Pelayan Itu Babu

Siapa pelayan? Semua orang yang melayani manusia lainnya. Apapun jabatannnya dan pangkatnya selama tugasnya adalah melayani orang lain adalah pelayan, istilah umumnya adalah babu.

 

Kita sering mendengan ucapan pejabat “Kita adalah pejabat publik yang melayani masyarakat, oleh sebab itu kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada mereka”. Begitulah yang sering kita dengan dari mulut mereka. Masyarakat menjadi saksi, juga apapun yang ada saat itu.

 

Dari kondisi di atas, kita tahu sesungguhnya babu bisa bernama presiden, menteri, gubernur, bupati, camat, lurah. Semuanya bertugas melayani masyarakat. Masyarakat yang membayar mereka, jadi kalau babu mentang mentang di depan majikannya artinya babu kurang ajar dan harus dihukum.

 

Bagaimana tugasnya? Sangat sederhana, tugas babu adalah babu, pelayan tidak lebih. Orang yang dilayaninya bernama majikan, kalau memang begitu aturannya, maka kamu semua adalah majikan dan para pejabat itu babu yang wajib melayani kami dengan sungguh sungguh. No question, tugasnya adalah melayani.

 

Bagaimana anggapan Anda? Mulia atau hina? Pandangan seseorang hina atau mulia bukan dari tugasnya, jabatannnya, melainkan komitmennnya untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Dalam pandangan Allah, kemuliaan manusia bukan karena kekayaannya, cantik dan gantengnya, atau keturunannya. Kemuliannya manusia karena ketaqwaaanya kepada Allah. Kalau digali lebih mendalam, makna taqwa adalah komitmen antara ucapan dengan tindakan nyata. Kesehariannya menjalankan tugas dengan setulus tulusnya. Niatnya juga bukan karena hal-hal lain diluar janji yang telah disumpahkan.

 

Apa janji pejabat kepada majikannya? Menjalankan dengan sebaik-bailnya dan selurus-lurusnya tugas yang diwenangkan kepadanya. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan maksimal dan seterusnya. Coba lihatlah kenyatannya? Mereka seringkali mengumbar kecongkaan yang memposisikan sebagai majikan, dan justru minta dilayani. Ini adalah pengkhianatan dan kudeta. Apa hukuman bagi pengkhianat? Hukum seberat beratnya tanpa apmun.

 

Bandingkan dengan pelayan masyarakat? Lurah, camat, bupati, gubernur, presiden adalah jabatan babu untuk melayani masyarata umum. Apakah mereka mejadi pelayan atau bendoro?apa artinya pelayan mengganpap diri bendoro? Itu namanya tidak tahu diri. Kalau sudah demikian tatanan yang baik, harmonis menjadi rusak berantakan.

 

 

Bandingkan dengan kisah manusia manusia paling mulai di muka bumi mlai dari dalailama, mother Theresa, para waliyullah, para nabi ambiyak walmursalin meningkat kepada Rasul Allah Muhammad Saw. Semua manusia-manusia mulia ini berprofesi sebagai pelayan manusia. Bahasa murahannya adalah babu yang melayani dengan setulus hati tanpa pamrih. Tidah ada bayaran rupiah dan dollar di sakunya, bahkan ucapan terima kasihpun tidak diharapkannnya. Kalau memang demikian tugas pelayan”babu”, apakah pantas kita memalingkan muka terhadap manusia-manusia ini?

 

Mari kita memalingkan pehatian kita kepada pelayan palig mulia di uka bumi, yaitu Rasul Muhammad saw. Apakah baginda Rasul minta dipanggil raja, presiden atau segala jabatan tertinggi di mata manusia? Rasul Muhammad pun yang nyata sebagai manusia termulia di sisi Allah swt menolak penghormatan sahabat dengan berdiri. Hanya berdiri saja pada saat Beliau datang pada suatu majelis. Apakah artinya Rasul? Rasul berarti utusan. Bahasa kasarnya orang suruhan, sebagaimana kita suka menyuruh pembantu rumah belanja di pasar, mencuci, setrika dan bersih-bersih rumah.

 

Pelayan itu setia menjalankan tugas tuannnya. Kalau memang demikian tugas seorang babu, apa bedanya dengan Rasul yang juga hanya sebagai pelayan yang menyampaikan risalah? Sama atau tidak? Ya sama dong, wong sama-sama sebagai pembantu. Sudah jelas bahwa profesi kita bisa dipisah kalau bukan jeragan ya babu.

 

 

Bagaimana dengan profesi kita sekarang?, kita hanya punya 2 pilihan titik. Majikan atau babu? Tugasnya pun jelas yaitu yang dilayani atau melayani. Tugas boleh beda tetapi mulia atau tidak bukan urusan manusia. Yang perlu ditegaskan di sini adalah profesi babu yang paling tinggi adalah Rasul Allah Muhammad. Kemuliaannya melebihi siapapun di dunia.

 

Kisah babu yang mulia belum cukup sampai disini. Semua profesi baik majikan atau babu tidak menjadi soal yang penting dedikasi yang penuh dengan bertumpuh pada keiklasannya menjadi factor sentral.

 

Surabaya, 8 September 2007.

Jaiman

Satu Tanggapan

  1. Luar biasa sekali tulisan anda. Setuju 100 persen Mas…
    Salam kenal ya … Kunjungi blog sederhana saya di http://www.penyiaradio.blogspot.com atau di http://www.tokocokelat.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: