Apakah do’a mu terkabul?

Saya akan bertanya, apakah do’amu sudah dikabulkan oleh Allah? Tunggu jangan dijawab dulu, sebelum menjawab silahkan berdiam sesaat, kemudian kembalikan pikiran kita kepada masa lalu, kemudian saat ini. Kalau sudah, anda telah merangkum beberapa poin yang sudah dan pernah anda ucapkan dalam do’a secara sungguh-sungguh. Coba ingat kembali beberapa do’a yang sudah anda panjatkan kepada Allah Tuhan Semesta Alam. Nah, sekarang rangkuman anda lebih lengkap kan akurat. Kemudian mari kita ambil salah satu do’a yang pernah anda panjatkan dari dasar hatimu.

            Berbicara do;a bukan hanya yang diucapkan saja, melainkan semesta pembicaraan do’a yang sebenarnya adalah ucapan dan hati sama dan singkron. Maksudnya bahwa do’a yang coba kita kompilasi adalah yang benar benar anda rasakan di dalam hati lalu diucapkan secara lisan dengan bahasa papun. Mengapa perlu kita tegaskan di sini? Karena Allah mengetahui dan mengabulkan do’a yang diinginkan secara sungguh-sungguh oleh hambaNya baik diucapkan lisan maupun yang terucap di dalam hati.

            Coba kiita lihat salah satu do’a yang anda panjatkan. Anda pernah meminta kepada Allah supaya diringankan beban yang tidak sanggup memikulnya. Do’a ini sangat bagus untuk kita umat manusia. Sesungguhnya hanya Allah yang mengetahui kekuatan jasmani dan rohani. Seberapa besar beban yang mampu dipikul oleh seorang hamba tentu Allah yang tahu karena Dia yang mencipkana manusia. Diamlah sesaat untuk merecall memori dan berkontemplasi dengan diri anda, kemudian bukalah pikiran dan ingatlah betapa di sekeliling kita ada orang yang mendapat penderitaan berat, ada bencana alam banjir, tanah longsor, gempa, kecelakaan, sakit berkepanjangan, kemiskinan, pendidikan dan masih banyak lainnya. Allah memberikan ujian dan siksaan bagi manusia, entah namanya apakah sejatinya ujian untuk naik peringkat kelas atau azah karena kelalaian manusia. Anda tidak mengalami beban seberat ini, kemdian anda bayangkan seandainya beban berat itu menimpa anda? Sanggupkan kita memikulnya?

            Baiklah kita belum tahu jawabannnya, sekarang mari kita lanjutan dengan do’a lainnya yang sungguh-sungguh kami panjatkan. Anda pernah bermohon supaya dicukupkan rezeki oleh Allah? Berdiamlah sesaat sambil merasakan nikmat kecukupan rezeki dari Allah. Apakah anda pernah kekurangan makan kemudian terpaksa harus puasa sebagaimana yang pernah dirasakan oleh Yang Mulia Baginda Muhammad saw? Apakah anda pernah berdiam di rumah seharian dan tidak bisa bertemu dengan tetanggamu karena bajumu sedang dicuci dan menungguh seharian di dalam rumah sebagaimana yang pernah dirasakan oleh Sahabat Rosul. Apakah anda pernah merasakan berbagi minum dalam satu gelas dengan tetangga atau teman karena air yang tersedia hanya itu? Ingat hal ini pernah dialami oleh Rosul. Pernahkan anda merasakan dingin malam amat sangat karena selimutmu satusatunya telah kamu berikan kepada orang lain karena lebih membutuhkan? Itu pernah juga dialami Baginda Rosul.

            Setalah merenung dan merasakan sendiri betapa manusia paling mulia di dunia mendapatkan kenikmatan dunia yang sangat minim, bahkan kalau ini anda rasakan, tidak tahu apa yang akan kita katakan. Bagaimana mungkin Baginda Rosul diberikan kenikmatan dunia sedikit?

            Diskusi ini makin menarik, coba kita lihat kecukupan duniawi yang dinikmati oleh para pemuja materi di Dunia Barat. Bukankan mereka telah mencapai kelebihan materi jauh di atas kalian. Kalau melihat keseharian mereka, semua yang bernama meteri tersedia. Mereka cukup makan, sandang, papan malahan bisa dikatakan berlebih, apalagi masih ada kebutuhan di luar itupun telah mereka cukupi secara berlebih pula.

Sayang waktuku telah habis, lain kali aku sambung dan masih sangat panjang, bersambung.

 

Paiton 13 Juli 2007.

 

Jaiman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: