian kita sering mendengar ungkapan “Kalau anda ingin sukses, maka lakukanlah bla…bla… bla…”. nah di sini orang sering kali mengeneralisasi bahwa kalau ingin sukses harus melakukan seperti yang dilakukan oleh orang lain, padahal, ukuran sukses itu sendiri juga masih debatable. Masing-masing individu memiliki parameter-parameter yang berbeda. Dan ingat bahwa apa yang dicita-citakan oleh masing-masing individu juga beda.

Inilah yang seringkali dilupakan oleh sebagian besar orang. Para motivator dengan latar belakang marketing, mengatakan kunci sukses adalah usaha cerdik untuk menarik pembeli sebanyak banyaknya, sehingga omset meningkat dan target tercapai. Lain lagi dengan sukses ala entrepreneur. Mereka melakukan lobi, dan memainkan strategi dan taktik supaya dapat mengalahkan pesaingnya dan memperbesar skala industrinya. Mungkin pula pengusaha yang reakstif melakukan akuisisi dan aliansi dengan pesaingnya supaya dapat menguasai pasar. Begitu pula dengan seorang ilmuwan, mereka bukan berpikir akan meningkatkan omset dan skala pasar, melainkan memikirkan pengembangan ilmu pengetahuan secara luar sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Juga seorang rohaniwan yang memberikan dakwah, tausiyah dengan baik sehingga umat dapat memahami ajaran agama dengan baik dan benar, serta masih banyak lagi lainnya.

Contoh-contoh yang saya sebutkan di atas adalah secuil saja dari kemungkinan pendapat-pendapat yang diyakini oleh begitu banyak cita-cita yang ada, sehingga ukurannnya menjadi sangat multi variance. Apa yang diyakini oleh mereka masuk akal dan tidak perlu diperdebatkan, tetapi yang lebih penting di sini adalah mendefinisikan parameter sukses terlebih dahulu, supaya perdebatannya menjadi sistematis dan berstukture. Anda sudah tidak asing dengan Hermawan Kartajaya, Tung Desem Waringin, Mario Teguh, Ary Ginanjar, Robert Kiyosake dan masih banyak nama lain yang belum disebut di sini. Mereka ini adalah para motivator pada bidangnya masing-masing. Kalau mereka ditanya apakah mereka adalah orang yang sukses? Tentu akan menjawab ya, mengapa? Bagaimana mungkin seorang yang memberikan wejangan kepada orang lain tentang tips sukses, kok bukan orang yang sukses. Coba tanyakan kepada orang lain, apakah mereka orang sukses, jawabannnya akan bervariasi, mungkin ya atau tidak. Peninjauan sudut sukses makin rumit karena pembahasaanya juga makin lelebar. Nah untuk menyederhanakan pembahasan ini marilah kita mencoba mengurainnya dengan cara melakukan pembahasan mulai dari, apa sukses, apa parameternya, bagaimana cara meraih sukses. Tiga pertanyaan ini menjadi bahasan menarik dan mendalam apabila dibahas secara sistematis. Pembaca akan melakukan pendekatan yang sederhana supaya semesta diskusi sukses tidak panjang lan melebar.

Apa sejatinya sukses? Sukses merupakan kondisi di mana seseorang mendapatkan sesuatu baik tangible dan intangible berkaitan dengan cita-citanya dengan ukuran tertentu. Jadi kunci sukses bukan hanya kerja keras dan pasti sukses, tetapi harus ada ukuran tertentu yang menjadi titik tolak sebagai indikator antara sukses dan gagal. Misalnya, ditetapkan pada tahun ini target penjualan mencapai 200 juta. Kalau penjuaan mencapai 200 juta atau lebih berarti sukses menjadi milik Anda, dan sebaliknya kurang dari 200 juta berarti gagal. Dengan demikian fungsi indikator menjadi sangat vital, karena kecerobohan mematok target dan indikator bisa berakibat buruk, yaitu GAGAL.

Sukses merupakan predikat dan apresiasi orang lain dan diri sendiri atas kerja otak dan otot untuk mencapai suatu yang sangat sulit dicapai. Obyek yang ingin dicapai juga memiliki kadar tantangan cukup signifian, sehingga bagi mereka yang mendapatkannya merupakan prestasi luar biasa atas kerja keras.

Bagaimana dengan indikator sukses? Pertanyaan ini sulit dijawab, mengapa demikian? Saya mencoba mengurannya dengan cara yang sederhana. Perameter sukses dibagi menjadi dua kelompk besar, yaitu parameter umum dan parameter khusus. Parameter umum adalah yang bersifat umum dan semua orang dapat memahami, serta cenderung sepakat dengan parameter ini. Menurut saya parameter umum sukses adalah

1.      Kemanfaatannya, maksudnya seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh masyaratak secara umum. Misalnya kalau kimembaca kisah pemimpin-pemimpin yang telah berhasil meningkatkan kemakmuran bagi rakyatnya kita sebut saja Ibu Theresa, Khomaeni,Gandhi Mahatma, Sukarno dan Hatta. Mereka adalah orang sukses karena telah menyebarkan kemaslahatan bagi umat manusia.

2.      Kekuatan ajarannnya menjadi daya booster yang memotifasi orang lain untuk mendapatkan sukses individu walaupun memiliki citi-cita yang beragam. Swadesi Gandhi, Ekonomi Berdikari Sukarno. Ekonomi Kerakyaran Hatta. Demokrasi ala Iran Khomaeni, dan Kasih Mother Theresa adalah ajaran yang abadi sampai saat ini dan untuk selanjutnya. Mereka telah berjasa memberikan motivasi besar bagi umat manusia sehingga mereka pula berhak atas predikat sukses.

3.      Abadi dan dikenang sebagai tokoh yang layak diteru dan diidolakan. Tiga parameter di atas menjadi kesepatan umum dan mudah diterima oleh siapapun karena menjadi model yang populer sepanjang masa. Yang perlu diingta bahwa ketiga kondisi di atas tidak ada satupun yang berupa tangible asset, malainkan semuanya intangible asset.

Parameter khusus sukses sangat sulit diuraikan di sini karena masing masing individu sebagai panutan akan memiliki kekhasan dan perlu dijelaskan dengan dengan spesifik yaitu:

1.      materi sebagai parameter. Kalau kekuatan materi dengan ukuran jumlah dollar atau rupiah yang dimiliki oleh seseorang sebagai parameter masih mengundang kontroversi. Betapa kita menjadi sangat hedonis dengan menjustifikasi bahwa jumlah materi sebagai indikator kesuksesan. Apa yang dikatakan Robert Kiyosake, Tung Desem, Hermawan, Renald Kasali mengarah pada ukuran materi yang mengundangn kritik dari banyak orang. Parameter materi bukan selamanya salah karena materi juga sering kali mengikuti atas prestasi intangible asset. Coba lihat Bill Gate yang sukses menciptakan Microsoft Windows sebagai media bisnis di seantero jagad. Bill Gate jelas-jelas menjadi orang yang membawa kemaslahatan bagi umat manusia. Mungkin dulu Bill Gate tidak pernah berminpi menjadi orang terkaya di seluruh jagad, tetapi usaha kerasnya memberikan kemudahan bagi umat manusia membawa berkah bagi dirinya yaitu dollar yang berlimpah. Dari kalangan pemilik paten dan pebisnis juga masih ada JK Rowling, pengeran Alwaleed, Warren Buffet. Steve Jobs, Mittal, dan masih banyak lagi lagi nama-nama pemilik kekayaan berlimpah.

2.      Relatifitas waktu. Bisa jadi seseorang yang dianggap sukses ini hanya dalam batasan waktu tertentu yang kadang-kadang hanya sesaat. Pola semacam ini biasanya mengikuti trend dan segera berganti dengan lainnya. Saat ini misalnya salah satu profesi yang sedang in adalah motivator. Seminar dan workshop dilakukan dimana-mana, pengikutnya juga sangat besar. Ada ESQ, cara efektif menjual diri, meningkatkan profesionalisme, kursus kepribadian. Tokoh-tokoh yang sedang in misalnya Tung Desem, Hermawan Kartajaya, Ary Ginanjar, AA Gym. Akan segera digantikan oleh orang lain seiring dengan perubahan tren masyarakat. Sebagian besar mereka sadar bahwa populeritas ini hanya sementara dan segera digantikan dengan tren lain, oleh sebab itu sifat skses mereka temporer.

3.      mengabadikan sendiri memoarnya dalam buku atau materi lainnya. Saat ini banyak orang yang menulis mamoar dirinya sendiri. Entah apa yang diharapkan, tetapi unsur keinginan untuk dikenang sebagai tokoh dikenang oleh masyarakat umum selalu ada. Tedak perlu harus seorang kepala negara atau pemimpin organisasi besar bertaraf internasional yang melakukannnya. Seorang bupati, camat, tokoh loka pun melakukannnya sengan haranannya masing-masing. Trik semacam ini mungkin akan abadi dalam ingatan mereka dan pengagumnya saja tetapi tidak untuk keabadian waktu. Tokoh-tokoh terkenal seperti Gadhi, Sukarno tidak menulis rewayat hidupnya sendiri kemudian diserahkan ke percetakan lagi dijual atau disebarkan kepada masyarakat. Mereka tidak melakukannnya, melainkan orang lain tanpa sepengetahuannya. Hal ini yang berbeda dengan parameter umum dan spesifik.

Surabaya, 10 Juni 2007.

Jaiman

Iklan

Satu Tanggapan

  1. mantab…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: